Menjadikan Menulis Sebagai Passion
Pemateri : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd.
Moderator: Widya Setianingsih, S.Ag.
Pertemuan : Ke-2 (Kedua)
Gelombang : Ke-28 (Duapuluh delapan)
Tema: Menjadikan Menulis Sebagai Passion
Malam ini pukul 19.25 WIB bu Widya arek Malang membuka agenda belajar menulis bersama Komunitas Belajar Menulis Nasional (KBMN) dengan antusias semangat yang luar biasa, beliau mengiringi acara ini dengan kata penuh makna, ajakan mengembangkan diri pada setiap individu yang berada di grup WhattShapp KBMN berikut kata Bryan Tracy yang dikirim beliau
*"Orang-orang sukses hanyalah mereka yang memiliki kebiasaan sukses,*
_Brian Tracy_
Bu Widya mengucapkan salam kepada kami semua kemudian menjelaskan malam ini akan ada pemateri keren ratu antologi Bu Kanjeng sapaan akrab beliau Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. beliau salah satu penggerak literasi nasional yang super duper semangatnya, saya pertama kali berjumpa dengan beliau di Kopdar KBMN di Gedung PGRI Pusat Jakarta.
Semangatnya yang luar biasa membuat saya malu bila beralasan tidak dapat menulis, beliau saja yang usianya jauh diatas saya bara semangatnya sungguh luar biasa membuat saya sangat kagum terhadap beliau.
Sedikit berkisah ketika beliau berada diantara dua pilihan yang sama-sama menggoda dari tim solid mau shoping ke tanah abang atau berkunjung bertemu Ibu Prof Nunuk di Kemendikbudristek bersama Omjay dan rombongan peserta penulis KBMN pada tanggal 28 Desember 2022. Dengan cantiknya beliau memilih pilihan tepat "saya pilih berangkat ke Kemendikbudristek laah ini kesempatan langka bertemu Dirjen Prof Nunuk beliau sudah memberikan pintu untuk kita duduk bersama, kalau ke tanah abang kan bisa kapan-kapan" sedangkan bunda Muda yang tak pernah menua pun akhirnya memutuskan ikut bersama bunda Kanjeng ke Kemendikbudristek.
Itulah gambaran kecintaan beliau terhadap literasi sehingga menulis adalah passion beliau yang selalu digemakan di komunitas belajar menulis nasional (KBMN) "saya kan pelopor penggerak literasi nusantara jadi saya akan prioritaskan mana yang harus saya pilih" ketika beliau memutuskan berpisah sesaat dengan tim solid yang mau shoping 😊
Dengan ceria bu Widya menjelaskan bahwa malam ini pertemuan ke-2 (kedua) KBMN gelombang 28, selama 2 jam kedepan kita diminta untuk menyimak materi dari narasumber luar hiasa malam ini Ratu Antologi Bunda Kanjeng dengan bersorak "yeeayyyy.." beliau pun mengiringi pembukaannya dengan pertanyaan dan kata motivasi berikut:
"Pernahkan sahabat sekalian melakukan sesuatu hal dengan rasa senang?
Melakukan sesuatu hal dengan rasa cinta?
Yaa itulah *Passion*.
Passion atau renjana merupakan kecenderungan yang kuat terhadap suatu aktivitas yang digemari oleh seseorang.
Hari ini kita akan menumbuhkan passion kita dalam menulis.
Bersama Bunda hebat idola saya, bunda Kanjeng😘
Dalam tema *NENJADIKAN MENULIS SEBAGAI PASSION*
Setiap kita adalah karya indah...
Setiap kita adalah buku sejarah...
Tergantung kita akan menutup atau membuka sejarah.
Membuka, dan menarikan setiap deretan huruf kenangan. Menggoreskan kisah sejarah dalam keabadiaan. Dikenang dalam peradaban.
Ataukah...
Mengunci rapat buku itu. Dan hanya kita yang tahu.
Tertinggal.... Terlewat... Terkubur tanpa kenangan.
Dan terlupakan tanpa perayaan.
Hanya kita bisa yang menentukan. Jadikan kisah kita abadi dalam ingatan sejarah.
Sekarang atau tergerus roda kesibukan.
*Karena satu ons tindakan nyata lebih berharga dari satu ton niatan.*
Yuuk tentukan renjana Anda.....
Itulah untaian-untaian kata indah yang disampaikan bu Widya dengan semangat luar biasa yang membakar para peserta KBMN
Kemudian beliaupun mengirimkan foto mesranya ketika bersama Bunda Kanjeng di Jakarta berfoto didepan Monas diiringi untaian kata nan menawan
"Dua kali saya berjumpa dengan Beliau. Sosok yang keibuan, ucapan lembut bak air yang mengisi kekosongan jiwa. Tarian penanya lincah tak pandang usia. Menebar tetesan renjana bagi setiap insan untuk berkarya. Dialah ibu kita... Ibu bagi literasi bangsa. Sang Ratu antologi yang tak pernah lelah memberi makna dalam tiap titian usia. *Ibu Dra. Sri Sugiastut, M. Pd.*"
Ini kenangan bersama Bunda yang super lembut dan bijak, jarak antara saya dengan beliau terpampang satu kursi panjang ujung keujung limayan jauh, ketika itu dalam perjalanan menuju Lebakbulus dalam MRT, terbersit dalam benak saya "ingin sekali dekat dengan Bunda Kanjeng" sungguh luar biasa Allah menggerakan beliau mendekat duduk samping saya persis, kesempatan inilah yang membuat moment ini tercipta. Salam sayang Bunda kanjeng dan Bunda Muda 😘
Bu Widya kemidian mengirimkan file PPT materi yang akan disampaikan pemateri kita malam ini , berikut isi PPT yang wajib kita simak, amati, teliti, dan pahami.
Yuuk tunggu apalagi gaskeuuun...
Sebelum kita menyimak materinya naah kenalan dulu kita dengan pemateri hebat malam ini Ratu Antologi berikut profil beliau yaa...
Inilah materi yang beliau sampaikan malam ini "Writing is My Passion"
Writing is My Passion
Dengan selogan ini pemateri selalu menggemakannya "jadikan menulis sebagai passion" sudah banyak buku tentang passion menulis, saya salah satu penulis dalam antologi yang membersamai beliau yang dikuratori Bu Aam Nurhasanah, S.Pd. dalam judul buku "Purwacaraka Literasi" di KBMN gelombang 18, naah ini penampakan bukunya yaa besstie
Mengapa menulis menjadi passion yang menjanjikan?











Mantap ,Bu he he he ,ayo berikan semangat pada ,KBMN 28 semoga banyak yang lulus
BalasHapusSiaaap, aamiin yaa robb semoga terwujud banyak yang lulus aamiin
HapusKeren, terus semangat menulis
BalasHapusLuar biasa detl
BalasHapusBagus Bu.. semangat untuk menulis . Ditunggu kunjungan di tulisan saya ya
BalasHapushttps://ragungps.blogspot.com/2023/01/flyer-2-judul-menulis-dengan-gairah.html
Jelas, lugas dan tegas https://rodajaman.blogspot.com/2023/01/menurutmu-menulis-itu-hobi-atau-passion.html
BalasHapushal yg paling penting dalam menulis adalah tindakan nyata dan bukan sekedar kata-kata. Ayokita terus menulis setiap hari.
BalasHapusTooop markotop banget, Mbak Mae, layak jadi tim solid nih ...
BalasHapusSensei memang LUAR BIASA...
BalasHapusSemangat.