Sumber image https://blogger.googleusercontent.com
MENULIS SETIAP HARI DI BLOG
MENJADI BUKU SOLO
Oleh : Maesa Mae
Bulan Juni tanggal 10 2022 Omjay mengadakan tantangan menulis
setiap hari di blog pribadi dimulai dari tanggal 10 Juni sampai 10 Juli 2022.
“Woow tantangan baru niih…” batinku bersorak sorai mimpi
membuat buku solo di komunitas belajar menulis yang diprakarsai Omjay akan
terwujud “asiiik ikutan aah…”
Tanpa pikir panjang hari itu juga aku langsung terbersit dan membuat
puisi akrostik setiap hari. Ada ide langsung menulis, jika tidak segera
dituliskan ide itu akan lari kelaut hi hi hi…
Setiap hari aku bisa membuat puisi sampai tiga judul, semua
itu ku simpan agar nanti pas hari berikutnya bisa ditayangkan yaa sebagai
cadangan untuk tayang esoknya sehingga aku tetap bisa lolos tantangan ini.
Naah ini puisi aktostikku yang diikutkan dalam tantangan
menulis selama satu bulan ditayangkan di hari pertama tantangan:
Sensei
Go Blog
By.
Maesa Mae
Seorang guru yang dianggap
dungu
Elok perangainya
membuat iri kawan yang tak sejalan dengannya
Namanya juga
karakter pejuang tak pernah terbersit untuk
Singkirkan
orang-orang disekelilingnya
Entah mengapa mereka
yang merasa ketakutan
Ingat perjuangan
Mustofa ketika baik disenangi sebaliknya ketika menebar kebaikan
Gerakan terstruktur
dilakukan secara masif
On terus belajar
walau dinyinyir dan berusaha tuk disingkirkan
Brilian logikanya
tak masuk nalar manusia kebanyakan
Loyalitas kepada
siapa saja tanpa pandang ras
Orang yang
diwaspadai keberadaannya dan
Gol terus cita dan
harapannya
Puisi ini ada dan telah tercetak dalam buku solo yang
berjudul “Lu’luatul Hub (Mutiara Cinta)” dan berada dihalaman pertama buku
tersebut.
Dalam mengikuti tantangan ini saya pun mendapatkan hadiah
satu buku dari Omjay dengan judul buku “Guru Penggerak” yang ditulis Oleh Omjay
(Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.) bersama rekannya Ibu Tuti Alawiyah, M.Pd.
Buku hasil tantangan ini telah di pamerkan di acara Kopdar Komunitas
Belajar Menulis Nusantara (KBMN) tanggal 27 Desember 2022 tahun lalu.
Masih banyak lagi puisi-puisi inspiratif dan memotivasi dalam
buku tersebut seperti dibawah ini:
BANGKIT DARI KETERPURUKAN
By. Maesa Mae
Bangun wahai jiwa yang
tertidur
Alam mengharapkanmu
bangkit dari lelapmu
Nyanyian-nyanyian kecil
tak mendukung disekitar abaikan
Gaung lolongan kapilah
biarkan berlalu tanpa kau hiraukan
Kabarkan pada dunia
bahwa kau telah bangkit
Ingat luruskan niat
Tuk lebih baik
dikemudian hari
Dedikasikan dirimu
untuk kepentingan ummat
Agar semua tercipta
selaras
Raga dan jiwa siap
dipersembahkan
Impian bersama sang
kekasih
Kharisma jiwamu
tampakan
Enyahkan
pikiran-pikiran yang menghambat
Tautkan pengharapan
pada sang khaliq
Engkau tak kan pernah
dikecewakan
Rintihan dalam sujudmu
perkuat
Panjatkan puja dan puji
pada-Nya diheningan malam
Untuk mendapatkan
pertolongan Sang Maha Pemberi
Rintihan malam waktu
paling tepat disampaikan
Untuk terus
menghambakan diri
Keharibaan sang pemberi
Alam semesta yang ada
pada genggaman-Nya
Nilai tertinggi
pengharapan meraih surgawi dan ridha Ilahirobbi
Bagi sang pecinta ini untaian
paling indah tentang cinta, buku solo ini tercipta karena cinta, ini lah
bait-bait cinta yang kuukirkan dalam buku “Lu’luatul hub”
CINTAMU SUNGGUH ISTIMEWA
By. Maesa Mae
Cerita masa lampau selalu menggugah jiwa
Indah didengarkan memikat tanpa jeda
Namun tidak semua orang tertarik
Tanpa usaha untuk mengenal cahaya-Nya
Akal dan pikiran seharusnya dimaksimalkan agar
Mengikuti tauladan yang diajarkan kekasihnya
Untuk keselamatan di dunia dan akhirat
Sungguh luar biasa akhlak dan perilakunya
Untuk menampakan kebenaran
Namun masih
banyak yang belum meneladani
Gelombang
kebenaran terus mengayun
Getaran jiwa
mengalun mendengar sentuhan Illahi
Urusan duniawi
tak menggiurkan
Harapan
keindahan dan kebahagiaan yang hakiki
Iman terus
dibentengi
Sajian-sajian
nutrisi ruhani tersaji setiap hari
Tiada hari
tanpa asupan bergizi
Ilmu religi
dan laduni
Mudahkan
perjalanan hidup untuk hidup di keabadian
Entah sampai
kapan kesadaran itu akan bangkit
Wallahu'alam
hanya Illah yang mengetahui
Akan
keselamatan insan yang murni

Mantap sekali, puitis Bu... Sy pengen jadi penyair seperti Ibu...
BalasHapusSilahkan dicoba bu Erma 😊🙏
HapusSemangat sensei..
BalasHapusPastinya akan selalu semangat sampai darah penghabisan he he he
HapusBagus Bu..mantap
BalasHapusAlhamdulillaah terima kasih bu Sulis
HapusVery good! Lanjutken...
BalasHapusSangat bagus
BalasHapus