Pelatihan ke 2 pertama hadir
Membuat soda dan Gold milk di teras jahe
13 des 2025
Serah terima anak-anak PKL di Kelurahan Semanan Jakarta tanggal 5 Januari 2026
Bersama Ibu Ratna Fitriah
Absen dan tugas hari Selasa, 27 1 2026 SBK n Sejarah Indonesia
1. Ainun
2. Wardah
Indah
Melinda
Vivi
Tintin
Carisha blum selesai
M. Alif
Rifan bagas
Lulu Indah C
Shelina
Abdul Aziz belum selesai
X.TBSM: SBK
Tidak masuk:
Galih alfa
Raffi alfa
Riyanto sakit
Andika sakit
Zikri sakit
Hilal alfa
Yang mengumpulkan tugas:
Bahrul Hikam
M. Nabil
20 Januari 2026 Dokumentasi
Hasil Karya Praktik memanfaatkan barang bekas kardus dan botol bekas X.TKJ RPL
Mapel: Seni Budaya
Rabu, 21.1.2026
Assalamualaikum anak-anak X.TBSM
Hari ini ibu ijin tidak hadir dikelas ya ada agenda di solo
Untuk pembelajaran hari ini Kamis, 29 Januari 2026 ibh kasih soal PG berikut terlampir.
Selamat mengerjakan soal-soal berikut:
Silahkan dikerjakan dicatat dibuku masing-masing kemudian kumpulkan ke Bu Lia
Nama:
Kelas:
Mapel: Sejarah Indonesia
Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling tepat!
1.Salah satu ciri utama dari historiografi tradisional adalah sifatnya yang 'regiosentris'. Apa yang dimaksud dengan istilah tersebut?
A. Penulisan sejarah yang berpusat pada kedaerahan atau kerajaan tertentu.
B. Berpusat pada kehidupan rakyat jelata di pedesaan.
C.Berfokus pada kepentingan penjajah di wilayah koloni.
D.Penulisan sejarah yang menggunakan metodologi penelitian modern.
2. Mengapa historiografi tradisional sering kali dianggap memiliki unsur subjektivitas yang tinggi dan bercampur dengan mitos?
A. Karena bertujuan untuk melegitimasi kekuasaan raja dan keturunannya.
B. Karena ditulis oleh sejarawan profesional dari luar negeri.
C. Karena tidak ada sistem tulisan pada masa tersebut.
D. Karena sumber sejarah yang digunakan hanyalah arsip kolonial.
3.Historiografi kolonial biasanya memiliki sudut pandang 'Neerlandosentris'. Hal ini berarti...
A. Penulisan sejarah yang bersifat objektif dan netral.
B. Sejarah ditulis berdasarkan sudut pandang rakyat pribumi.
C. Aktivitas orang Belanda di tanah jajahan menjadi fokus utama cerita.
D. Sejarah yang menceritakan tentang penyebaran agama di Nusantara.
4. Karya sejarah 'Babad Tanah Jawi' merupakan contoh dari jenis historiografi...
A. Nasional
B. Modern
C. Tradisional
D. Kolonial
5. Seminar Sejarah Nasional I tahun 1957 di Yogyakarta dianggap sebagai titik balik penting karena...
A. Dimulainya penggunaan bahasa Belanda dalam penulisan sejarah.
B. Ditetapkannya sejarah sebagai mata pelajaran wajib di sekolah.
C. Penemuan prasasti-prasasti tertua di Nusantara.
D. Munculnya kesadaran untuk menulis sejarah dengan sudut pandang Indonesiasentris.
6. Salah satu kelemahan historiografi kolonial adalah...
A. Kurangnya data statistik dan arsip.
B. Mengabaikan peran dan eksistensi rakyat pribumi dalam narasi sejarah.
C. Penulisannya tidak disusun secara kronologis.
D. Terlalu banyak menggunakan unsur mitos.
7. Historiografi modern mulai menggunakan pendekatan 'multidimensional'. Maksud dari pendekatan ini adalah...
A. Menulis sejarah hanya berdasarkan tradisi lisan.
B. Menulis sejarah dari berbagai sudut pandang ilmu sosial (sosiologi, ekonomi, antropologi).
C. Menghilangkan fakta-fakta pahit dalam sejarah bangsa.
D. Hanya fokus pada aspek politik dan perang.
8. Tokoh sejarawan Indonesia yang mempelopori penulisan sejarah dengan pendekatan sosiologis melalui karyanya 'Pemberontakan Petani Banten 1888' adalah...
A. Nugroho Notosusanto
B. Soedjatmoko
C. Mohammad Yamin
D. Sartono Kartodirdjo
9. Sifat 'Istanasentris' dalam historiografi tradisional berarti bahwa...
A. Sejarah hanya membahas kehidupan raja dan keluarga bangsawan di lingkungan istana.
B. Rakyat memiliki hak untuk mengkritik kebijakan istana dalam penulisan sejarah.
C. Istana adalah tempat penyimpanan dokumen sejarah paling lengkap.
D. Arsitektur istana menjadi objek penelitian sejarah yang paling utama.
10. Perbedaan utama antara historiografi kolonial dan historiografi nasional terletak pada...
A. Sudut pandang atau perspektif penulisan (Eropasentris vs Indonesiasentris).
B. Bahasa yang digunakan dalam penulisan.
C. Keakuratan tanggal kejadian.
D. Jumlah halaman dan ketebalan buku.
Historiografi adalah penulisan sejarah, baik sebagai hasil karya maupun proses ilmiah, yang merupakan tahap akhir metode penelitian sejarah (setelah heuristik, kritik, dan sintesis) untuk mengkomunikasikan peristiwa masa lalu secara sistematis, sering kali mengkaji perkembangan penulisan sejarah dari masa ke masa, seperti historiografi tradisional (istana-sentris), kolonial (Belanda-sentris), nasional (Indonesia-sentris), hingga modern (berbasis studi kritis dan rakyat).
Pengertian
Secara harfiah: Berasal dari bahasa Yunani 'historia' (sejarah) dan 'graphia' (penulisan).
Sebagai karya: Hasil akhir tulisan tentang peristiwa masa lalu, seperti buku atau laporan.
Sebagai proses: Tahap terakhir metode sejarah (setelah heuristik, kritik, sintesis) untuk menyusun dan memaparkan hasil penelitian.
Sebagai cabang ilmu: Studi tentang perkembangan penulisan sejarah dari waktu ke waktu.
Jenis-jenis Historiografi
Historiografi Tradisional: Bersifat istana-sentris, religius-magis, dan feodal (Contoh: Babad Tanah Jawi, Hikayat Raja-raja Pasai).
Historiografi Kolonial: Belandasentris, berfokus pada kepentingan Belanda (Contoh: tulisan sejarah era VOC/Hindia Belanda).
Historiografi Nasional: Indonesia-sentris, berfokus pada peran rakyat Indonesia (Contoh: karya Sartono Kartodirdjo).
Historiografi Modern: Menggunakan metode kritis, berorientasi masalah, dan lebih subjektif-objektif (Contoh: karya dengan pendekatan rekonstruksionisme, konstruktivisme, dekonstruksionisme).
Fungsi dan Tujuan Historiografi
Menyajikan peristiwa sejarah secara kronologis dan sistematis.
Mengkomunikasikan hasil penelitian sejarawan kepada publik.
Menganalisis perkembangan cara sejarawan menulis sejarah dari masa ke masa.
Materi, Selasa, 13 Januari 2026
1. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang paling tepat! 1. Bentuk awal (contoh) atau standar ukuran d...