[15/2 19.38] E Hasanah Mrs: Ini ciri-ciri puisi baru.
[15/2 19.42] E Hasanah Mrs: Sebetulnya menulis puisi itu sekarang mengikuti perkembangan dan perubahan bentuk dan isi sesuai perkembangan selera. Apalagi untuk pemula, nulis saja menggunakan kata-kata atau diksi yang enak di hati.
[15/2 19.43] Sim Chung Wei Mr: wah, termasuk puisi kontemporer yah Bun?
[15/2 19.43] Sim Chung Wei Mr: yang tidak terlalu terikat dengan kaidah penulisan puisi
[15/2 19.44] E Hasanah Mrs: Iya, Penekanan pada segi estetika dan penggunaan diksi, Rima, majas itu akan mempengaruhi keindahan puisinya.
[15/2 19.46] E Hasanah Mrs: Iya, Ko. Sekarang macam-macam puisinya. Ada puisi akrostik, puisi patidusa, puisi telelet, puisi 2.0 dan lainnya. Pokoknya menantang dech bagi penyuka puisi seperti saya.
[15/2 19.46] Sim Chung Wei Mr: jadi ada hala2 yang perlu diperhatikan akan nilai estetikanya muncul yah Bun
[15/2 19.46] E Hasanah Mrs: Iya betul.
[15/2 19.48] E Hasanah Mrs: Oh ya kalau mau contoh2nya bisa dilihat ya di buku kumpulan puisi ini.
[15/2 19.49] Sim Chung Wei Mr: kumpulan Puisi terbaru yah Bunda?
[15/2 19.51] E Hasanah Mrs: Ini buku puisi yang baru terbit, versi ISBN dan QRCBN ada juga.
[15/2 19.51] E Hasanah Mrs: Iya Ko.
[15/2 19.51] Sim Chung Wei Mr: keren luar biasa Bunda
[15/2 19.52] E Hasanah Mrs: Sy kasih hadiah dech untuk 3 orang yang bisa menaklukkan tantangan ya.
[15/2 19.53] E Hasanah Mrs: Atau sy kasih buku lainnya, oh ya dari hasil belajar di kls KBMN ini sy sudah menghasilkan 2 buku solo dan 78 buku antologi lho.
[15/2 19.54] E Hasanah Mrs: Senangnya gabung di buku antologi sy. Biar bisa bareng2 dengan karya sahabat2 KBMN.
[15/2 19.54] Sim Chung Wei Mr: wah ada hadiah nih 3 buku Kumpulan pisi terbaru dari Bunda. Apa yah tantangannya?
[15/2 19.54] LELY SURYANI: Ikuuut...💪💪😂
[15/2 19.55] Sim Chung Wei Mr: Bunda mau kasih tantangan sekarang?
[15/2 19.56] E Hasanah Mrs: Iya, nanti dikasih tantangan ya. Tantangannya membuat puisi bebas saja. Temanya bebas, pokoknya yang ada di hati dikeluarin dengan diksi yang indah.
[15/2 19.56] Sim Chung Wei Mr: wah, bukan hanya perserta ternyat TSo juga semangat kalau ada hadiah buku
[15/2 19.57] E Hasanah Mrs: Hanya sebelumnya Koko, kalau ada pertanyaan dipersilahkan dulu ya.
[15/2 19.57] Sim Chung Wei Mr: siap kita lanjut dengan sesi pertanyaan dulu
[15/2 19.57] Sim Chung Wei Mr: siaap2 mungkin peserta bisa sambil cari2 ide menulis puisi
[15/2 19.58] Sim Chung Wei Mr: ini, sudah ada beberpa pertanyaan Bunda
[15/2 19.58] E Hasanah Mrs: Iya sambil saya menjawab pertanyaan, peserta boleh mengirim puisi dadakannya ya.
[15/2 19.58] Sim Chung Wei Mr: luar biasa antusiaskan pesertanya
[15/2 19.58] Sim Chung Wei Mr: P1
Selamat malam Pak Sim.ijim bertanya kepada Bu Hasanah.
Endang Ratna Juwita,Bogor.
Ijin bertanya:
1.Bagaimana cara menulis puisi yg baik dan benar?
2.Adakah batasan baris puisi seperti pantun?
3.Bagaimana cara mencari istilah atau kata 2 kiasan yang bisa kita pakai untuk membuat puisi agar terdengar lebih tersentuh ?
Terima kasih Bapak dan ibu🙏
[15/2 19.58] DAIL MARUF YASALAM: Rintik hujan di malam yg gelap
Tak surutkan tekadku untuk menangkap
Ilmu puisi ya diberikan dengan lengkap
Semoga kita bisa siap
[15/2 19.59] DAIL MARUF YASALAM: 😍
[15/2 19.59] Sim Chung Wei Mr: cakep
[15/2 20.00] Sim Chung Wei Mr: silahkan Bnda pertanyaan pertama 1
[15/2 20.04] E Hasanah Mrs: J:
1. Cara menulis yang baik yang sesuai dengan kaidah2 yang disebutkan di atas ya, misalnya memperhatikan diksi, Rima, irama, larik, bait dan lainnya. Sesuai dengan jenisnya
2. Pantun itu jenis puisi lama Bun.
3. Cara mencari istilah/kata kiasan itu ... dengan banyak membaca dan bisa buka kamus diksi.
Mudah2an tidak puas, biar kita sama2 belajar bareng ya🙏
[15/2 20.04] E Hasanah Mrs: Keren sohibku👍
[15/2 20.05] Sim Chung Wei Mr: *N*
[15/2 20.05] Sim Chung Wei Mr: P2
Selamat malam, saya Dewi dari Seruyan Kalteng, mau tanya sama bunda bagaimana kiatnya biar kita bisa menulis puisi yang katanya itu bisa indah sehingga rima nya menjadi menarik, karena selama ini saya merasa puisi saya masih kurang menarik dalam pemilihan katanya🙏, apa ada tips dan triknya. Terimakasih bunda🙏
[15/2 20.09] E Hasanah Mrs: J2
Trik yang saya lakukan adalah memilih tema sebagai acuan, menentukan kata kunci, memilih diksi yang tepat, menggunakan Rima atau majas misalnya, terus mengembangkannya dengan rasa/selera estetika kita.
[15/2 20.12] Sim Chung Wei Mr: N
[15/2 20.13] E Hasanah Mrs: Kadang saya kumpulkan kata2 indah dulu Bunda Dewi. Misalnya menemukan kata *Bagaskara* untuk matahari/mentari, *Bimantara* atau langit, misalnya.
[15/2 20.14] Sim Chung Wei Mr: maaf Bunda, saya kira sudah selesai
[15/2 20.15] E Hasanah Mrs: Iya lanjut pertanyaan Ko🙏
[15/2 20.15] E Hasanah Mrs: Atau ada yang sudah masuk puisi tantangannya.
[15/2 20.16] Sim Chung Wei Mr: sudah banyak yg masuk ke saya Bunda Puisinya
[15/2 20.17] E Hasanah Mrs: Pertanyaan dulu saja.
[15/2 20.17] Sim Chung Wei Mr: P3
Saya -Evridus Mangung- Peserta KBMN 28. Pertanyaaan saya: Dalam struktur fisik puisi (unsur wujud puisi disebutkan salah satu point yaitu tentang diksi. Bagaimana cara untuk memilih kata-kata indah dan memiliki kekuatan makna, bu?
[15/2 20.17] E Hasanah Mrs: Nanti Koko kumpulkan puisinya, kemudian pilihkan 3 puisi ya.
[15/2 20.18] Sim Chung Wei Mr: iya bUnda, tolong nanti peserta bisa posting pusinya di group ini setelah say bka , kita selesaikan dulu yah sesi tanya jawabnya
[15/2 20.18] Sim Chung Wei Mr: sepertinya mereka sudah tak sabar ingin memiliki buku kumpulan pUisinya Bunda
[15/2 20.21] E Hasanah Mrs: J3
Diksi itu pilihan kata-kata yang akan kita gunakan dalam puisi, hasil pemilihan secara cermat dengan pertimbangan makna, susunan bunyi, ataupun hubungan kata itu dgn kata2 lainnya dalam larik atau bait.
[15/2 20.23] E Hasanah Mrs: Seperti ini kan terasa indah menggunakan kata *gelap, menangkap, lengkap, siap*
[15/2 20.24] Sim Chung Wei Mr: P4
Ada tamu bernama Pak Kasim,
Makan bersam adengan rendang,
Selamat malam Koko Sim,
Perkenalkan saya Elok Dewi dari
Padang.
Hari ini begitu gerah,
Lalu Ayah melepaskan dasi,
Senang belajar bersama bunda E Hasanah,
Jangonya menulis dan
berpuisi.
Pertanyaannya:
Assalammualiakum Bunda E Hasanah .
Senang belajar bersama bunda. Elok mau bertanya Bun
bagaimana langkah kita atau cara kita biar puisi kita penuh
dengan diksi dan majas. Elok suka menulis puisi tapi
puisinya masih datar Bun mohon krisannya🙏🙏🙏
Daun rambutan
dan daun selasih
Sekian dan terima kasih.
[15/2 20.24] Sim Chung Wei Mr: keren kan pertanyaan ada pantunya dulu
[15/2 20.28] Sim Chung Wei Mr: kode malam ini ternyata Krisan yah
[15/2 20.34] E Hasanah Mrs: J4
Salam, Elok yang pintar berpuisi juga. Sudah berapa buku antologi kita tulis puisi bersama.
Kyknya ini mau nyoba aku nih hi hi hi.
Sy coba jawab dech.
Jika puisinya ingin penuh diksi dan majas ya itu kumpulkan dulu diksinya bisa buka kamus diksi ya. Perhatikan irama atau bunyi diksinya, kadang aku memilih kata yg sulit dipahami pembaca hi hi hi. Mencari kata dgn mengacu pada sumber terpercaya dan baku, atau diksi yg sering digunakan penyair, terus mengembangkan puisinya.
[15/2 20.35] Sim Chung Wei Mr: N
[15/2 20.35] Sim Chung Wei Mr: Assalamu alaikum wr wb
Ibu Samsinar_Jakarta
Izin bertanya.
Dalam membuat puisi kita harus memperhatikan nilai estetik
dan diksi dalam puisi agar indah dan enak dibaca.
Bagaimana
cara/tips dalam menentukan diksi yang tepat dalam puisi?
Terima kasih
[15/2 20.37] Sim Chung Wei Mr: P5
[15/2 20.40] Sim Chung Wei Mr: sepertinya pertanyan ke-5 ini hampir sama kan yang Bun dengan sebelumnya
[15/2 20.41] E Hasanah Mrs: J5
Cara menentukan diksi yang tepat dalam puisi itu harus memperhatikan *ketepatan kata dengan maknanya, kebenaran, kecermatan, keserasian kata, dan kelaziman digunakan dalam puisi* Sebenarnya diksi yang tepat itu ya kata yg sesuai dan mengikuti kaidah bahasa.
[15/2 20.44] Sim Chung Wei Mr: P6
Farida dari Musi Rawas
Assalamualaikum Bunda 🙏 selamat malam
Koko SIM 🙏
Saya juga penikmat puisi, saya suka puisi baru yg
tidak terikat bait dan baris, namun tetap memperhatikan
diksi, majas dan estetika.
Pertanyaan saya, apakah yang
dimaksud dengan estetika pada puisi? Contohnya?
Terima kasih
🙏
[15/2 20.45] E Hasanah Mrs: Koko waktunya tinggal 15 menit lgi, buka sj gemboknya, biar kita nikmati puisi2 dari ibu bapak ya. Pertanyaannya diinventarisir ya.
[15/2 20.48] Sim Chung Wei Mr: siap Bunda
[15/2 20.49] Sim Chung Wei Mr: Silahkan posting puisi spontan rekan -rekan
[15/2 20.49] +62 898-0910-211: Puisi
Semilir angin mendesah lirih
sayup sayup terdengar di telinga
jeritan hati terhampar nyata
menanti impian yang tak teraih
Yang tersisa hanya wajahmu
disudut relung hati sanubari
Dan sejumput kisah luka
yang bersemayam di kalbu
Wahai hati yang rapuh
kuatkah menanggung lara dikalbu
hanya isak tertahan lirih
dihamparan sajadah jatuh tersungkur
Ya ilahi...
Kuatkan hati ini
biar bisa berdiri
diatas kaki lemah ini
Kota hujan,
15 Februari 2023
Endang Ratna Juwita
[15/2 20.49] Sim Chung Wei Mr: Group saya buka
[15/2 20.49] +62 895-0310-1305: Genta Literasi
Karya Rismalasari
Gelanggang literasi telah dibuka
Endapan gagasan biar membuncah
Nantikan karya spekta
Titik balik pencapaian
Ada dan tiada dirimu yang tentukan
Lihatlah semua sedang berpacu
Inspirasi dan motivasi hadirkan nyawa
Tetapkan hati terus berkarya
Enyahkan keraguan
Raih kemenangan dengan karya nyata
Asa mu harus diwujudkan
Sesuatu yang berasal dari mimpi
Inspirasi terindah jadi Genta literasi
#puisi akrostik
Bandung, 8 februari 2023
[15/2 20.49] +62 823-7776-2028: *TINGGAL NAMA*
Karya: Farida Lisanti
Makan buah simalakama
Mendulang garam termakan asam
Dalam jantung mengorek luka
Pilih ibu, ayah tenggelam
Tanpa gumaman tanpa pesan
Tinggal sepenggal sakral diucap
Hilang waktu hilang kesan
Hajat tak terlaksana sudah menancap
Senyum bisa terlintas
Tapi batin tak terima
Hati tertambat hanya seutas
Hilang nyawa tinggal nama
Biarlah haru kini menderu
Biarlah hitam kini tenggelam
Yang merona biarlah biru
Masa lalu biarlah kelam
Lah kepalang buah kepayang
Dimakan mabuk dibuang sayang
Jangan ragu jangan bimbang
Kirim doa yang telah hilang
[15/2 20.50] +62 821-7159-1055: Air Mata
Kutahu persahabatan di antara kita begitu indah
Seindah pelangi di angkasa
Membias rona di saat ada rasa
Kutahu rindu itu tak bisa dikhianati
Walau waktu terus merayap mesra
Mengukir relung kalbu tak tertawar harga
Jauh itu pasti
Sahabat selalu di hati
Biarlah mutiara menyusuri pipi yang jelita
Sebagai suatu bukti kita pernah sama merajut asa
Rustia Warnida
🥰🥰🥰
[15/2 20.50] ED Evridus Mr: *Kuiklaskan dirimu pergi*
Sudah beberapa kali kita di bawah empat mata
Membicarakan hubungan yang tak pernah terurai
Selalu kusut merangkai
Terkadang tak tesambung dalam beberapa waktu
Lantas terkait kembali
Kuikhlaskan dirimu pergi sekarang
Kuharap engkau mengambil keputusan yang bijak
Apakah kita melanjutkan perjalanan ini
Dengan segala kekusutan yang tidak pernah terusai habis
[15/2 20.50] +62 812-1071-2990: Penantianku
Senja telah berlalu
Matahari telah bersembunyi di balik langit malam
Bintang malu untuk menunjukkan wajahnya
Bulanpun enggan untuk mengintip
Malam ini .....sunyi
Jiwaku mengolah rasa untuk esok pagi
Membayangkan apa yang akan terjadi
Seolah hati ini penuh rasa
Menanti sebuah jawaban yang pasti
Harapan cerah di masa mendatang
Doapun kupanjatkan
Hanya kepada Allah saja aku serahkan
Segala harapan dan impian
Semoga Tuhan mendengar
Elizabeth Kanserita
Jakarta Barat
[15/2 20.50] +62 812-5972-3641: TERAS SENJA
oleh: Moh. Ali Husni
Senja temaram di ufuk barat
Terduduk di teras kunikmati senja
Ditemani candi ala memerah redup
Menapak senja berganti petang
Sayup kudengar panggilan Sang Maha
Memanggil menggema bersautan
Dari penjuru barat hingga timur
Dari penjuru utara hingga selatan
Sayup suara celoteh anak bersautan
Terdengar dari corong surau tua
Di ujung jalan terjal tak beraspal
Sepi penghuni ramai binatang malam
Kupaksakan kakiku melangkah
Menelusuri jalan terjal tak beraspal
Mencari celoteh anak bersautan
Memenuhi panggilan-Mu mengharap ridho-Mu
[15/2 20.50] Emutwae: Mutmainah
*Bersimpuh dalam doa*
Larung dalam balutan dosa
Senandika meronta
Memohon ampunan sang Maha Kuasa
Disaat lembayung tertatih, aku dalam kubangan kelam
Hara laksana cahaya terangi malam
Butiran dosa tenggelam
Berbaur menjadi bait bait doa terdalam.
Saat dalu kubersimpuh
Mengadu Amarta penuh peluh
Melangitkan segala rasa gundah
Berharap yang Esa memberi kasih
Kembali padaNya penuh kinasih
Cipanas 15 Februari 23
[15/2 20.50] +62 811-660-766: *Padang*
_Elok Dewi_
*P* ertama mengenalmu dikala kita duduk di bangku SMA
*A* ku menyukaimu karena engkau sahabat yang baik
*D* irimu selalu memperhatikanku dan selalu mengingatkan akan sholat jika kita berpergian bersama Samagat lainnya
*A* ku Dan kamu. Kita adalah sahabat karib
*N* amun seiring waktu berjalan ketika kita sudah menyelesaikan bangku kuliah, ada yang beda dari dirimu, ternyata aku benar. Engkau pun menyatakan kepadaku bahwa engkau ingin menjadi lebih dari sahabatku. Aku pun terpana dan aku pun menggelengkan kepala dan ucapkan engkau adalah teman baikku
*G* alaupun membersamaimu, lalu engkau menjauhi dari kehidupanku. Ada rasa yang hilang, ada rasa yang hampa dan resah di hati, perhatianmu, kepedulianmu ku rindu. Kerinduan dalam balutan doaku "Jika jodohku pertemukan aku dan jika tidak jauhi aku darinya". Tetiba kau datang ketika ulang tahunku. I feel surprise and happy. So you talk to me that you love me. I was shy and just smile. It's mean that I love you too. Sekarang kau menjadi imamku, ayah dari anak-anakku. Raja di kerajaan samaraku. Together till Jannah. Sehidup sesurga adalah janji kita. Insya Allah Amin Allahumma Amin
#baitijannati
#kerajaansamaraelok
#sehidupsesurga
Padang, 15 Februari 2023.
[15/2 20.50] +62 823-3072-1813: Munjawab puisi tantangan.
*PENULIS*
_By. Kang Khasan_
Menyusun kata membentuk kalimat
Mengeluarkan semua gagasan
Berharap menjadi
Penulis
Buku
Mahkota impian
Menjadi angan terbesar
Memotivasi setiap jejak langkah.
Biarkan otak bekerja keras
Mencari kata terselip
Untuk menentukan
Tema
Biarkan jemari menari lincah
Mencari kata indah
Dalam menemukan
Judul.
[15/2 20.50] +62 811-660-766: *E. HASANAH*
_Elok Dewi_
*E* ngkau sangat pandai merangkai kata kat indah menjadi puisi
*H* adirmu dalam KBMN malam ini sangat ku nantikan
*A* ku sangat mengagumimu
*S* angkat menginpirasi pembelajaran darimu
*A* ku ingin bisa merangkai puisi sepertimu
*N* amun puisiku masih datar karena ku masih belajar
*A* da asa yang hebat menyentuh kalbuku setelah belajar darimu
*H* arapan yang selalu membersamaiku tuk menjadi seorang penulis puisi yang baik, Insya Allah Aamiin.
Padang, 15 Februari 2023
[15/2 20.50] +62 822-4368-4034: Niat Berilmu
Sepinya malam menemaniku
Mencari ilmu yang baru
Baru ketemu di malam syahdu
Bersama ibu Hasanahku
Kawan hatiku semakin memburu
Ingin meraih sesuatu yang baru
Kenapa KBM menjadi pilihanku
Disitu banyak guru berilmu
Bahagia rasa hatiku
Bertemu komunitas yang maju
Selalu ingin menambah ilmu
Agar mampu memajukan negeriku
Sri Rahayu
[15/2 20.50] +62 813-6893-5862: Puisi Untuk Aril
By: Miss Ezi
Nak....
Tahukah engkau
Bahwa suaramu mengguncang dunia?
Menggetarkan setiap jiwa
Yang mendengarnya
Menghapuskan lara
Saat ia menggema
Nak...
Tahukah engkau
Berapa kali sudah
Harapan ini akan anugrah yang kau punya
Menggaungkan ke setiap rongga udara
Sebagai ucap Syukur Kepada Ilahi
Betapa istimewanya dirimu
Nak...
Tahukah engkau
Ada masa orang percaya
Ada masa orang lupa
Ketika harapan diabaikan
Saat itulah...sukma kan pergi dan menjauh
Nak...
Tahukah engkau
Saat ini aku terluka
Pedih yang tak terbilang
Karena kau
Telah torehkan
Untuk kesekian kalinya
Padaku
Yang selalu mangharapmu.
[15/2 20.50] E Hasanah Mrs: J6
Waalaikumsalam Bunda Farida, salam kenal ya. Nanti satu buku yuk puisinya🙏🙏
Estetika itu nilai-nilai yang dirasakan indah, bernilai seni jg. Baik dari unsur bahasa, bentuk, ataupun penampilannya. Keindahan yang membentuk satu keutuhan, keselarasan, dan keterpaduan makna. Semisal dalam indahnya puisi jenis telelet.
[15/2 20.50] Helwiyah Mrs. KBMN: Cakeeep 👍
[15/2 20.50] +62 813-2136-8970: Cinta Tak Terkendali
Cinta adalah anugerah Ilahi
Cinta adalah berkah
Cinta adalah kebutuhan
Cinta adalah hawa nafsu
Cinta adalah keinginan atas sesuatu benda
Cinta adalah keinginan atas seseorang
Keinginan memiliki
Keingina mengakui
Keinginan mengeksploitasi
Keinginan karena hawa nafsu
Cinta jadi berkah jika sesuai porsinya
Cinta jadi musibah jika operdosisnya
kecuali cinta kepada sang maha pemilik hati cinta sang khalik
Cita harus sesuai kondisi
Cinta harus sesuai kebutuhan
Cinta harus sesuai situasi
Cinta harus sesuai peruntukan
Cinta terkendali karena hati yang memposisikan sesuai aturan-Nya
Cinta tak terkendali karena hanya mengikuti si hawa nafsu
Wahai hati pemilik cinta
Sungguh engkau penentu, pemilih, penimbang, pemberi cinta
Tetaplah pemilik cinta sejati
Cinta tak terkendali oleh waktu dan kondisi
Semoga hati ini selalu memiliki cinta tak terkendali
Kepada pemilik jiwa dan raga Allah Maha Memiliki
[15/2 20.51] +62 852-2365-8110: AKU, KAU, TIADA ...
(Rosjida Ambawani)
Aku, siapa
Kau, siapa
Aku, kau, bukan siapa-siapa
Aku, tiada ada dan tiada punya
Kau pun, tiada ada dan tiada punya
Kita, aku dan kau, tanpa punya adanya ...
[15/2 20.51] Prihastri Septianingsih Mrs. Makassar: mentari
bersinar menerangi alam
bak lentera di tengah malam
menerangi gelapnya hati yang temaram
[15/2 20.51] +62 823-3072-1813: Kejadian nulis puisi bertepapat waktu menyemak materi.
Maaf jika kurang sopan
Hanya suara tanpa wujud
Semuanya menutup hidung
Sembari berteriak
Kentut
Bau
Mereka berpaling
Ada diantaranya melangksh
Membubarkan diri sambil mengumpat
[15/2 20.52] +62 812-3768-677: DUA DELAPAN
Dua delapan sekolahku
Untuk anak anak menuntut ilmu
Amanah dan jujur bapak dan ibu guru
Dengan penuh semangat menggebu gebu
Elok dan indah ciri sekolahku
Lingkungan bersih serta sejuk tak berdebu
Alangkah senangnya hatiku
Pandai dan cerdas generasiku
Antusias kami selalu setiap waktu
Niatan ikhlas tidak pernha jemu.
[15/2 20.52] ED Evridus Mr: terima kasih bund
[15/2 20.52] Pak_Guru_Luthfi: ☝️.... saya suka ini...
[15/2 20.52] +62 853-1387-4461: Malam
Malam untuk kembali kepadamu
Almaku terkunci lagi
Serayu malam meninggalkan makna
Di dekatmu aku hanya perlu rasa
Perlu dama
Malam
Agar tangan kita kembali berpaut.
Percaya dama tak pernah pudar
Malam berwara tiba- tiba
Hanya karena mendengarmu tertawa
Bukankah aku harsamu?
Malam saat kau gata
Aku menjadi milikmu
Tanpa pulasan
Tangerang, 15022023
Ratna Komala Juwita
[15/2 20.54] Sulistiyani Mrs. Madura: *SENIN CERIA*
Secercah harapan menggugah angan
Energi berkolaborasi penuh intuisi
Nirmala cahaya berkelebat penuh canda
Indah penuh aroma kesucian hakiki
Netra menyala membawa asa untuk terus berjaga
Candu rindu terus menjelma
Enyahkan rasa nan trus mendera
Rindu bersama untuk bahagia
Indah bekolaborasi dalam aksi nyata
Apalah artinya kita tanpa bersama dalam riuh barisan kata
by. Soelistijani
KBMN 28
[15/2 20.54] +62 878-6374-4485: Mengenalmu mendatangkan asa
Asa yang senantiasa ku langitkan
Rindu tak bertepi tercurah untukmu
Linangan bulir bening mewakili hatiku
Itulah ketulusanku untukmu
Namun, rindu dan asa tak jua bersua
Akhirnya, takdirlah pemangku segalanya
[15/2 20.54] +62 821-2262-3448: Pelukan Hangat Ibu
Oleh Lesterina Purba
Ibu
Di dalam daksa
Ada rasa enggan di dada
Dekapan hangat tak pernah kurasa
Tiada waktu untuk bercanda tawa
Ibu
Engkau selalu menjauh dan sibuk
Beribu alasan terucap dari bibir
Namun aku tak pernah benci
Senyuman hangatmu tertutup awan kelabu
Penyebabnya adalah aku
Ibu
Kita dekat tapi terasa jauh
Engkau selalu berusaha menghindar
Agar tidak bertemu muka denganku
Aku merasa bersalah dan terasing
Ibu
Banyak hal yang ingin aku ceritakan
Dalam kekurangan aku pasti bisa memberikanmu bahagia
Aku rindu pelukan hangat dan senyum bahagia darimu
Bekasi, 16022023
[15/2 20.55] +62 813-1951-1851: Hadirmu yang ditunggu
Meregang jiwaku tanpamu.
Tempat curahan hati yang tak pernah bisu
Selalu menenangkan jiwaku .
Mendamaikan batinku
Mengundang kesadaranku untuk selalu dekat dengan mu
Ya Alloh ya Tuhanku.
Hadirmu dalam jiwaku selalu kutunggu
Dalam hening malam, dingin dan sepi
Engkau mengundangku untuk bertemu.
Melepas rindu
Aku yang selalu pengap dengan kesibukan dunia
Aku ingin bertemu
Hadirmu dalam jiwaku selalu kutunggu
[15/2 20.55] Pak_Guru_Luthfi: ☝️.... saya juga suka ini..
[15/2 20.55] +62 812-2565-6251: Hujan Tak Kunjung Reda
Awan hitam bersama gelapnya awan
Di kejauhan terdengar gemuruh bersahutan
Pertanda airmu akan turun ke bumi
Tetes demi tetes membasahi
Bumi yang tak lelah menerima
Setiap guyuranmu
Kupandangi setiap sudut halaman
Tak tersisa aliran airmu
Hanya puring-puring yang menari
Menyambut tetesanmu
Dibalik kaca kulihat rata tak tersisa
Banjir mengalir menggenangi
Halaman rumahku ini
Gunungkidul, 15 Pebruari 2023
Siti Maunah
[15/2 20.55] mcandra1840 Mr: Harapan
pelangi itu belum hilang selama mendung bergelantung
warna nya akan tetap sama
Selama belum terkena sang surya
Biar ku lukis nama ku di sana
mungkin masih ada yg tersisa
candra 2023
[15/2 20.55] +62 818-466-541: Belajar dalam Sunyi
Oleh Dyah Ku
Malam mulai menarik selimutnya
Terdengar merdu nyanyian hujan
Sunyi binatang dalam tidurnya
Bulan pun ikut berselimut awan
Tak tik terdengar suara asing
Seorang murid sedang asik mengetik
Membaca dan kemudian menulis lagi
Belajar dalam keheningan suara keyboard yang ditekan
Mari kawan tetap semangat meneladan
Walaupun letih dan lelah badan
Mari terus berkarya
Untuk mengekspresikan diri kita
[15/2 20.56] Sim Chung Wei Mr: wah saya buka beberpa menit saja langsng banyak pusi bertebaran
[15/2 20.57] +62 812-3768-677: *SEMARAK*
Karya : Nurfatuh
S - imfoni mengalun begitu syahdu
E - engkau dan aku masih meramu sebuah rindu
M - alam berganti namun rasa semakin candu
A - ada hasrat terdalam ingin segera menatap dirimu
R -asa yg terpatri mustahil menjadi jemu
A - langkah jenaka ikatan antara aku dan kamu
K - arena penawar rindu hanya sebuah kata Temu.
[15/2 20.57] Helwiyah Mrs. KBMN: Keren yha 👍
[15/2 20.57] Eka Agisty Mrs. Puisi Akr: Diksiku Terbelenggu
Pertemuan diujung waktu
Membuat lidahku kelu
Rangkaian kalimatku terbelenggu
Meninggalkan sesak dan senyum sayu
Lembayung menyapa malam
Meninggalkan senja temaram
Dan sesalpun tak kunjung padam
Diksiku hanyalah renjana muram
Eka Yulia
Seruyan, 2023.
[15/2 20.57] Sim Chung Wei Mr: nah, suatu saat mungkin group ini perlu di bersihkan karena memori HP kita sudah tidak cukup, sayangkan puisinya hilang
[15/2 20.57] +62 857-2425-0361: Hisab
Karya : Hasbi Aprizal
Rintikan malam membawa berita
Mengisahkan kabar dari utara
Riuhnya bersapa dengan pancaindra
Membalut kata dengan cerita
Angin malam seperti berkata
Menyimak makna dibalik kata
Derasnya terasa hingga dada
Ada apakah dengan dunia
Mari merenungkan nasib kita
Sudahkah siap untuk semuanya
Tarikan nafas yang tersisa
Akan menjadi sebuah tanda
Sukabumi, 2023
[15/2 20.57] Pak_Guru_Luthfi: ☝️.... ini juga bagus..
[15/2 20.57] E Hasanah Mrs: Wawww... Keren keren kerennn, terima kasih banyak ibu bapak atas karya2nya, sy bakalan dimanjakan dengan puisi ibu bapak. Saya pasti baca berulang kali ini.
[15/2 20.57] +62 823-3858-3851: Hawa dingin menerpa kalbu
Menyengat lentera netra.
Menyembulkan riak yang berarak turun
Hati terisak
Hampa tapi sesak
Tekanan melesak
Mencerai rasa dari raga.
Sensasi dikhianati
Sukma mati tanpa hati
Manado, 15 Februari 2023
Helny Untu
[15/2 20.57] +62 823-7404-7872: Bersyukur
By Milma
...
[15/2 20.57] +62 838-4345-1116: Tantangan puisi
Kiki#Grobogan Jawa tengah🙏😊
*Aku lelah*
Sebentar saja...
Kan kulepaskan sakit di dada
Kan kuhempaskan lara di jiwa
Aku lelah...
Perih namun tak terluka
Tersayat namun tak tergores
Nurani tak mengerti kata hati
Riang namun tak senang
Aku lelah...
Ingin kulari...
Namun sedikitpun raga tak mampu beranjak
Ingin kuteriak...
Namun bibir menolak
Aku lelah..
Anganku semakin menderu
Seperti langit yang kelabu
Sinar cahaya pun tak mampu menembus bumiku
Ya Allah....
inikah ujianMu?
Inikah jalan hidupku?
Kupejamkan mata ini
Kubuka tangan ini
Berharap...
agar Engkau memberi satu celah sisi
Harapan yang pasti
Hidupku Kehendak illahi Robbi
[15/2 20.57] Pak_Guru_Luthfi: ☝️... ini mantap...
[15/2 20.58] ED Evridus Mr: betul pak Sim. keren semua puisinya...
[15/2 20.58] Sim Chung Wei Mr: mari kita buku kan puisi2 ini
[15/2 20.58] +62 823-7404-7872: Aku tak biasa berpuisi
Tapi aku merasa ingin berbagi
Perasaanku kali ini
Menemani malam sunyi
[15/2 20.58] +62 811-1311-314: Selaksa Hayati
Buah pena: Ellabasri
Setiap langkah hidup yang kulalui
Penuh makna yang berarti
Menapaki hidup penuh misteri
Menjadikanku melangkah tak bertepi
Hidup bak fatamorgana
Hilang timbul bersama
Hitam putih merah jingga
Datang silih menyapa
Dosa, sesal, asa jiwa
Berkelebat selaksa sukma
Riuh resah hati
Tak kan diam selama
Sesak jiwa terasa
Timbul tenggelam
Bersama waktu semesta
[15/2 20.59] +62 896-8115-3053: BALADA SENJA oleh: Lucy
Aku ingin menjadi dia
Yang kau kata cantik
Aku ingin menjadi dia
Yang selalu kau lindungi
Aku ingin menjadi dia
Yang selalu dalam rindumu
Aku ingin menjadi dia
Yang jadi sebab kau tundukkan pandang
Kuingin menjadi dia
Yang kan kau beri sgala kehangatan
Aku ingin menjadi dia
Penyebab senyummu yang menawan
Kuingin menjadi dia
Yang slalu dalam cintamu
Senyummu terukir di kalbu
Kaulah yang kurindu
Jadikanlah ku senja dan lautmu
[15/2 20.59] Sim Chung Wei Mr: saya tutup sebentar yah group nya
[15/2 21.00] *Berhitam Boutique* 🍁 Yuni Akbar Mrs. SMK 4 Smg: Karena saya guru b Inggris, saya coba puisi dlm b Inggris ya ☺️
*A bird with broken wings*
I am like a bird with broken wings
perches in a broken twig
in the middle of empty desert
of being ignored
of being lonesome
wind blowing worsens all
Then suddenly
rain pours heavily
growing grass and trees
giving fragrant on dried soil
healing my broken wings
Now I can fly again
high in the sky
seeing the green land
under the horizon lane
Dear,
thanks for bringing the rain
by the words you are saying
and longing you are delivering
Yuniati Akbariah, 2023.
[15/2 21.00] Sim Chung Wei Mr: Karena waktu juga yang memisahkan kita
[15/2 21.01] Sim Chung Wei Mr: untk pertanyaan2 yang belum terjawab, Insya Allah bunda Hasanah akan jawab melalui blog beliau
[15/2 21.01] E Hasanah Mrs: Keren Bun. Diksi bagus2. Tinggal ngasih judul ya.
[15/2 21.03] Sim Chung Wei Mr: keren2 kan bunda
[15/2 21.03] Sim Chung Wei Mr: sebagai pentup materi kita malam hari ini, mngkin ada closing statment dari Bunda HAsanah
[15/2 21.03] E Hasanah Mrs: Bundaaaa... Aku jadi malu. Ini bunda penulis hebat. Puisi akrostiknya keren juga.Terima kasih ya
[15/2 21.05] E Hasanah Mrs: Waw indah nian diksinya. Terima kasih bunda. Titi mangsanya jangan lupa ya.
[15/2 21.06] Sim Chung Wei Mr: ada titipan Puisi nih dari TSO
[15/2 21.06] Sim Chung Wei Mr: Semangatku
Semangatku menyala bagai mentari
Yang menghujani bumi tiada henti
Dengan kasih suci nan murni
Kemilau menyambar hati nurani.
Semangatku mengembara
Ke seluruh belantara
Juga menyusuri padang gersang di sana
Kutemui asa - asa membahana
Bagai membawaku ke nirwana
Yang selalu nikmat terasa
Semangatku terbang ke angkasa
Bersama sang ternama
Yang selalu memberikan rangkulan mesra
Terbuai aku dibuatnya
Hilang sudah sepi merana
Yang ada hanya
Semangatku yang terus menggelora
Banjarnegara, 15 Februari 2023
Lely Suryani
[15/2 21.07] Dra. Sri Sugiastuti M. Pd: Keren
[15/2 21.07] E Hasanah Mrs: Ini juga keren, diksi ok.
Nama penulis biasanya disimpan di bawah judul, diakhiri Titi mangsa ya.
[15/2 21.10] E Hasanah Mrs: Indah, curahan hati yang lgi galau nampaknya. Puisinya bagus. Hanya tambahkan judul, nama penulisnya dan diakhiri Titi mangsa ya.
[15/2 21.10] +62 858-0342-4099: NELANGSA
#bu kanjeng
terkulai
dilanda kecewa
getir
menguyah derita
kesepian
menyelimuti
malam panjang
dalam penantian
kerontang raga
dendam dibawa
ke pangkuan ilahi
Surakarta Hadiningrat 15022023
#P.2.0
#58
[15/2 21.12] Sim Chung Wei Mr: sambil menikmati puisi2 yang luar biasa dan membai angan
[15/2 21.12] Sim Chung Wei Mr: ingat yah untuk mengisi presensi malam ini di tautan berikut:
https://forms.gle/ohJESNTapq9q7RKM6
[15/2 21.12] E Hasanah Mrs: Ini juga keren, menggambarkan suasana sore yg indah. Tambahkan Titi mangsa ya.
[15/2 21.14] +62 858-0342-4099: Bungkus
[15/2 21.14] Helwiyah Mrs. KBMN: Kaya diksi 👍
[15/2 21.16] E Hasanah Mrs: Keren, majasnya dapat. Hanya nama penulis disimpan di bawah judul ya. Titi mangsa; tempat dan tanggal. Misal: Jakarta, 15 Februari 2023
[15/2 21.16] Sim Chung Wei Mr: Seandainya Mereka Tau
Kasmin
Sunyi,senyap kadang kurasakan.
Bising, Riuh sering menghampri setiap aktivitasku
Kadang aku heran disetiap ku ada diperjalan
Dikota yang penuh dengan sesak kendaraan
Penuh dengan polusi asap.
Kutatap banyak orang begitu cepat
Cepat melajukan kendaraan
Tampa menghiraukan diri sendiri
Apalagi menghiraukan orang sekeliling
Kadang ku bertanya
Apa yang mereka kejar
Apa yang mereka inginkan
Ketika Azan berkumandang
Jarang orang lari secepat kilat
Seperti saat mereka mengendarai kendaraan
Ketika suara azan terdengan ditelingga
Jarang dan sedikit dari mereka yang mendengar panggilan
Panggilan Yang Maha Kuasa
Untuk selalu taat Padanya
Padahal…
Jika mereka sadar
Hidup ini hanya sementara
Kepastian hanyalah Kematian
Tampa Harta dan Tahta,
[15/2 21.16] Sim Chung Wei Mr: jadi binggng pilih yg mana nih 3 pemenangnya
[15/2 21.17] E Hasanah Mrs: Ini juga kerennn bunda, jadi emut wae abdi. Kin tepang deui di Jogja ya, insya Allah.
[15/2 21.18] E Hasanah Mrs: Tuh kan benar, puisi Elok luar biasa indah.
[15/2 21.19] Sim Chung Wei Mr: Pasir di dahi
karya M. Zain Widodo
Perjalanan panjang hidup kulalui
Sekedar mampir untuk minum
Dahaga hilang terobati sejenak
Tak terbendung rasa hati ingin bersujud
Lama aku sujud tanpa alas
Banyak pasir di dahi
Sebagai bukti sujud pada Ilahi
[15/2 21.20] E Hasanah Mrs: Insya Allah impiannya cepat terwujud. Ini tulisannya sudah bagus. Tinggal mengumpulkan dan dibukukan.
[15/2 21.20] Sim Chung Wei Mr: ayo Bunda mau ada closing statment dulu
[15/2 21.21] E Hasanah Mrs: Waw Elok benar-benar keren ini. Terima kasih ya 2 puisi akrostik nya.
[15/2 21.21] LELY SURYANI: Bunda @E Hasanah Mrs ...
Hehee...
Ini puisi tak bermakna.
😂😂
[15/2 21.22] E Hasanah Mrs: Wah ini calon penulis produktif nih. Tetap di komunitas ya.
[15/2 21.25] E Hasanah Mrs: Wah sy ikut terbawa bersedih ini. Puisinya bagus Miss.
[15/2 21.25] Emutwae: Asyiiik InsyaAllah tepang deui bunda di jogja🙏
[15/2 21.30] E Hasanah Mrs: Oh iya, saya closing statement dulu ya. Terima kasih untuk semuanya terutama bapak ibu hebat. Saya merasa mengajarkan terbang ke burung atau mengajar renang ke ikan. Betapa bahagianya saya, karena yakin akan banyak penulis yang muncul dari kegiatan ini, yang akhirnya akan mendongkrak literasi. Literasi negeri akan bangkit.
[15/2 21.32] E Hasanah Mrs: Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan ya. Puisi2nya mohon dikumpulkan ya Koko. Terima kasih atas segala perhatiannya.
[15/2 21.32] Sim Chung Wei Mr: iya bunda, bagus2 diksi nya
[15/2 21.33] Sim Chung Wei Mr: Terima kasih Untk Bunda E. Hasana yang sudah memaparkan materi tentang Penulisan puisi malam ini.
Terima kasih juga untuk OmJay dan smeua Tim Solid OmJay yang selalu kompak
Terima kasih untuk peserta KBMN 28 yang masih terus antusias
Mohon maaf atas kekurangan dan kesalahan
[15/2 21.33] Sim Chung Wei Mr: Saya Sim Chung Wei undur diri dari kelas malam ini.
[15/2 21.34] Sim Chung Wei Mr: group akan saya buka kembali
[15/2 21.35] Dail Mr. Alser: F1 segera balapan resume
[15/2 21.35] Sim Chung Wei Mr: PUISI BERCERITA
Kupandangi Pandan wangi
Teringat ketika dulu kita di sini
Duhai Kembara peraih cinta
Masih adakah sedikit rasa pelantun jiwa
Nun, Duhai Kanda
Lihatlah goyang rumput berdendang di halaman
Sembuhkan hati gulana
Menanti kanda tak pulang jua
Ketika itu Kanda senyum sendu
Menatap bijak seribu sembilu
Aih..., kenapa Kanda tak jua temui
Meski hanya menyapa di mimpi
Kanda, tlah kuikhlaskan kau kembali
Ke Haribaan Maha Suci
Melati kan tetap bersunyi diri
Sampai tiba masa itu kembali
Semarang di Sunyi tak bertepi,
Medio Februari
HARI. Utami
[15/2 21.36] Ahmad Fatch Mr: Menulis Puisi Mengasyikkan
Oleh : Ahmad Fatch
👇Menulis puisi mengasyikkan
👇Ungkapan makna yang tersirat di dalam dada, dapat kita ungkapkan dalam untaian kata
👇Dengan bentuk bait-bait dan larik-larik yang indah
👇Mewakili ungkapan hati dengan makna
👇Menulis puisi sangat mengasyikkan
👇Kutulis puisi ini sebagai makna di dalam jiwa
Melahirkan deretan untaian kata
👇Berbaris dalam keniscayaan yang nyata
👇Menulis puisi memang mengasyikkan
👇Indah nian rangkaian makna
Dapat mewakili perasaan di dalam dada
👇Bahkan terkadang perasaan jiwa dapat diungkapkan dengan baris-baris kata
👇Menulis puisi sungguh mengasyikkan
👇Indah berbagi di dalam kata
👇Dengan makna-makna tersembunyi ditampilkan dalam baris-baris cinta
👇Dirangkai dengan kata indah mempesona
👇Menulis puisi mengasyikkan
👇Sangat mengasyikkan
👇Memang mengasyikkan
👇Sungguh mengasyikkan
Bekasi, 15 Februari 2023
[15/2 21.36] +62 898-0910-211: Puisi
Ngelangutkan Jiwa
Semilir angin mendesah lirih
sayup sayup terdengar di telinga
jeritan hati terhampar nyata
menanti impian yang tak teraih
Yang tersisa hanya wajahmu
disudut relung hati sanubari
Dan sejumput kisah luka
yang bersemayam di kalbu
Wahai hati yang rapuh
kuatkah menanggung lara dikalbu
hanya isak tertahan lirih
dihamparan sajadah jatuh tersungkur
Ya ilahi...
Kuatkan hati ini
biar bisa berdiri
diatas kaki lemah ini
Kota hujan,
15 Februari 2023
Endang Ratna Juwita
[15/2 21.36] +62 898-0910-211: maaf ketinggalan judulnya🙏
[15/2 21.36] +62 823-3072-1813: Yang pertama, sudah beberapa kali digeser.
He, he, He...
[15/2 21.37] mcandra1840 Mr: Bang dail mohon di susun resume nya biar kaga tumpang tindih...cape ngetiknya
[15/2 21.44] Sim Chung Wei Mr: Semangat Menulis
Karya : Sim Chung Wei
Meski angan terbuai dalam diksi
keindahan kata tiada akhir
tak lupa mengisi persensi
meski malam ini kelas telah berakhir
Jiwaku kini merindu
bertemu, pererat silaturahmi
satu kelas yang seru
meski malam sudah bersemi
Mataku mengajakku rebah
namun semangatku tetap menyala
memberi harapan cerah
untuk menjadi jembatan cakrawala
Jakarta, 15 Februari 2023
[15/2 21.46] +62 812-8235-4005: Cinta dan Cemburu
Oleh Teguh Wiyono
Jangan kau katakan cinta kalau tak ada rindu
Jangan kau katakan rindu kalau tak ada cemburu
Dalam Cinta itu ada rindu
Dalam Rindu itu ada cemburu
Cinta ungkapan rasa dalam hati
Rindu wujud cinta dalam kalbu
Jika cintamu tak ada rindu
Boleh jadi cintamu semu
Rindu ungkapan rasa, karna tak bertemu
Cemburu, rasa cinta berbalut rindu
Dalam cinta itu ada rindu
Dalam rindu itu ada cemburu
Tak usah jengah ungkapkan cinta
Tak perlu malu ungkapkan rindu
Dalam cinta itu ada rindu
Dalam rindu itu ada cemburu
******
[15/2 21.47] +62 812-8235-4005: Kalo ini puisi apa bukan ya bu 🙏 asal nulis bu mohon dikomen kalo g tega komen digroup.japri ajah 😀😀😀🙏
[15/2 21.36] Ahmad Fatch Mr: Menulis Puisi Mengasyikkan
Oleh : Ahmad Fatch
👇Menulis puisi mengasyikkan
👇Ungkapan makna yang tersirat di dalam dada, dapat kita ungkapkan dalam untaian kata
👇Dengan bentuk bait-bait dan larik-larik yang indah
👇Mewakili ungkapan hati dengan makna
👇Menulis puisi sangat mengasyikkan
👇Kutulis puisi ini sebagai makna di dalam jiwa
Melahirkan deretan untaian kata
👇Berbaris dalam keniscayaan yang nyata
👇Menulis puisi memang mengasyikkan
👇Indah nian rangkaian makna
Dapat mewakili perasaan di dalam dada
👇Bahkan terkadang perasaan jiwa dapat diungkapkan dengan baris-baris kata
👇Menulis puisi sungguh mengasyikkan
👇Indah berbagi di dalam kata
👇Dengan makna-makna tersembunyi ditampilkan dalam baris-baris cinta
👇Dirangkai dengan kata indah mempesona
👇Menulis puisi mengasyikkan
👇Sangat mengasyikkan
👇Memang mengasyikkan
👇Sungguh mengasyikkan
Bekasi, 15 Februari 2023
[15/2 21.36] +62 898-0910-211: Puisi
Ngelangutkan Jiwa
Semilir angin mendesah lirih
sayup sayup terdengar di telinga
jeritan hati terhampar nyata
menanti impian yang tak teraih
Yang tersisa hanya wajahmu
disudut relung hati sanubari
Dan sejumput kisah luka
yang bersemayam di kalbu
Wahai hati yang rapuh
kuatkah menanggung lara dikalbu
hanya isak tertahan lirih
dihamparan sajadah jatuh tersungkur
Ya ilahi...
Kuatkan hati ini
biar bisa berdiri
diatas kaki lemah ini
Kota hujan,
15 Februari 2023
Endang Ratna Juwita
[15/2 21.36] +62 898-0910-211: maaf ketinggalan judulnya🙏
[15/2 21.36] +62 823-3072-1813: Yang pertama, sudah beberapa kali digeser.
He, he, He...
[15/2 21.37] mcandra1840 Mr: Bang dail mohon di susun resume nya biar kaga tumpang tindih...cape ngetiknya
[15/2 21.44] Sim Chung Wei Mr: Semangat Menulis
Karya : Sim Chung Wei
Meski angan terbuai dalam diksi
keindahan kata tiada akhir
tak lupa mengisi persensi
meski malam ini kelas telah berakhir
Jiwaku kini merindu
bertemu, pererat silaturahmi
satu kelas yang seru
meski malam sudah bersemi
Mataku mengajakku rebah
namun semangatku tetap menyala
memberi harapan cerah
untuk menjadi jembatan cakrawala
Jakarta, 15 Februari 2023
[15/2 21.46] +62 812-8235-4005: Cinta dan Cemburu
Oleh Teguh Wiyono
Jangan kau katakan cinta kalau tak ada rindu
Jangan kau katakan rindu kalau tak ada cemburu
Dalam Cinta itu ada rindu
Dalam Rindu itu ada cemburu
Cinta ungkapan rasa dalam hati
Rindu wujud cinta dalam kalbu
Jika cintamu tak ada rindu
Boleh jadi cintamu semu
Rindu ungkapan rasa, karna tak bertemu
Cemburu, rasa cinta berbalut rindu
Dalam cinta itu ada rindu
Dalam rindu itu ada cemburu
Tak usah jengah ungkapkan cinta
Tak perlu malu ungkapkan rindu
Dalam cinta itu ada rindu
Dalam rindu itu ada cemburu
******
[15/2 21.47] +62 812-8235-4005: Kalo ini puisi apa bukan ya bu 🙏 asal nulis bu mohon dikomen kalo g tega komen digroup.japri ajah 😀😀😀🙏
Rindu Tak Berujung
By. Rahmawati S
Malam begitu sunyi sepi terasa
Gelap gulita tiada rupa
Hampa terasa dunia
Aku teringat sosok ibunda
Terbaring kaku disana
Hanya doa kupanjatkan
Semoga beliau tenang di bawah bunga kamboja
Hari demi hari berlalu
Rindu itu tetap menggebu
Tak lekang termakan waktu
Oh ibu kau selalu ada di hatiku
Sampai waktu kelak bertemu
Lombok, 15 Februari 2023
Maaf malam tadi tidak bisa sampai selesai menyimak materi karena sakit kepala 🙏
Mau ikut setor puisinya juga walaupun telat. Karena saya guru geografi jadi puisinya masih berkaitan dengan geografi juga
Kiamatkah Ini?
Oleh Dewi Indria, S.Si
Rintik hujan nimbustratus
Gemuruh gelegar cumulusnimbus
Siklon berputar bergerak menghempas
Elnino datang keringkan bumi kerontang tandus
Bumi terguncang gerakkan lempeng divergen
Vulkano bergetar muntahkan lava dan gas beracun
Stunami menerjang bumi terhempaskan
La Nina datang banjir menenggelamkan
Apa gerangan yang terjadi?
Apakah kiamat telah datang menghampiri?
Akankah ini hanya sebuah mimpi?
Atau memang kiamat yang datang tak permisi?
Manusia merintih memilu sedih
Menangis pilu bermandi peluh
Mencekam raga tak tentu arah
Mengharap pertolongan Maha Pengasih
Maaf malam tadi tidak bisa sampai selesai menyimak materi karena sakit kepala 🙏
Mau ikut setor puisinya juga walaupun telat. Karena saya guru geografi jadi puisinya masih berkaitan dengan geografi juga
Kiamatkah Ini?
Oleh Dewi Indria, S.Si
Rintik hujan nimbustratus
Gemuruh gelegar cumulusnimbus
Siklon berputar bergerak menghempas
Elnino datang keringkan bumi kerontang tandus
Bumi terguncang gerakkan lempeng divergen
Vulkano bergetar muntahkan lava dan gas beracun
Stunami menerjang bumi terhempaskan
La Nina datang banjir menenggelamkan
Apa gerangan yang terjadi?
Apakah kiamat telah datang menghampiri?
Akankah ini hanya sebuah mimpi?
Atau memang kiamat yang datang tak permisi?
Manusia merintih memilu sedih
Menangis pilu bermandi peluh
Mencekam raga tak tentu arah
Mengharap pertolongan Maha Pengasih
[16/2 17.24] +62 877-3778-7688: SELALU BERGERAK
Karya : devi zainyliany
Kami guru penggerak
Terinspirasi dari konsep gerak benda
Berpindah posisi hingga energi potensial menjadi energi kinetik.
Maka kami bertekad berpindah posisi dari tidak tahu menjadi tahu
Dari sudah tahu menjadi lebih tahu
Dari kurang baik menjadi baik
Dari baik menjadi lebih baik
Dari potensi menjadi karya nyata.
Kami adalah guru penggerak
Terinspirasi dari bumi yang selalu berputar pada porosnya
Dari benda langit yang selalu bergerak pada lintasannya
Hingga tercapai keseimbangan kehidupan
Maka kami bertekad
Selalu melakukan pergerakan dalam jalurnya untuk mencapai keseimbangan peradaban manusia.
Kami adalah guru penggerak
Terinspirasi dari siklus air
Dari laut kembali ke laut, berubah wujud untuk manfaat bagi kehidupan.
Maka kami bertekad apapun peran kami sebagai warga sekolah, warga masyarakat dan warga negara, kami harus selalu memberikan manfaat untuk keluarga, masyarakat, bangsa, agama dan negara.
Kami adalah guru penggerak
Yang menjadi agen perubahan menuju kebaikan
Menjadi agen pembelajar yang menularkan keilmuan
Menjadi agen pendidik yang menumbuhkan karakter.
Kami adalah guru penggerak
Walaupun di penghujung usia
Tak lagi nadi berdenyut
Tak lagi jantung berdetak
Namun amal jariyah kami semoga tetap bergerak menggapai JannahNya
Bekasi, 5 Desember 2022
[16/2 19.17] +62 857-3631-9082: Hujan
Hujan...
Tetesan airmu sangat kunantikan,
Mengisi relung hati yang sepi,
Keberkahan dan kebaikan kuharapkan,
Berharap bisa menyirami sanubari.
Hujan....
Hadirmu tak bisa ku pastikan,
Sepanjang waktu engkau memberi salam.
Kadang medung, panas, dan hujan,
Tetesanmu membawa kesejukan untuk alam.
Hujan...
Jiwa jiwa kering, kosong tersegarkan,
Hijau damai memberikan warna,
Tetesan airmu kian menyejukan,
Memberikan bekas penuh makna.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar