Kamis, 16 Oktober 2025

 Bab III

Pergerakan Kebangsaan Indonesia


Kongres Pemuda II diselenggarakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia. Kongres ini dihadiri oleh para pemuda dari berbagai daerah di Indonesia yang bertujuan untuk menyatukan semangat pergerakan nasional. Pada masa pergerakan nasional muncul berbagai organisasi pergerakan nasional. Apa saja organisasi pergerakan nasional di Indonesia? Mari simak materi pada bab berikut!


Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu

1. menjelaskan perkembangan awal nasionalisme,

2. mengidentifikasi organisasi pergerakan nasional di Indonesia;

3. menjelaskan kaitan antara Perang Dunia I dan pengaruhnya di Indonesia;

4. menjelaskan kronologi Kongres Pemuda dan Kongres Perempuan

5. menjelaskan peran pers dan sastra pada masa pergerakan nasional,

6. menjelaskan akhir masa pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia.


Profil Pelajar Pancasila

Bergotong royong, bernalar kritis, kreatif.


A. Perkembangan Awal Nasionalisme


Istilah nasionalisme pertama kalai muncul pada abad XVIII. Pada saat itu muncul pergerakan nasionalisme di Eropa. Gerakan nasionalisme Eropa muncul sebagai respons terhadap kekuasaan imperialis dari Inggris, Prancis, dan Spanyol. Gerakan nasionalisme ini kemudian menyebar keseluruh dunia , termasuk ke Asia, Afrika, dan Amerika Latin.


1. Pengertian Nasionalisme

Nasionalisme dapat didefinisikan menjadi dua pengertian Pertama, nasionalisme merupakan paham kebangsaan yang berdasarkan kejayaan masa lalu. Kedua, paham kebangsaan yang menolak penjajahan untuk membentuk negara yang bersatu dan berdaulat. Dalam pengertian yang lebih modern, nasionalisme merupakan kesamaan kewarganegaraan dari semua etnis dan budaya di dalam suatu bangsa. Perspektif nasionalisme diperlukan sebuah hangsa untuk menampilan identiasnya. Konsekuensi dari pergeseran definisi nasionalisme membawa konsekuensi bahwa negara tidak lagi bergantung pada identitas nasional yang abstrak, tetapi lebih kepada identitas yang lebih konkret seperti pemerintahan yang bersih, negara modern, demokrasi, dan perlindungan hak asasi manusia


2. Organisasi dan Tokoh Nasionalisme di Asia

Berikut ini beberapa organisasi dan tokoh nasionalisme di Asia.

a Komunitas Jawi

Komunitas Jawi adalah sebuah komunitas di Asia Tenggara yang menggunakan aksara Arab untuk menulis bahasa Melayu. Komunitas ini ditemukan di wilayah Indonesia Malaysia, dan Brunei. Komunitas Jawi memiliki kaitan erat dengan nasionalisme di Asia Tenggara, terutama dalam upaya untuk mempertahankan identitas budaya Melayu dan memperkuar nasionalisme di antara bangsa-bangsa di wilayah tersebut. Seiring dengan keberadaan Komunitas Jawi yang telah berlangsung selama berabad-abad, aksara Jawi juga menjadi bagian penting dari budaya Melayu dan bahkan dianggap sebagai salah satu identitas nasional.

Pada awal abad XX, aksara Jawi mulai kehilangan pengaruhnya di Asia Tenggara karena pengaruh budaya Barat yang semakin kuat, terutama melalui penggunaan aksara Latin. Hal ini menyebabkan Komunitas Jawi kehilangan identitas budaya dan bahkan meng ancam keberadaannya. Akan tetapi, seiring dengan gerakan nasionalisme yang muncul di berbagai negara di Asia Tenggara, penggunaan aksara Jawi mulai dianggap sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas nasional dan memperkuat kesadaran bangsa. Bahkan, penggunaan aksara Jawi menjadi salah satu simbol nasionalisme di negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia, penggunaan aksara Jawi dianggap sebagai bagian dari upaya mempertahankan keberagaman budaya dan bahasa di antara berbagai suku bangsa. Aksara Jawi juga dianggap sebagai simbol keberagaman yang harus dihargai dan dilestarikan dalam upaya memperkuat nasionalisme. Dalam konteks nasionalisme, Komunitas Jawi juga menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kesadaran bangsa dan memperkuat identitas nasional di Asia Tenggara. Dalam hal ini, penggunaan aksara Jawi dianggap sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dihargai dan dilestarikan.


b. Mahatma Gandhi

Mohandas Karamchand Gandhi atau lebih dikenal dengan Mahatma Gandhi lahir pada tanggal 2 Oktober 1869. Gandhi mempunyai senjata perlawanan yang khas yang disebut sebagai satyagraha. Satya artinya kebenaran dan agraha adalah kekuatan. Dengan demi-klan, satyagraha berarti kekuatan jiwa. la mendorong rakyat India agar melawan Inggris dengan kekuatan jiwa dan tanpa kekerasan.

Realisasi dari gerakan satyagraha secara besar-besaran pernah terjadi pada tahun 1906 dan 1908. Ribuan orang India dengan sengaja me-lintasi Transvaal atau perbatasan tanpa sertifikat dan juga berdagang tanpa izin pada tahun 1908. Sebagai pernyataan damai tentang hak-hak me-reka yang telah dihapus, mereka dengan sengaja melanggar peraturan yang ditetapkan oleh peme-rintah Inggris. Akibat gerakan tersebut, Gandhi ditahan. Selain menjalankan ajaran satyagraha, Gandhi mengajak melaksanakan swadeshi, yaitu rakyat memakai produk asli dalam negeri dan memanfaatkan kekayaan alam sendiri agar tidak bergantung pada Inggris.


Gambar 1.3 Mahama Gand


Aksi tersebut menyebabkan kas negara Inggris menurun. Perjuangan merebut kemer-dekaan yang dilakukan Mahatma Gandhi serta rakyat India membuat kolonialisme Inggris lambat laun mengalami penurunan terutama pada bidang ekonomi. Tujuan Mahatma Gandhi menerapkan ajaran-ajaran tersebut semata-mata agar Inggris segera meninggalkan India.


c. Sun Yat Sen

Sun Yat Sen lahir pada tanggal 12 November 1866 di Xiangshan, Guangdong, Tiongkok Selatan. Pada tahun 1886, ia mendaftar sebagai mahasiswa sekolah kedokteran dan lulus pada tahun 1892, Meskipun tidak mendapatkan pendidikan politik, Sun Yat Sen sangat ambisius untuk membuat perubahan bagi Tiongkok dengan menggulingkan Dinasti Qing yang sangat konservatif. Sun Yat Sen mendirikan sebuah organisasi bernama Revive Cina Society (Xingzhonghui) yang menjadi cikal bakal kelompok revolusioner rahasia. Ia juga mendirikan Liga Persatuan yang kemudian menjadi Partai Nasional Cina, la menuliskan idenya tentang Tiga Prinsip Rakyat (nasionalisme, demokrasi, dan penghidupan Rakyat). Teori revolusinya yang mengiginkan berdirinya suatu negara dengan bentuk republik demokratis dikenal dengan istilah San Min Chu I. Setelah melewati masa pengembaraan selama bertahun-tahun dengan tetap melakukan perjuangan menggulingkan Dinasti Qing dari luar negeri, Sun Yat Sen kembali ke Tiongkok dan melakukan gerakan revolusi yang membawanya menjadi pejabat presiden pertama Republik Tiongkok pada tahun 1911-1912 dan 1923-1925.


d. Jose Rizal

Jose Rizal adalah seorang reformis Filipina dan sangat berbakat sebagai seorang sastrawan dan novelis. Masa kanak-kanaknya penuh kebahagiaan, tetapi ada satu hal yang membuat masa kecilnya menjadi suram, yakni menjalani kehidupan sebagai bangsa terjajah. Bangsa Spanyol telah menguasai negaranya sejak tahun 1521. Hampir setiap hari, ia menyaksikan kerabatnya mengalami, penindasan. Jose memiliki pemikiran nasionalis dan memiliki keinginan untuk berjuang sejak kecil. Melalui tulisan, ia menyadarkan rakyat bahwa mereka diperlakukan tidak layak oleh bangsa asing di negara sendiri, Karya-karyanya menjadi serangan tertulis terhadap Spanyol hingga ia dibenci oleh para penjajah. Semangat kebangsaan dan nasionalisme Jose Rizal makin menggebu-gebu setelah melakukan pengembaraan intelektual ke Eropa. Pada tanggal 3 Juli 1892, Jose Rizal membentuk Liga Filipina di Tondo. Namun, liga tersebut segera dibubarkan oleh pemerintah Spanyol. Pada tanggal 7 Juli 1892, ia ditawan di Fort Santiago karena tuduhan penghasutan. la kemudian diasingkan di Dapitan selama 3 tahun. la sempat pergi ke Kuba, tetapi dikembalikan lagi ke Filipina pada tahun 1896, la dihadapkan berbagai tuduhan hingga harus dihukum mati pada tanggal 30 Desember 1896 di Lapangan Bagumbayan.




Bersambung.../c. Sun Yat Sen.../Sejarah XI/Smt.Gs.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Grobak

 https://maps.app.goo.gl/hRME7Mg4oyupSczYA grobak d.a.w.aa