Jumat, 17 Februari 2023


Seperti apa sih Diksi dan Seni Bahasa?


Kelas Belajar Menulis Nasional (KBMN)
Pertemuan Ke: 18
Gelombang Ke: 28
Tema: Diksi dan Seni Bahasa
Narasumber: Maesaroh, M.Pd. (Maydearly)
Moderator: Widya Arema




*"Sadarlah, aku telah mencintaimu dengan terengah-engah. Mencibir oksigen dengan menjadikanmu satu-satunya udara yang boleh mengisi setiap rongga."*


Diksi adalah pilihan kata di dalam tulisan yang digunakan untuk memberi makna sesuai dengan keinginan penulis

Diksi dan Puisi dua kata yang tidak bisa terpisahkan. Dengan diksi puisi semakin bernyawa. Dengan diksi pula membuat hati yang dingin menjadi menyala dalam suka cita. 

Anda ingin membuat pasangan Anda jatuh cinta setiap saat, atau ingin membuat Si Dia tersipu malu manja. ๐ŸคญKita akan mengasah talenta kita dalam berdiksi.                    Yuuk... Kita berdiksi malam ini... Jangan sampai lupa....

::::::;


[17/2 18.48] Wijaya Kusumah: *"Sadarlah, aku telah mencintaimu dengan terengah-engah. Mencibir oksigen dengan menjadikanmu satu-satunya udara yang boleh mengisi setiap rongga."*


Diksi adalah pilihan kata di dalam tulisan yang digunakan untuk memberi makna sesuai dengan keinginan penulis

Diksi dan Puisi dua kata yang tidak bisa terpisahkan. Dengan diksi puisi semakin bernyawa. Dengan diksi pula membuat hati yang dingin menjadi menyala dalam suka cita. 

Anda ingin membuat pasangan Anda jatuh cinta setiap saat, atau ingin membuat Si Dia tersipu malu manja. ๐ŸคญKita akan mengasah talenta kita dalam berdiksi.                    Yuuk... Kita berdiksi malam ini... Jangan sampai lupa....
[17/2 18.48] Wijaya Kusumah: *"Sadarlah, aku telah mencintaimu dengan terengah-engah. Mencibir oksigen dengan menjadikanmu satu-satunya udara yang boleh mengisi setiap rongga."*


Diksi adalah pilihan kata di dalam tulisan yang digunakan untuk memberi makna sesuai dengan keinginan penulis

Diksi dan Puisi dua kata yang tidak bisa terpisahkan. Dengan diksi puisi semakin bernyawa. Dengan diksi pula membuat hati yang dingin menjadi menyala dalam suka cita. 

Anda ingin membuat pasangan Anda jatuh cinta setiap saat, atau ingin membuat Si Dia tersipu malu manja. ๐ŸคญKita akan mengasah talenta kita dalam berdiksi.                    Yuuk... Kita berdiksi malam ini... Jangan sampai lupa....
[17/2 18.49] Wijaya Kusumah: Teman-teman peserta KBMN 28, tak terasa kita sudah memasuki pertemuan ke-18. Masih ada 12 pertemuan lagi yang akan kita lewati bersama. Tetap semangat dan jaga kesehatan sebab menulis itu menyehatkan bahkan menyembuhkan bagi mereka yang sedang sakit.
[17/2 18.53] Wijaya Kusumah: Malam hari ini kita akan ditemani ibu-ibu Cantik yang baik hati. Mereka adalah dua bidadari dari surga yang sengaja dikirimkan ke dunia untuk mengajak kita belajar bersama. Mereka adalah guru berprestasi dari lebak Banten dan Malang Jawa Timur. Ibu Maydearly akan berbagi ilmu dan pengalamannya menulis diksi dan seni bahasa. Beliau akan ditemani ibu Widya sebagai moderatornya. Mereka adalah guru-guru tangguh berhati cahaya yang ikut terlibat dalam tim Solid Omjay (TSO).
[17/2 18.55] Wijaya Kusumah: Satu per satu terjatuh dan keluar dari WA Group KBMN PGRI ini. Wa Group yang awalnya penuh sebanyak 1025 orang, kini telah menyusun pelan-pelan menjadi 924 orang. Dari semuanya itu mungkin hanya sedikit yang mencapai garis Finish. Ibarat lari marathon, mereka sudah kehabisan nafas sebelum pintu kemenangan dibuka.
[17/2 18.58] Wijaya Kusumah: Belajar secara online memang dibutuhkan kesabaran sekaligus keikhlasan. Siapa yang sabar pasti akan pintar. Siapa yang ikhlas pasti tuntas. Belajar menulis harus dimulai dari diri sendiri. Menjaga konsistensi dalam menulis bukanlah perkara mudah. Menulis dalam kesibukan bukanlah perkara yang mudah dilakukan. Namun, berikanlah tugas itu kepada orang yang sibuk. Sebab orang yang sibuk itu pandai mengelola waktu dengan baik. Mereka sukses dalam hidupnya.
[17/2 18.59] Wijaya Kusumah: Omjay ucapkan selamat belajar bersama. Jangan biarkan blog pribadi kita penuh dengan sarang laba-laba. Jadikan blog sebagai media online untuk kita belajar menulis. Salam Blogger Persahabatan. Omjay, Guru Blogger Indonesia. Blog https://wijayalabs.com
[17/2 19.00] Wijaya Kusumah: Kepada ibu Widya silahkan membuka acara dan kepada ibu May omjay persilahkan membagikan ilmunya.
[17/2 19.01] Widya AlthaBisma: Sobat literasi yang luar biasa, sebentar lagi kita akan kembali  mereguk manisnya ilmu.

 Izin mengunci grup untuk sementara waktu. 
Agar terhimpun hamparan hikmah dari tutur narasumber hari ini yang luar biasa.
[17/2 19.01] Widya AlthaBisma: Siap Om ๐Ÿ’ช๐Ÿป
[17/2 19.02] Widya AlthaBisma: SAHABAT
Oleh : Widya Setianingsih

*S* ayap kami saling menyangga
*A* rungi berdua gemerlap letihnya dunia
*H* adirkan setiap warna membungkam resah yang ada
*A* baikan setiap mata munafik yang bersorak dalam duka
*B* iarkan tangan kami saling tergenggam, menguatkan dalam balutan doa
*A* tau mentertawakan takdir yang dengan seenaknya mengatur hilir mudik nestapa
*T* ak usah dengarkan mereka, cukup bersamamu hatiku jauh dari gulana.
[17/2 19.02] Widya AlthaBisma: Sebelum menunggu kelas dimulai yuk baca dulu puisi akrostik ini.
[17/2 19.04] Widya AlthaBisma: Sambil menunggu narasumber kita bersiap-siap, mari kita baca karya indah  Maydearly dalam balutan diksi indah nan menawan berikut ini.

*Senja Mengukir Cinta*
*_Oleh: Maydearly_*

Deru angin dalam semilir
Mengukir ruang resah
Tentang senja paling gulita
Yang membawa rasa untuk dia.

 
Untuk rembulan dalam temaram
Ku titipkan singasana cinta
Berceloteh tentang rindu
Yang bersembunyi dalam diam.

 
Sunyi bertahta dalam gelap
Hampa riak suara, kelabu
Hanya menandu rindu
Dari cinta yang berselimut dingin.


Rasa cinta yang tetap terjaga
Bak bersanding dengan alam
Menjadi singgasana keabadian
Membumi dengan lubuk paling dalam.

 
Untuk dia, ku jaga rasa
Memeluk rindu seabad
Ku sampaikan dalam maya
Agar terukir cerita paling menawan.





[17/2 19.06] Widya AlthaBisma: Saya mengenalnya sebagai narasumber. Sedangkan saya sendiri sebagai peserta. Hal yang membuat saya jatuh cinta padanya adalah keindahan diksi dalam tulisannya. Seolah saya dibawa terbang menuju negeri fantasy. Menggugah rasa syahdu, rindu yang berwarna-warni. Ada manis yang enggan ku lepas, ada rintik yang enggan ku sudahi. Akhirnya hatiku memilih dia Sang Penjaga Hati. Hingga kini jalinan rasa itu terpintal dalam riang dan sendu. Memadu dalam satu kata _*SAHABAT*_
[17/2 19.07] Widya AlthaBisma: Ini adalah foto pertama kali kopdar, setelah satu tahun kita hanya berbicara secara online. 

Jakarta 27 Desember 2022





[17/2 19.10] Widya AlthaBisma: Ingin jatuh cinta pada Maydearly... Harus kenal dulu siapa Dia...
[17/2 19.14] Dail Mr. Alser: aku sudah ke rumahnya dan makan nasi liwet masakannya--- subhanallah--Indahnya PERSAHABATAN
[17/2 19.17] Widya AlthaBisma: Maaf baru sholat dulu
[17/2 19.18] Dail Mr. Alser: ok
[17/2 19.21] Widya AlthaBisma: Bagaimana saya tidak jatuh cinta padanya. Rayuannya selalu membuatku terbuai. ๐Ÿคญ

Ini adalah kutipan rayuan Maydearly pada saya. 

Aku menyerumu dalam maya, merupa wajah dalam doa dan bismillah. Dengan cinta engkau mengubahku. Karena cinta selalu bisa mengubah apa yang selama ini sulit dirubah.

Terimakasih selalu menjagaku dalam doa, dibandingkan dengan cintamu bahkan semesta pun nampak kerdil di pelupuku. 

*I Love You to the Moon and Back*

Maydearly
[17/2 19.22] Dail Mr. Alser: Kutersanjung...
[17/2 19.22] Widya AlthaBisma: Ihirrr... Akhirnya saya jatuh cinta padanya๐Ÿคญ

Ingin membuat seseorang jatuh cinta. Yuk berguru pada ahlinya...
[17/2 19.22] Widya AlthaBisma: *_Assalamualaikum wr wb._*๐Ÿ™
*_Salom..Salam Sejahtera_*๐Ÿ™
*_Om swastiastu_*๐Ÿ™
*_Namo budhhaya*_๐Ÿ™

๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ

Selamat malam Bapak/ibu penggiat literasi  se bangsa se tumpah darah Indonesia. 
Saya berharap semua dalam keadaan sehat dan bahagia. 

Perkenalkan saya *Widya*, malam ini selama dua jam ke depan akan memandu kelas Belajar Menulis bersama Om Jay dan PGRI. 
Are you ready... ๐Ÿ’ช๐Ÿป
[17/2 19.23] Widya AlthaBisma: Seperti biasa materi malam ini akan kita bagi menjadi 4 sesion. 
Pembuka
Paparan materi
Tanya jawab
Penutup.
[17/2 19.25] Widya AlthaBisma: Jika hati sudah siap untuk bicara, tangan sudah lincah menari. Yuk kita mulai kelas malam ini. 

Sebelum kita mulai, tundukkan jiwa dalam khusyuknya doa. 
Siapkan diri bagai gelas kosong yang siap diisi. 

Bismillahirrohmaanirrohim..
[17/2 19.26] Widya AlthaBisma: Ibu narsum yang terhormat, my bestie apakah berkenan masuk kelas?
[17/2 19.26] Maydearly: Asiaaaaaap bestie๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ
[17/2 19.26] Widya AlthaBisma: Kumaha damang
[17/2 19.26] Maydearly: Alhamdulilah, pangestu ๐Ÿ˜€
[17/2 19.27] Widya AlthaBisma: Hujan kah disana beb
[17/2 19.28] Maydearly: Biasanya hujan, namun malam ini matahari digantikan jutaan bintang dalam gelap yang memijarkan rindu☺️
[17/2 19.28] Widya AlthaBisma: Mangga atuuh dimulai...
 Sudah tak sabar menyimak. Dan menari bersana tarian diksimu yg menawan .. ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ
[17/2 19.28] Maydearly: Laksanakan Bunda๐Ÿ™
[17/2 19.29] Maydearly: *Assalamualaikum Wr. Wb,*
*Salom... Salam Sejahtera*
*Om swastiastu*

Selamat malam, para sahabat Se-Nusantara pejuang literasi๐Ÿ™
[17/2 19.30] Widya AlthaBisma: Waalaikum salam beb๐Ÿ˜˜
[17/2 19.31] Maydearly: Sebelum kelas ini dimulai izinkan kan membalas rangkaian untuk sahabatku tersayang.
[17/2 19.33] Maydearly: Sahabat adalah kata sederhana yang acap kali merapal makna dalam jiwa. Pada sahabat kerap kita terbangkan kepingan kisah yang tersusun rapi. Sahabat adalah ia yang paling mengerti hati kita dalam lara nan pekat, meski kerap kita tancapkan luka, sang sahabat akan membalas dengan seribu pelukan.

Terkadang dalam hidup ada robekan paling tidak sopan yang menenggelamkan kita dalam tangisan, namun seorang sahabat membawa kita tertatih berjalan dan mengambil sisa tawa untuk masa depan. Menguatkan lewat doa dan menggenggam dengan Bismillah.
[17/2 19.33] Widya AlthaBisma: Aiissh diksinya kereen... Mantap beb
[17/2 19.33] Widya AlthaBisma: Kubalas yaa.. 


*Gerimis itu masih kamu, pelan-pelan membasahi dengan sejuk yang tak ingin kusudahi.*
[17/2 19.34] Widya AlthaBisma: Yuk lanjut materiii beb
[17/2 19.34] Maydearly: Terimakasih Bestie ku tersayang, aku mengenalmu dari deret huruf sebagai batas ucap yang mempesona.

Lewat beranda virtual engkau goreskan kata, menjadi sebuah warna. Meski ada sapa yang ku abaikan, namun engkau perjuangkan  hingga sang Tunas pun muncul, bunga semerbak harum matang buah sedap nan ranum. Kau merawatnya, menyirami tanpa mengeluh, memupuk dengan sabar hingga memanen sebuah benih bernama persahabatan.
[17/2 19.35] Widya AlthaBisma: Tuh kan rayuannya  ga ku ku ๐Ÿคญ
[17/2 19.35] Maydearly: Baiklah Bapak/ Ibu izinkan saya meminjam waktu dengan jemari yang berlarian  di atas layar kaca. 
Sebuah materi *Diksi dan Seni Bahasa* semoga menjadi cemilan yang menawan di pembuka malam nan elegan.

Berharap, malam ini menjadi malam yang paling teduh yang kita dapatkan. Ditemani dengan secangkir kopi yang mempertemukan kita di satu meja virtual. Sebuah tempat dimana sang emoticon☺️☺️ menjadi persembahan sebagai tanda perkenalan dari *Maydearly*.

Malam ini terasa lebih istimewa entah para peserta yang sedang manis-manisnya atau aku yang sedang menggebu-gebu untuk bertemu para pejuang ilmu.
[17/2 19.36] Maydearly: *Maydearly* sebuah nama tanpa titik koma, ia menyadur makna diantara serpihan kata yang melahirkan karya. Tak perlu di tanya alamat blog nya๐Ÿ˜… hanya lewat sebuah karya dia pernah berbicara, merupa, menulis, bercerita, dan berdoa sebagai rupa sejarah untuk masa tua.
[17/2 19.36] Widya AlthaBisma: Yang pasti bertemu para pejuang ilmu yg siap berdansa dalam lautan diksimu
[17/2 19.37] Maydearly: ๐Ÿคญ๐Ÿคญ
[17/2 19.37] Maydearly: Malam ini  adalah rentetan senja yang patut kita raih dengan 'Bismillah'. 

Berharap ada candu setelah temu, sehingga kita bisa dipersatukan oleh pijakan bumi, dan saling bercabang di ujung mimpi.




Diksi – akar katanya dari bahasa Latin: dictionem. Kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi *diction* Kata kerja ini berarti: pilihan kata. Maksudnya, pilihan kata untuk menuliskan sesuatu secara ekspresif. Sehingga tulisan tersebut memiliki ruh dan karakter kuat, mampu menggetarkan atau mempermainkan pembacanya.





Dalam sejarah bahasa, Aristoteles – filsuf dan ilmuwan Yunani inilah yang memperkenalkan diksi sebagai sarana menulis indah dan berbobot. Gagasannya itu ia sebut diksi puitis yang ia tulis dalam *Poetics*– salah satu karyanya. Seseorang akan mampu menulis indah, khususnya puisi, harus memiliki kekayaan yang melimpah: diksi puitis. Gagasan Aristoteles dikembangkan fungsinya, bahwa diksi tidak hanya diperlukan bagi penyair menulis puisi, tapi juga bagi para sastrawan yang menulis prosa dengan berbagai genre-nya.




[17/2 19.42] Maydearly: William Shakespeare dikenal sebagai sastrawan yang sangat piawai dalam menyajikan diksi melalui naskah drama. Ia menjadi mahaguru bagi siapa saja yang berminat menuliskan romantisme dipadu tragedi. Diksi Shakespeare relevan untuk menulis karya yang bersifat realita maupun metafora. Gaya penyajiannya sangat komunikatif, tak lekang digilas zaman.
[17/2 19.43] Maydearly: Mengapa Diksi begitu penting dalam kajian sebuah bahasa?

Sebab banyak keindahan  atas sebuah kata yang tak tereja oleh bibir. 
Diksi bak pijar bintang di angkasa yang menunjukan dirinya dengan kilauan, mempesona dan tak membosankan.
[17/2 19.43] Maydearly: Lantas, apakah begitu sulit kita dalam berdiksi?
[17/2 19.45] Maydearly: *Honestly I fell ashame* membawakan materi tentang Diksi, karena saya bukan ahli sastra, lebih tepat hanya sebagai *penyuka diksi*




[17/2 19.47] Maydearly: Terkadang banyak penulis yang merasa takut dalam memulai sebuah tulisan, terkadang lidah kita merasa kelu untuk menulis sesuatu yang menakjubkan. Ada keraguan yang dibungkam sebelum diterjemahkan dalam bahasa.
[17/2 19.47] Maydearly: Apakah mungkin saya bisa menulis sebuah bahasa yang indah?
[17/2 19.48] Maydearly: Saya merasa takut tulisan saya terdengar garing ketika dibaca.
[17/2 19.48] Maydearly: Menulis itu sederhana Bapak Ibu☺️
[17/2 19.48] Maydearly: Se sederhana mengadukan gula dalam gelas kopi☺️
[17/2 19.49] Maydearly: Menulis dari apa yang kita lihat, apa yang kita rasakan dan apa yang kita dengarkan
[17/2 19.49] Maydearly: Lantas jurus apa yang harus kita pakai agar kita mampu menulis dengan segala keindahan
[17/2 19.49] Maydearly: Gampaaaaaaang
[17/2 19.50] Maydearly: Libatkan 5 macam panca indera kita.
[17/2 19.50] Widya AlthaBisma: Kekx harus jatuh cinta dulu yaa biar gampang menulis diksi, beb๐Ÿคญ
[17/2 19.50] Maydearly: Enggak juga beb sing penting peka dan baper ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†
[17/2 19.50] Emutwae: Harus sakit hati dulu ๐Ÿ˜‚
[17/2 19.51] Maydearly: 1. *Sense of Touch* adalah menulis dengan melibatkan indera peraba. indra peraba dapat digunakan untuk memperinci dengan apik tekstur permukaan benda, atau apapun. Penggunaan indra peraba ini sangat cocok untuk menggambarkan detail suatu permukaan, gesekan, tentang apa yg kita rasakan pada kulit. Aplikasi indra peraba ini juga sangat tepat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak terlihat, seperti angin misalnya. Atau, cocok juga diterapkan untuk sesuatu yang kita rasakan dengan menyentuhnya, atau tidak dengan menyentuhnya.
 Contoh:

*Pada pori-pori angin yang dingin, aku pernah mengeja rindu yang datang tanpa permisi*
[17/2 19.52] Maydearly: 2. *Sense of Smell* adalah menulis dengan melibatkan indra penciuman hal ini akan membuat tulisan kita lebih beraroma. Tehnik ini akan lebih dahsyat jika dipadukan dengan indra penglihatan.
 
Contoh:
*Di kepalaku wajahmu masih menjadi prasasti, dan aroma badanmu selalu ku gantungkan dilangit harapan*
[17/2 19.53] Maydearly: 3. *Sense of Taste* adalah menulis dengan melibatkan indra perasa. Merasakan setiap energi yang ada di sekitar kita. Penggunaan indra perasa sangat ampuh untuk menggambarkan rasa suatu makanan, atau sesuatu yg tercecap di lidah.

Contoh:
*Ku kecup rasa pekat secangkir kopi di tangan kananku, sembari ku genggam Hp tangan  kiriku. Telah terkubur dengan bijaksana, dirimu beserta centang biru, diriku bersama centang satu.*
[17/2 19.53] Widya AlthaBisma: Asyiiik... Sapa tuuh๐Ÿคญ
[17/2 19.54] Maydearly: 4. *Sense of Sight* adalah menulis dengan melibatkan indra penglihatan memiliki Prinsip “show, don’t tell". Selalu ingat, dalam menulis, cobalah menunjukkan kepada pembaca (dan tidak sekadar menceritakan semata). Buatlah pembaca seolah-olah bisa “melihat” apa yang tengah kita ceritakan. Buat mereka seolah bisa menonton dan membayangkannya.  Prinsip utama dan manjur dalam hal ini adalah DETAIL. Tulislah apa warnanya, bagaimana bentuknya, ukurannya, umurnya, kondisinya.

Contoh
*Derit daun pintu mencekik udara ditengah keheningan, membuatku tersadar jika kamu hanya sebagai lamunan*
[17/2 19.54] Maydearly: Kepo ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†
[17/2 19.55] Maydearly: 5. *Sense of hearing* adalah menulis dengan melibatkan energi yang kita dengar. Begitu banyak suara di sekitar kita. Belajarlah untuk menangkapnya. Bagaimana? Dengarlah, lalu tuliskan. Mungkin, inilah sebab mengapa banyak penulis sukses yang kadang menanti hening untuk menulis. Bisa jadi mereka ingin menyimak suara-suara. Sebuah tulisan yang ditulis dengan indra pendengaran akan terasa lebih berbunyi, lebih bersuara. Selain itu, penulis juga bisa berkreasi dengan membuat hal-hal yang biasanya tak terdengar menjadi terdengar. 

Contoh
*Derum kejahatan yang mendekat terasa begitu kencang. Udara hening, tetapi terasa berat oleh jerit keputusasaan yang dikumandangkan bebatuan, sebuah keputusan yang menghakimiku untuk tak lagi merinduimu*
[17/2 19.57] Maydearly: Acap kali dalam menulis kita hanya melibatkan otak kita sebagai muara untuk berpikir tanpa kita dengar, tanpa kita rasa, tanpa kita raba, jika terkadang sesuatu di pelupuk mata bisa menjadi rongga untuk mencumbu tulisan kita.
[17/2 19.58] Maydearly: Mengapa kita selalu melihat kursi yang kita duduki dengan pandangan yang begitu sederhana? Sesekali buatlah ia mempesona dan anggun.
[17/2 19.58] Maydearly: *Di atas kursi ini, aku pernah memeluk ratapan bagaimana menungguimu dengan sebuah doa takdim*.
[17/2 19.59] Widya AlthaBisma: Untuk pertanyaan bisa disampaikan ke nomor HP: *085954558358* dengan format: 
nama, asal kota, dan pertanyaan.


Jangan lupa mengisi link absen yang ada di deskripsi grup. 
๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป

https://bit.ly/3DbBNh6
[17/2 19.59] Maydearly: Setiap apapun yang kita lihat, sesekali kita rasakan, kita raba, bahkan kita ampu kan sebagai sebuah senyawa yang mampu bersuara.
[17/2 20.00] Maydearly: Yakin, masih terasa sulit menulis diksi?
[17/2 20.00] Widya AlthaBisma: Sulit jika belum dicoba kekx beb
[17/2 20.00] Maydearly: Naaaah, mari kita coba yuk bapak ibu๐Ÿฅฐ
[17/2 20.01] Maydearly: Saya bukan seseorang yang expert dalam berdiski, Big No... Cause saya hanya seorang penyka Diksi
[17/2 20.01] Maydearly: Baiklah, saya akan memberikan clue, agar grup ini dibuka dalam 10 menit.
[17/2 20.01] Widya AlthaBisma: Ashiyaap beb
[17/2 20.02] Maydearly: Silahkan Bapak/Ibu menulis sesuatu yang terlihat di hadapan dengan melibatkan kelima panca indera.
[17/2 20.02] Maydearly: Boleh juga menulis tentang malam.
[17/2 20.02] Widya AlthaBisma: Dibuka skrng kah beb...
[17/2 20.02] Maydearly: Silakan dibuka bu Momod
[17/2 20.02] Widya AlthaBisma: Oyi beb
[17/2 20.03] Widya AlthaBisma: Yuk.. Yuk... Buka mata, alirkan dalam nadi, dan tarikan dengan jemari
[17/2 20.05] +62 856-9187-7945: saya kok jadi baper bu narsum
[17/2 20.05] +62 823-7404-7872: Sahabat

Sahabat dalam suka, namun kadang merobek jiwa. Tetap saja sahabat yang menanti dekapan erat saat tinta dunia menggores tak terperikan. Sahabat relung hati terhampar luas saat aku membutuhkan pundaknya. Tetaplah bercahaya dalam kegelapan. Wajahmu terkadang siap menerkam, tapi sayangmu menghujam tajam. 

Belajar diksi akan kulumat sampai habis...
Happy weekend tak terlupakan. ๐Ÿ‚
[17/2 20.05] +62 856-9187-7945: Tampak wajah-wajah lugu tanpa dosa di lorong asrama dengan lampu redup redam membawa kitab kuning di pergelangan tangan.
[17/2 20.05] Maydearly: ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ
[17/2 20.05] Maydearly: ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ
[17/2 20.05] +62 812-5972-3641: Malam ini memancarkan cahaya harapan. Sekian lama kelam tanpa aroma kasturi. Bau kemenyan dan dupa berangsur menghilang. Sirna terhapus oleh hadirmu
[17/2 20.05] Maydearly: ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ
[17/2 20.06] +62 822-8834-5182: Malam ini ku tercenung
Membaca kalimat demi kalimat yang mendayu menyejukkan hati. 
Seakan tak kuasa beranjak dari layar kasih penuh makna
Terimakasih sahabatku yang telah memberi ilmu di malam syahdu ini
[17/2 20.06] +62 895-0310-1305: Memanah Bintang
Karya Rismalasari

Nun jauh di angkasa
Kelipmu goda hasrat diri
Tuk meraih mimpi
Bergumul dalam awan pengharapan
Bertaruh waktu perjalanan

Nun jauh gemintang malam
Cahaya mu semu hadirkan ragu
Tuk capai harapan
Berbagai rancangan dibiaskan
Berbagi waktu terlenakan

Hadirmu laksana memanah bintang
Jika telah lewat masa
Harapan pun kan hilang
Berganti pagi menjelang
[17/2 20.06] +62 816-1871-453: Gelas kopiku kini hanyalah sebentuk ruang hampa tanpa rasa semenjak kau tinggalkanaku sendiri dalam kefanaan.
[17/2 20.06] Maydearly: Masya Allah Buk Na๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ
[17/2 20.07] +62 821-7159-1055: Ketika senja memeluk malam dengan dekapan yang tak ingin terlepas. Ada naluri ingin berbagi kasih yang tak mungkin tertunda lagi.
[17/2 20.07] Maydearly: Luarbiasaaaaa
[17/2 20.07] +62 877-6493-3886: Masih belum bisa Bu May..susah๐Ÿ˜ข diganggu anak saya terus, jd ga bisa fokus
[17/2 20.08] Maydearly: Tak apa²๐Ÿ˜€ boleh dicoba nanti
[17/2 20.08] +62 852-9724-0225: rasa rindu untuk menatapmu, agar tak lepas dari pandangku,
setiap materi  yang tertuai dialayar aku tatap tampa mengedipkan mata.
[17/2 20.08] Maydearly: Diksi untuk semua genre tulisan ๐Ÿ˜€
[17/2 20.09] +62 895-0310-1305: Apakah yg ini sense of panca indera sudah ada?๐Ÿ™
[17/2 20.09] Maydearly: Betul bunda
[17/2 20.09] Widya AlthaBisma: Sepertinya hari ini banyak yang mendadak jatuh cinta beb๐Ÿคญ
[17/2 20.09] Maydearly: ๐Ÿคญ๐Ÿคญ
[17/2 20.09] Maydearly: Waktunya semenit lagi ๐Ÿ˜€
[17/2 20.10] Widya AlthaBisma: Tanggung jawab loe๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
[17/2 20.10] +62 821-7159-1055: Sama. Aku rasa bu Maydearly terlahir berbungkus diksi yang membahana. ☺️☺️☺️
[17/2 20.10] +62 817-5717-619: jari jemariku menari lentik di atas hamparan huruf huruf yang berbaris, seakan - akan memberi irama pada malam yang syahdu
[17/2 20.10] +62 818-466-541: Seorang waita berbaju merah menatap fokus layar laptop merahnya tanpa mempedulikan suara bising dari iklan yang berteriak-teriak menjajakan dagangan. Rasa letih yang datang di ujung telapak kakinya tak lagi terasa. Hanya keinginan segera menyelesaikan tugas malam ini yang terpatri dalam pikiran. Sekelebat bau seduhan kopi hangat terbayang dibenaknya. Ia pun berpaling sejenak untuk menyegarkan pikirannya dengan seteguk pahit manis dari cangkirnya.
[17/2 20.10] +62 898-0910-211: Rembulan malam ini enggan bersinar
terlihat gelapnya kabut menutupi cahayanya
Tapi aku terpesona 
oleh senyum indahmu di malam ini 
yang terlihat olehku bagai bulan purnama
[17/2 20.10] +62 819-1597-5682: Ketika jiwa terasa sepi
Seakan terbayang dirimu dihadapnku
Ingin rasanya kupeluk kesah dirimu
Tapi apa daya diriku kepadamu
Hanya bisa kuratapi diriku membangknmu
[17/2 20.11] +62 822-8834-5182: Kutatap mendung di mata yang senantiasa teduh itu. Seolah awan bergelayut dan hampir saja meritik deras. Ku dekati di yang terlihat galau berkaca. Ya. Muridku yang selalu ceria kini berubah menimbulkan sejuta tanya.
[17/2 20.11] Widya AlthaBisma: Wowww ternyata banyak peserta  yang memiliki  bakat Pujangga... 
Kereeen... ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘
[17/2 20.12] +62 852-2365-8110: Aku dan Kamu
      (Rosjida Ambawani)

Ku lihat lagi senyum mataharimu
yang buatku terpaku beku
Ku rasakan hembus nafasmu
mengalirkan darah biru rinduku
Ku dengar lembut suara indahmu
menyadarkanku kau bukan siapa-siapaku ...

(Ciamis, 17.02.23)
[17/2 20.12] Maydearly: Masya Allah, membaca tulisan Bapak/Ibu membuat saya merasa kerdil memangku tugas sebagai narasumber๐Ÿฅฐ
[17/2 20.12] Widya AlthaBisma: Mantap mbk bro Arema๐Ÿ‘๐Ÿป
[17/2 20.12] +62 882-9344-1024: Pink mewakili hatimu, 
Yang merekah bak bunga yg terselip ditelinga kembang desa
Bukan karena cinta mu yang membara lalu padam oleh penatian jawaban. 
Tapi, pink lambang kebahagian yang engkau utarakan saat segala ucapan abis namun tak cukup mewakilkan... 
Pink warna indah mengumumkan berapa engkau menebar pesona keindahan. 
Pink adalah meydearly
[17/2 20.13] +62 877-6493-3886: Aku..
Berlayar dalam lautan ilmu
Berlabuh di samudera persahabatan
Berselancar di dunia Maya yang punya banyak makan
Kini ku terpatri oleh tulisan" bermakna oleh sang guru Diksi 
Membawa angan ku ke negeri langit yg berprestasi
[17/2 20.13] Maydearly: Masya Allah๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ
[17/2 20.13] +62 877-6493-3886: Ga nyambung y Bu May? Maaf..y bu baru banget belajar ๐Ÿ™๐Ÿป
[17/2 20.13] Maydearly: Nyambung banget bunda๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ
[17/2 20.14] +62 882-9445-8649: Senja hari ini terlihat indah, semburat jingga yang teduh, pelangi menyapa ringan selepas hujan diiringi lirih gerimis yang masih terdengar. 
Sunggu betapa indah lukisan-Nya
[17/2 20.14] +62 812-8139-3676: Malam ini terasa syahdu
Ku menyimak kelas belajar menulis PGRI ditemani oleh suami dan anak-anakku
Sesekali mereka mengganggu dan menghampiriku
Senyuman terhampar namun adakalanya ku kesal karena mereka kadang mengganggu
Syahdunya malamku mungkin berbeda dengan banyak orang
Namun ku nikmati demi masa depan cemerlang

April, 17 Feb 2023 ๐Ÿ˜Š
[17/2 20.14] +62 822-8834-5182: Takut kehabisan semenit waktu yng tersisa. Ku bergegas menekan tombol demi tombol yang kdang kala harus selingkuh dalam memilih kata. 
Tak peduli dengan detak jantung yang berirama kencang bak kuda pacuan di gelanggang yang berebut mengejar garis finish... 
Tolong... 
Tunggu aku sedetik lagi๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…
[17/2 20.15] Maydearly: ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†



[17/2 20.15] +62 818-0559-7038: Inikah Cinta

Inikah arti cinta untukku
Kini aku menaruh harap padamu
Meski itu hanya segenggam

Cukup bagiku meski segenggam
Yang kan membuatku tegak  berdiri
Kini di usiaku yang sudah menua
Tuk selalu bisa  ada di sisi buah hatiku

Luka yang kau tanam di hati
Meski jauh sudah ku kubur
Namun tega kau buka dan kau torehkan kembali
Hingga terasa laksana kau tabur garam di atas luka
Kau toreh luka di atas lukaku

Ku harap segenggam itu cinta tulus
Cukup bagiku tuk ku berani manatap wajahmu
Walau sungguh berat ku timbang rasa ini
Antara cinta, kasih dan sayang atau benci

Ku balut lagi sekuat jiwa
Ku yakinkan lagi diriku tentang kebersamaan
Ku kuatkan raga tuk mampu menatapmu
Meski taburan luka seakan memenuhi lahir batinku

Tak guna kata sesal
Karna takdir menggiringku 
Tak guna kata keluh kesah
Karena semua sudah tersurat sah
Menjadi takdir yang ku jalani
[17/2 20.15] Widya AlthaBisma: Saya hitung mundur yaa... 10...9....8...7...
[17/2 20.15] Widya AlthaBisma: 6...5...
[17/2 20.16] Eka Agisty Mrs. Puisi Akr: Aku terpaku, diksiku tak kunjung tiba, mengingat dan meraba. Hanya ini yang tersisa. ๐Ÿ˜‚
[17/2 20.16] Widya AlthaBisma: 4...3...
[17/2 20.16] Widya AlthaBisma: 2...
[17/2 20.16] +62 812-2565-6251: Gelapnaya malam teriring rintiknya hujan
[17/2 20.16] Widya AlthaBisma: 1...
[17/2 20.16] Widya AlthaBisma: Teeeettttt
[17/2 20.16] Maydearly: Mantaaaaap๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ
[17/2 20.16] Widya AlthaBisma: Maaaf... Waktu  sudah habis
[17/2 20.16] Maydearly: Masya Allah, luarbiasa kuereeeeeeeeenn semuanya๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘
[17/2 20.17] Widya AlthaBisma: Lanjuut bestie
[17/2 20.17] Maydearly: Maafkan *Mayderarly* jika berbahasa amat menggoda, karena tugasku terlalu sederhana, yakni membuatmu jatuh cinta atas setiap bait yang mengudara ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†
[17/2 20.17] Widya AlthaBisma: Hadeeuh... Ntar banyak yang jatuh cintabdan patah hati sama eloe beb๐Ÿ˜‚๐Ÿคญ
[17/2 20.18] Maydearly: Bukan jatuh cinta dengan Maydearly, tapi dengan sebuah Diksi๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ




[17/2 20.18] Maydearly: Setelah mencoba, kita akan yakin, setelah yakin *Pasti Bisa*

*Did you know a true writes is someone that never feeling down*. Seberapa sulit hal yang kita hadapi she's never *give up*. Ia sama sekali tak putus asa, selalu berusaha mencoba dan terus mencoba. 

Seberapa sulit ia menata perasaan nya, *she's always create a good idea* ia selalu menumbuhkan ide2 baru๐Ÿ˜๐Ÿ˜
[17/2 20.19] Maydearly: Tidak sulit bukan? Karena yang sulit adalah tidak ingin memulai๐Ÿฅฐ

Player thank you disini gambar 1


2

[17/2 20.22] Maydearly: Mohon doa untuk buku terbaru Maydearly yang sebentar lagi launching
[17/2 20.23] Maydearly: Tuhan membawa pesona Sang Astuti lewat celah barisan kehidupan. Astuti  mengembara lewat kata, tawa, dan dilatasi warna.
Diiringi bunyi menukik yang mencumbui keheningan, ia menjejakkan kaki dalam prosa bertajuk pelangi.

Astuti, di aroma tanpa irama kisahnya menggantung di langit mengepung jutaan bintang, liar dan berbinar menelusup otak dan jemari. 

Astuti mengendap lepas dari jenuh eligi kehidupan, tentangmu patut direguk tanya.
[17/2 20.23] Widya AlthaBisma: Buku yg kereeen... ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Yang ingin memesan yoook gercep hubungi moderator
[17/2 20.23] Maydearly: Sebuah buku Autobiograpi yang kaya Diksi dan patut dikepoin๐Ÿคญ
[17/2 20.23] Maydearly: Asiaaaaap
[17/2 20.24] Widya AlthaBisma: Sahabat literasi nusantara, baiklah kita mulai sesi tanya jawab dengan kode *P* untuk Pertanyaan.

 Mohon Maydearly memberi kode *“N”* untuk Next pertanyaan berikutnya agar dapat dilanjutkan. 
Terima kasih.๐Ÿ™
[17/2 20.24] Widya AlthaBisma: Assalammualaikum bu Widya.
Saya Endang Ratna Juwita dari Bogor

Ijin bertanya untuk Bu Maydearly.

Pertanyaan:
1.Bagaimana caranya kita untuk bisa membuat diksi yg indah dan bisa menyentuh kalbu?
2.Adakah kamus atau buku yang berisi diksi?
3.Bagaimana menyingkirkan keraguan kalau tulisan diksi kita ini pantas untuk di baca?
terima kasih bu๐Ÿ™
[17/2 20.27] Maydearly: Waalaikunsalam Bunda Endang, baik saya jawab dan mudah²an memuaskan ya☺️

1. Cara membuat Diksi yang indah telah saya kemukakan di sesi materi, yaitu mencoba menulis dengan melibatkan kelima panca indera.

2. Kamus untuk Diksi maybe belum ada Bunda. Tapi ketika kita sering membaca tulisan dengan aroma diksi, kita akan piawai berdiksi.

3. Tulis saja, abaikan semua keraguan, lihat, rasakan, lakukan, tulis seindah jemari mampu mengubah isi hati.
[17/2 20.27] Maydearly: N
[17/2 20.28] Widya AlthaBisma: Saepul Hikmah asal Rengasdengklok Karawang
Pertanyaan Diksi dan Puisi tidak bisa dipisahkan, bagaikan sambel dan pedasnya.
Pertanyaan nya apakah Diksi dan Puisi ada pada tatanan akal pikiran?  Bukankah struktur manusia terdiri dari jasad, akal fikiran, fuad, luf dan ruh? Bagaimana cara agar bisa dengan mudah merenda kata sehingga siapapun yang membacanya menggetar dan terpincut hatinya menjadi gundah gulana trimakasih
[17/2 20.31] Maydearly: Terimakasih Pak Saeful, izin saya sedikit jelaskan untuk pertanyaan yang begitu super.

Apakah Diksi dan ada pada tatanan pikiran?
Diksi tak melulu untuk puisi ya Bapak ibu.

Bagaimana Diksi itu bisa masuk dalam pelataran logika, karena logika adalah akal yang digerakan sebuah ruh. Tulisan adalah hasil karya dari sebuah jasad yang diperintah oleh otak, kemudian ia menapaki kalbu sebagai jejak untuk bersuara. 
Suara itu tak melulu tentang ucapan, pula sebuah tulisan dengan segala keindahannya.
[17/2 20.31] Maydearly: N
[17/2 20.31] Widya AlthaBisma: Assalamualaikum wr.wb, izin bertanya Bu
Saya ingin sekali untuk mencoba menulis puisi tapi saya tidak memiliki kekayaan diksi
Apa ada tips yang ibu miliki yang kiranya dapat menambah diksi saya sebagai pemula dan apakh langkh awal untuk memulai sebuh puisi
[17/2 20.33] Maydearly: Waalaikumsalam Bunda

Tips bagaimana cara mengembangkan Diksi adalah dengan memperbanyak muara baca. Semakin banyak bahasa yang kita sentuh, semakin kaya padanan kata/diksi yang bisa kita jumpai.

Jadi, siaplah dengan memulai dan membaca.
[17/2 20.33] Maydearly: N
[17/2 20.33] Widya AlthaBisma: Imro'atus Sholihah_ Jombang Jatim
Setelah sy mengikuti penjelasan Bu May dari awal tentang *Diksi* arahnya ke puisi ya.
Apa diksi hanya untuk puisi?
[17/2 20.33] Widya AlthaBisma: Apa ada syarat-syarat ketepatan diksi?
[17/2 20.33] Widya AlthaBisma: Materi seni bahasanya?
[17/2 20.35] Maydearly: Terimakasih Bunda Sholihah.

Disini saya tekankan *Diksi tak melulu untuk puisi* 
Diksi dijabarkan sebagai kekayaan bahasa, memaknai kata sebagai bentuk keindahan. Layaknya secangkir Teh, ada hangat yang perlu diresapi karena bahasa adalah jembatan dimana kita bisa mengerti dan saling memahami.

Tulisan saya untuk Diksi kebanyakan adalah sebuah cerpen.
[17/2 20.36] Maydearly: Diksi adalah bagian dari Seni Bahasa, karena seni Bahasa itu meliputi menulis, dan berbicara.
[17/2 20.36] Maydearly: N
[17/2 20.36] Widya AlthaBisma: Jika menulis adalah my passion, maka membaca adalah my duty. So bagaimana mengolahnya agar 5 panca indera itu tergali? Krn terkadang merasakan saja tidak cukup. Terima kasih
Wahyuning, Jakarta
[17/2 20.40] Maydearly: Terimakasih Ibu Wahyuning๐Ÿ™

Bagaimana mengolah panca indera agar tergali? Panca indera itu melekat dalam jasad kita, kita tak perlu  perintahkan ia untuk memandu hati kita membuat sebuah tulisan yang indah. Tugas kita adalah menerima sinyal dari kelima panca indera tersebut yang kemudian kita bisa jabarkan dalam sebuah tulisan. Ketika kelima indera itu kita libatkan, maka tak ada tulisan yang biasa. 
Pepatah mengatakan *menulislah dengan hati*
Karena apa?
Karena hati mampu menerka indera kita dengan baik.
[17/2 20.40] Maydearly: N
[17/2 20.41] Widya AlthaBisma: Assalamualaikum Bu Widya. Saya, Eka Yulia dari Kab. Seruyan. Kalteng.
Pertanyaan:
Apakah diksi selalu harus yang mengandung arti kiasan?
[17/2 20.42] Widya AlthaBisma: Ibu narsum boleh kok sambil minum dulu, atau barangkali  mau makan dulu. Monggo buu.. ๐Ÿ™๐Ÿป
[17/2 20.43] Maydearly: Waalaikumsalam bunda Yulia. 
Diksi tak melulu sebuah kiasan, karena ia adalah sebuah padanan kata. Dalam google kentara di sebut dengan *sinonim* bagaimana tulisan kita tergali dengan baik? Sesekali jangan menulis kata yang kerap orang jumpai. Carilah padanan atau sinonim dari kata yang kita tunjuk.
[17/2 20.43] Maydearly: Lajut biar cepat usai ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†
[17/2 20.43] Maydearly: N
[17/2 20.43] Widya AlthaBisma: Wait ibyuuk sabar, saya minum dulu yak



1

[17/2 20.21] Maydearly: Sepertinya, materi malam ini cukup ya Bapak/Ibu๐Ÿฅฐ
[17/2 20.21] Widya AlthaBisma: Yuk... Yang mau mengirim surat cinya ke Maydearly japri langsung saiya
[17/2 20.21] Widya AlthaBisma: Lanjut tanya jawab ya beb




3

[17/2 20.44] Maydearly: Kiasan itu termasuk peribahasa, bukan Diksi ya Bapak/Ibu☺️
[17/2 20.44] Widya AlthaBisma: Rosjida Ambawani

1. Apakah puisi yang bagus itu yang sulit dipahami? Yang menjadikan kita mengernyitkan dahi dalam memahami?

2. Jika kita ingin mengungkapkan suatu rasa dan itu ternyata susah mencari diksi yang pas  manakah yang lebih penting : ungkapan rasa yang lebih tepat terungkap atau mencari dulu diksi yang serasi?

Makasih Mbak Widya dan Maydearly
[17/2 20.47] Maydearly: Terimakasih Bunda Rosjida Ambawani

1. Puisi yang bagus itu bukan yang sulit difahami, tetapi memiliki pola arti dan tujuan. Setiap bait mengandung simpulan. Diksi hanyalah sebuah pemanis untuk mempercantik sebuah puisi.

2.Yang lebih penting adalah ungkapkan rasa yang lebih tepat. Karena rasa lahir dari hati ia tak pernah munafik, setelah rasa itu diutarakan, entah bahagia atau emosi ia akan lahir dalam diksi yang natural.
[17/2 20.47] Maydearly: N
[17/2 20.47] Widya AlthaBisma: Pertanyaan

Toto - Bekasi

Apakah ada contoh diksi indah dalam karya tulis ilmiah?
[17/2 20.49] Maydearly: Terimakasih Pak Toto

Jika yang kita tulis adalah karya ilmiah, tentu bahasa yang kita gunakan adalah bahasa Ilmiah. Bisa saja sebuah karya ilmiah itu memiliki Diksi yang indah apabila karya ilmiah itu menyadur sebuah tema Sastra.
[17/2 20.49] Maydearly: N
[17/2 20.49] Widya AlthaBisma: Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh..Ibu Widya
P : Bagaimanakah seharusnya sikap seorang penulis diksi ketika keadaan hati dan pikirannya sedang berkecamuk atau tidak baik-baik saja namun bisa tetap membuat tulisan/diksi yg bermakna n menyentuh hati??

(Alfanita_Tangerang)
[17/2 20.53] Maydearly: Waalaikumsalam Bunda

Emosi adalah bahasa hati. Biarkan ia mengalir luruh agar sampai pada puncak nan elegan. 

Menulislah dengan hati yang jujur, karena tulisan yang dicampuri oleh hati, maka ia akan sampai pada hati pembaca.

Saya makin esmosi biasanya Diksinya makin banyak ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†
Makin baper, makin super. Makin Bucin tulisan makin micin (Nano-nano) karena saya selalu libatkan hati.
[17/2 20.53] Maydearly: N
[17/2 20.54] Widya AlthaBisma: Saya *Evridus Mangung* peserta KBMN 28 dari NTT.
Pertanyaan:
1. Apakah pemilihan diksi harus disesuaikan dengan pembaca/pendengar?
2. Bagaimana teknik memilih diksi pada kata yang memiliki kemiripan arti?
Terima kasih.๐Ÿ™๐Ÿ™
[17/2 20.58] Maydearly: Terimakasih Bunda Evridus

1. Ketika kita menulis, maka kita adalah seorang subjek yang memberi informasi. Apa yang akan kita tulis itu yang akan dinikmati pembaca. Menulislah untuk didengarkan pembaca, bukan menulis sesuai keinginan pembaca. 

2. Tehnik memilih Diksi pada kata yang memiliki kemiripan arti? Saya kurang faham dengan pertanyaannya๐Ÿ™

Diksi adalah padanan kata, ketika kita biasa menulis dengan bahasa sederhana, contoh 'mengucap' sesekali kita ganti dengan 'merapal'. Lebih aneh, lebih terkesan dan lebih membuat penasaran pembaca bukan?
[17/2 20.58] Maydearly: N
[17/2 20.58] Widya AlthaBisma: Assalamualaikum
Ijin bertanya, ketika sekelompok kata tiba-tiba muncul menjadi kalimat yg berhamburan keluar dari hati lewat pikiran dan tertoreh diatas kertas menjadi sebuah catatan, apakah perlu diksi khusus sbg label atas serangkaian kata yg muncrat mbak lumpur Lapindo ? ๐Ÿคญ

Musiroh - Sidoarjo
[17/2 21.00] Maydearly: Terimakasih Mba Musiroh atas pertanyaannya yang penuh Diksi๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ

Ketika Diksi datang berjuntai mengalungi pikiran kita, maka kita hanya perlu menyusun rapi dengan apik. Agar tulisan kita menjadi epik nan menarik☺️
[17/2 21.00] Maydearly: N
[17/2 21.00] Widya AlthaBisma: Waktu menunjukkan pukul 21.00 beb
[17/2 21.00] Maydearly: Alhamdulilah๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ
[17/2 21.00] Widya AlthaBisma: Sobat nusantara yang luar biasa, malam semakin menuntut haknya untuk rehat. 

kebersamaan kita memang hanya di udara. 
Tapi tak menyurutkan  terjalinnya suatu kisah. 

Ruang dan waktu kita memang beda
Bukan berarti rasa tak boleh sama. 

Saat-saat langkah terayun menjauh
Jarak kitapun semakin membentang
Akankah semuanya tinggal kenangan
Atau hanyut terbawa gelombang
Bahkan sirna terkubur oleh waktu.
[17/2 21.01] Widya AlthaBisma: Monggo Ibu narsum untuk memberi closing
[17/2 21.01] Maydearly: Sang waktu senada dengan bunyi cacingku di lautan empedu ๐Ÿ˜†
[17/2 21.01] Widya AlthaBisma: Siaaan๐Ÿ˜‚
[17/2 21.01] Maydearly: Asiaaaaap
[17/2 21.01] Maydearly: Semoga pertemuan ini adalah awal tegukan yang manis, mengawali cerita di layar kaca, menyusun kepingan kata,  dan diseduh dengan rasa bahagia untuk terus belajar berprosa. Karena bahasa adalah jembatan antara hujan dan kemarau yang ketika dibubuhi embun ia menjadi pelangi, indah nan elegan.


4

 

[17/2 21.02] Widya AlthaBisma: Mantapzzz bestie๐Ÿ˜˜
[17/2 21.02] Dail Mr. Alser: Buku terbaru ibu pakai merapal bu Astuti
[17/2 21.02] Maydearly: Hatur Thank You๐Ÿซถ๐Ÿซถ๐Ÿซถ๐Ÿซถ๐Ÿซถ lope sejagad buat semuanya๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ
[17/2 21.03] Widya AlthaBisma: For me ga lope beb๐Ÿคญ
[17/2 21.03] Maydearly: Lope juga buat bu Momod๐Ÿซถ๐Ÿซถ๐Ÿซถ๐Ÿซถ๐Ÿซถ๐Ÿซถ๐Ÿซถ seangkasa
[17/2 21.04] Maydearly: Izin pamit Bapak/Ibu hebat๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Wassalamualaikum Wr.Wb.
[17/2 21.05] Widya AlthaBisma: Lup yu tu beb๐Ÿ˜˜
[17/2 21.05] Widya AlthaBisma: *_Malam semakin lelah dan bersiap menuju peraduan._* 

*_Keharuman mimpi melambai mesra mengajak kita untuk segera menuju pelukan malam_*

Bapak/Ibu penggiat literasi nusantara. 
Meskipun semangat kita untuk mengikuti kelas ini masih menyala-nyala, tetapi larut tlah menjemput kita untuk segera mengakhiri kelas kita. 

Terima kasih Bu Mae atas paparan materi malam ini. 

Sangat menginspirasi dan memotivasi kami yang masih taraf belajar ini untuk terus semangat dan  berprestasi.๐Ÿ’ช๐Ÿป

Semoga ilmu yang diberikan malam ini menjadi ladang pahala Maydearly yang akan mengalirkan amal jariyah. Aamiin... ๐Ÿ™

Dan saya beri applaus yang luar biasa untuk para peserta malam ini. 

Kita tidak akan faham takdir tulisan kita akan menghilir kemana, tapi dengan tetap terus menulis insyaallah tulisan kita akan sampai pada takdir yang indah. 

*Believe or not is yours.. prove it*๐Ÿ’ช๐Ÿป๐Ÿ’ช๐Ÿป๐Ÿ’ช๐Ÿป
[17/2 21.05] Maydearly: Salam Takdim buat Omjay dan Tim Solid๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


*Sobat nusantara yang luar biasa*. 
*Waktu seakan* *cemburu melihat keromatisan kita*
*Maka sebelum waktu membunuh kedekatan kita. Biarkan kita* *mengalah untuk berpisah.* 

" Waktupun mengurai tetesan hujan menjadi bulir-bulir kenangan. Ia menelusuk tanpa permisi menuju nurani."


[17/2 21.08] Widya AlthaBisma: Sobat, bukan suatu kebetulan kita bisa bersama di dalam kelas menulis PGRI ini. Semua ada visi dan misi yang telah dititipkan Sang Maha Esa pada diri kita masing-masing. 

Bisa jadi visi dan misi yang sangat besar  yang membuat kita bisa mengubah dunia dengan tulisan kita, atau visi misi paling sederhana membuat kita berguna bagi keluarga, sahabat kita untuk mewarnai lingkungan dengan aura positif. 

Tapi dari semua itu ada visi misi terbesar yang di gariskan untuk kita lalui. 

✍️Menulis membuat kita bahagia... 
✍️Menulis membuat kita berbeda... 
✍️Menulis membuat kita   terkenang. 
✍️Menulis adalah obat paling mujarab untuk kita saat terluka. 
✍️Hanya dengan menulis membuat kita bisa menjadi diri kita sendiri.

Jadi sejatinya kita menulis bukan untuk dunia. Tapi..

*KITA MENULIS UNTUK DIRI KITA SENDIRI.*
[17/2 21.09] Widya AlthaBisma: Saya *Widya Arema* undur diri. 
Mohon di maafkan segala kesalahan. ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป
[17/2 21.10] Widya AlthaBisma: Untuk tugas merapikan resume mulai malam ini akan dihendel oleh Bpk ketua kelas Pak Edmu dan Ibu sekretaris Ibu Deasy. 

Mohon dibantu merapikan urutan resume teman2๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป
[17/2 21.11] Widya AlthaBisma: Jangan lupa mengisi absen, dan mengirim resume ke link yang ada di diskripsi grup.
[17/2 21.14] Widya AlthaBisma: Saya akhiri... 

_*Yu Paiten ketatap jendelo.*_

_*Cekap semanten ature kawulo.*_

_Wassalamualaikum wr. wb_๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป
[17/2 21.14] Widya AlthaBisma: Grup sy buka kembali๐Ÿ™๐Ÿป








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Grobak

 https://maps.app.goo.gl/hRME7Mg4oyupSczYA grobak d.a.w.aa