Kamis, 30 Oktober 2025

Manfaat Mempelajari Sejarah. SI.X.

 Manfaat Mempelajari Sejarah

Presiden pertama kita, Ir. Sukarno, pernah berucap, "Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah", atau disingkat Jas Merah. Hal ini karena bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat memahami sejarahnya sendiri. Sebab jika tidak, bangsa tersebut akan menjadi bangsa yang kecil karena tidak mau belajar dari sejarah. Winston Churchill, mantan Perdana Menteri Inggris semasa Perang Dunia II, mengatakan, "Satu-satunya hal yang kita pelajari dari sejarah adalah bahwa kita tidak benar-benar belajar darinya." Sementara itu, Ibnu Khaldun mengatakan, dengan sejarah, kita mengenal bangsa-bangsa terdahulu, terutama segi moral politik para penguasa. Orator zaman Romawi Cicero bahkan meringkas manfaat sejarah dalam satu ungkapan, "Historia magistra vitae est" (Sejarah adalah guru kehidupan). Dengan demikian, mempelajari sejarah itu lebih dari sekadar mengetahui hal-hal yang terjadi pada masa lalu, apalag menghafal peristiwa dan angka-angka belaka.

Bagaimana sejarah dapat menjadi guru kehidupan? Sejarah menjas guru kehidupan karena sejarah mengandung pelajaran-pelajaran mora dan politik, sejarah membuat kita mengenal bangsa kita sendiri dan bangsa-bangsa lain secara lebih dekat, sejarah memperkokoh identitas kita sebagai bangsa, dan sejarah membantu kita berpikir holistik dan multiperspektif dalam memandang suatu peristiwa.


1. Sebagai Panduan Moral dan Politik

Masa lalu itu bukan sekadar waktu yang terlewati begitu saja melainkan berisi pengalaman baik-buruk hidup manusia. Tidak hanya bangsa lain juga. Terhadap peristiwa-peristiwa buruk (kelam) yang pengalaman baik-buruk bangsa kita, pengalaman baik-buruk bangsa (latar belakang), pelaku, tempat, sebab-musabab, serta dampak dar dialami bangsa kita, hasil kajian sejarah akan menunjukkan konteks peristiwa-peristiwa itu. Hasilnya dapat memberi kita pelajaran atau makna, misalnya sejarah kelam itu tidak terulang kembali dan has kajian itu dapat membantu memecahkan masalah-masalah yang sedang dihadapi bangsa saat ini, baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun sosial-budaya. Sebagai contoh, dengan mempelajari secara tuntas dalam, dan menyeluruh tentang sejarah gerakan mahasiswa 1998, kita dapat menarik pelajaran-pelajaran penting, misalnya sebagai berikut

a. Kekerasan dan tirani oleh negara terhadap rakyat tidak pernah dapat dibenarkan dan karena itu tidak boleh diulang kembali

b. Sebuah negara dapat berjalan dengan baik jika menjunjung tinggi demokrasi, pentingnya aturan dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), pentingnya pemerintahan sipil, pentingnya para abdi negara berpihak pada rakyat dan bukan pada penguasa.


Terhadap peristiwa-peristiwa positif yang dapat memotivasi dan membangkitkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia, hasil kajian sejarah akan menunjukkan bagaimana peristiwa itu mengantarkan bangsa kita menuju kejayaan. Hal ini tidak terlepas dari perilaku moral dan politik yang baik, seperti keikhlasan, kejujuran, rela berkorban. kettekunan, kerja sama, kegigihan, semangat patriotisme, kedisiplinan, pantang menyerah, serta menghargai perbedaan dan keberagaman. Hal-hal seperti ini patut dipertahankan dan menjadi fondasi bagi bangsa dasar negara Indonesia menunjukkan pentingnya sikap kenegarawanan, Indonesia saat ini dan di masa depan. Sebagai contoh, sejarah perumusan jiwa besar, penghargaan terhadap perbedaan dan keberagaman, rela berkorban, dan mau berpikir dari sudut pandang orang lain


Tanpa sikap-sikap tersebut, mungkin tidak ada negara bernama Indonesia, atau mungkin ada, tetapi selalu diwarnai gejolak politik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Grobak

 https://maps.app.goo.gl/hRME7Mg4oyupSczYA grobak d.a.w.aa