Rabu, 15 Februari 2023

 










Kita, adalah dua hati yang sudah enggan bertegur harap dalam janji. 

Kita adalah tiga kata     'Aku Sayang Kamu' yang membisu dalam sepi. 

Dan.... 

*K. I. T. A* adalah empat huruf yang tak bisa dipersatukan kembali.

Puisi adalah bahasa hati yang paling jujur. Saat kita gembira kita tuangkan rasa berbinar dan berbunga. 
Saat kita bersedih, semua huruf yang tertuang seolah kuyu dan sendu. 

Tapi... Saya tak pandai menulis puisi. 

Hemmm, siapa bilang??? 
Puisi itu semudah kita curhat bersama bestie. Curhat tentang rasa yang berwarna-warni. Hanya tinggal kita ganti, curhat melalui goresan. Yaa, goresan yang memiliki rasa. 

Ayooo, kita berlatih curhat dalam puisi dikelas KBMN malam ini... 
Stay tune di sini... 👍🏻


::::::::::::::



Pleyer disini


[15/2 10.35] +62 838-2093-1119: Haduh berpuisi ya....jadi ingat masa muda kalo pas lagi jatuh cinta laksana pujangga anyaran, kalo lagi galau g ketulungan galaunya 🤣🤣🤣🤣🤣
[15/2 10.36] Widya AlthaBisma: Mantap, yuuuk jangan galau aja. Lebih baik tuang galau Anda dalam goresan bermakna.
[15/2 11.24] Wijaya Kusumah: Kita, adalah dua hati yang sudah enggan bertegur harap dalam janji. 

Kita adalah tiga kata     'Aku Sayang Kamu' yang membisu dalam sepi. 

Dan.... 

*K. I. T. A* adalah empat huruf yang tak bisa dipersatukan kembali.

Puisi adalah bahasa hati yang paling jujur. Saat kita gembira kita tuangkan rasa berbinar dan berbunga. 
Saat kita bersedih, semua huruf yang tertuang seolah kuyu dan sendu. 

Tapi... Saya tak pandai menulis puisi. 

Hemmm, siapa bilang??? 
Puisi itu semudah kita curhat bersama bestie. Curhat tentang rasa yang berwarna-warni. Hanya tinggal kita ganti, curhat melalui goresan. Yaa, goresan yang memiliki rasa. 

Ayooo, kita berlatih curhat dalam puisi dikelas KBMN malam ini... 
Stay tune di sini... 👍🏻
[15/2 11.36] +62 812-3768-677: Rembulan Enggan tuk menyapa siang ini..
Rupanya kabut tengah menyelimutinya  ..Senyum merekahnya gak nampak besti .
Cucuran air bening sudah mulai turun ke bumi..rumput dan bunga di taman tertawa slalu..sejuk di  rasa ,jiwa tenang mengingatMu.. 😊🙏🙏
[15/2 18.49] Sim Chung Wei Mr: Kita, adalah dua hati yang sudah enggan bertegur harap dalam janji. 

Kita adalah tiga kata     'Aku Sayang Kamu' yang membisu dalam sepi. 

Dan.... 

*K. I. T. A* adalah empat huruf yang tak bisa dipersatukan kembali.

Puisi adalah bahasa hati yang paling jujur. Saat kita gembira kita tuangkan rasa berbinar dan berbunga. 
Saat kita bersedih, semua huruf yang tertuang seolah kuyu dan sendu. 

Tapi... Saya tak pandai menulis puisi. 

Hemmm, siapa bilang??? 
Puisi itu semudah kita curhat bersama bestie. Curhat tentang rasa yang berwarna-warni. Hanya tinggal kita ganti, curhat melalui goresan. Yaa, goresan yang memiliki rasa. 

Ayooo, kita berlatih curhat dalam puisi dikelas KBMN malam ini... 
Stay tune di sini... 👍🏻
[15/2 18.57] Wijaya Kusumah: mohon izin wa group omjay tutup dulu
[15/2 18.58] Sim Chung Wei Mr: terima Kasih OmJAy
[15/2 18.58] Wijaya Kusumah: selamat bertugas pak sim
[15/2 18.59] Sim Chung Wei Mr: siap, terima kasih OMJAy
[15/2 19.00] Sim Chung Wei Mr: waduh, maaf caps lock nya tertekan
[15/2 19.01] Sim Chung Wei Mr: Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Shalom, Om Swastiastu, Namo Budaya, Salam Kebajikan.
Selamat Sejahtera bagi kita semua
[15/2 19.01] Sim Chung Wei Mr: Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat wal'afiat, diberikan kemudahan dan dilancarkan urusan kita agar bisa menginspirasi dengan berbagi ilmu yang bermanfaat.. Aamiin.
[15/2 19.02] Sim Chung Wei Mr: Marilah kita buka kegiatan malam ini dengan sejenak berdoa,  agar ilmu yang didapat malam hari ini bermanfaat dan berkah untuk kita semua.
[15/2 19.02] Sim Chung Wei Mr: Berdoa mulai
[15/2 19.03] Sim Chung Wei Mr: Berdoa selesai
[15/2 19.03] Sim Chung Wei Mr: sat pantun dari saya
[15/2 19.03] Sim Chung Wei Mr: Malam-malam ke pasar baru
bertemu abang polisi
Malam ini dapat materi baru
bagaimana menulis puisi
[15/2 19.04] Sim Chung Wei Mr: Adapun agenda kegiatan malam ini:

1. Pembukaan

2. Paparan Materi

3. Tanya Jawab

4. Penutup
[15/2 19.05] Sim Chung Wei Mr: Bapak ibu peserta KBMN Gel 28 yg berbahagia. 
Perkenalkan saya Sim Chung Wei, salah satu dari Tim Solid Omjay (TSO) yang biasa disapa Koko Sim. 
Saya, sama spt bapak ibu.
Dulunya juga peserta Kelas Menulis di gelombang 26. Belum berbeda jauh dengan bapak Ibu sekalian. Malam ini saya kana menemani Bapak Ibu dalam MAteri Menulis Puisi.
[15/2 19.06] Sim Chung Wei Mr: Puji Tuhan ... dengan rutin mengikuti kegiatan, dan bimbingan para mentor,  untuk terus menyelesaikan resume on time, saling blog walking memberi semangat, dan belajar mempraktekan mantra dari omJay menulis setiap hari. Akhirnya, saya pun dinyatakan lulus tahun lalu.
[15/2 19.07] Sim Chung Wei Mr: Buku pertama saya berjudul "Menulis itu Menyenangkan" sebelumnya saya terlibat dalam  6 judul buku antologi, sebelum akhirnya berhasil menerbitkan bku solo. Bagi saya antologi-antologi yang di fasilitasi oleh KBMN ini menjadi batu loncatan untuk saya menulis buku solo.
[15/2 19.07] Sim Chung Wei Mr: Tiga dari 6 antologi yang dimana saya ikuti merupakan antologi puisi.
[15/2 19.09] Sim Chung Wei Mr: Mungkin sampai disini dlu perkenalsan saya, mari kita lanjutkan untuk berkenalan dengan bintang yang bersniar pada malah hari ini, tak lain dan tak bukan  Ibu Dr.Hj. E. Hasana, M.Pd.
[15/2 19.10] Sim Chung Wei Mr: Untuk mengenal lebih dekat, siapa belia yang luar biasa ini, mari kita simak profil beilau : https://hasanahhalima.blogspot.com/2023/02/profil-e-hasanah.html
[15/2 19.15] Sim Chung Wei Mr: Luar biasakan perjalanan hidup dan pengalaman, serta prestasinya. Bunda Hasanah saya yang sudah luar biasa tetap menulis di blog.   Dengan demikian jika kita gunakan mesin pencari sepeti google kita dapat menemukan nya.
[15/2 19.15] Sim Chung Wei Mr: 15 menit sudah berlal, saya persilahkan Bunda untuk memaparkan materi pada malam hari ini, tentang *Menulis Puisi*
[15/2 19.16] Sim Chung Wei Mr: para peserta yang semangat luar biasa sudah tidak sabar
[15/2 19.16] E Hasanah Mrs: Terima kasih Koko Sim🙏
[15/2 19.17] E Hasanah Mrs: Assalamualaikum wr Wb
Selamat malam Bapak/ibu Hebat. Perkenalkan saya ibu Hasanah. Malam ini kita akan berdiskusi tentang menulis puisi. Sebelumnya saya haturkan terima kasih kepada Om Jay founder KBMN PGRI, Bu Kanjeng, pak Brian, dan semua tim solid KBMN atas kepercayaannya. Mohon maaf sebelumnya saya sebenarnya bukan expert dalam puisi, hanya *penyuka* puisi saja dan  ingin bertukar pengalaman dengan ibu bapak hebat semua. Saya sama seperti bapak ibu yang belajar menulis dari KBMN gelombang 18.
[15/2 19.19] E Hasanah Mrs: Koko saya langsung sj ke materi ya?
[15/2 19.19] Sim Chung Wei Mr: silahkan Bunda
[15/2 19.19] Sim Chung Wei Mr: saya juga jadi menyukai puisi setelah mengikuti materi dari Bunda pada KBMN 26
[15/2 19.21] E Hasanah Mrs: Iya, terima kasih Koko. Sy melihat sebelum berdiskusi tentang puisi juga ibu/bapak sudah banyak yg upload puisi di link blognya
[15/2 19.22] Sim Chung Wei Mr: iya Bunda, memang keren2 peserta KBMN 28  ini
[15/2 19.22] Sim Chung Wei Mr: semoga dengan materi dari Bunda malam ini, mereka bisa lebih luar biasa lagi




[15/2 19.22] E Hasanah Mrs: Mulai materi ya🙏
[15/2 19.23] E Hasanah Mrs: Pasti, di gelombang yg lalu bisa jadi buku antologi lho.
[15/2 19.24] Sim Chung Wei Mr: wah, BUnda sdah kasih kode nih, Peserta KBMN 28 siap kan?



[15/2 19.24] E Hasanah Mrs: Ini pengertian puisi yang saya kutip dari sumber nya ya.
[15/2 19.26] Sim Chung Wei Mr: silahkan dicermati
[15/2 19.26] Sim Chung Wei Mr: Jika ada pertanyaan, 
Pada sesi tanya jawab nanti, Pertanyaan bisa langsung japri saya (Sim Chung Wei) di nomor: 082152687373
[15/2 19.28] Sim Chung Wei Mr: lanjut bunda






[15/2 19.29] E Hasanah Mrs: Ini struktur puisi, ada baris atau larik, ada bait dan lainnya. Boleh disimak dulu.
[15/2 19.30] E Hasanah Mrs: Jenis puisi secara umum ada dua jenis; puisi lama dan puisi baru.






Ini ciri-ciri puisi lama dan puisi baru.




Pantun termasuk jenis puisi lama ya. Senang juga ini belajar pantun nanti.



[15/2 19.38] E Hasanah Mrs: Ini ciri-ciri puisi baru.

[15/2 19.42] E Hasanah Mrs: Sebetulnya menulis puisi itu sekarang mengikuti perkembangan dan perubahan bentuk dan isi sesuai perkembangan selera. Apalagi untuk pemula, nulis saja menggunakan kata-kata atau diksi yang enak di hati.

[15/2 19.43] Sim Chung Wei Mr: wah, termasuk puisi kontemporer yah Bun?

[15/2 19.43] Sim Chung Wei Mr: yang tidak terlalu terikat dengan kaidah penulisan puisi

[15/2 19.44] E Hasanah Mrs: Iya, Penekanan pada segi estetika dan penggunaan diksi, Rima, majas itu akan mempengaruhi keindahan puisinya.

[15/2 19.46] E Hasanah Mrs: Iya, Ko. Sekarang macam-macam puisinya. Ada puisi akrostik, puisi patidusa, puisi telelet, puisi 2.0 dan lainnya. Pokoknya menantang dech bagi penyuka puisi seperti saya.

[15/2 19.46] Sim Chung Wei Mr: jadi ada hala2 yang perlu diperhatikan akan nilai estetikanya  muncul yah Bun

[15/2 19.46] E Hasanah Mrs: Iya betul.

[15/2 19.48] E Hasanah Mrs: Oh ya kalau mau contoh2nya bisa dilihat ya di buku kumpulan puisi ini.

[15/2 19.49] Sim Chung Wei Mr: kumpulan Puisi terbaru yah Bunda?




[15/2 19.51] E Hasanah Mrs: Ini buku puisi yang baru terbit, versi ISBN dan QRCBN ada juga.

[15/2 19.51] E Hasanah Mrs: Iya Ko.

[15/2 19.51] Sim Chung Wei Mr: keren luar biasa Bunda

[15/2 19.52] E Hasanah Mrs: Sy kasih hadiah dech untuk 3 orang yang bisa menaklukkan tantangan ya.

[15/2 19.53] E Hasanah Mrs: Atau sy kasih buku lainnya, oh ya dari hasil belajar di kls KBMN ini sy sudah menghasilkan 2 buku solo dan 78 buku antologi lho.

[15/2 19.54] E Hasanah Mrs: Senangnya gabung di buku antologi sy. Biar bisa bareng2 dengan karya sahabat2 KBMN.

[15/2 19.54] Sim Chung Wei Mr: wah ada hadiah nih 3 buku Kumpulan pisi terbaru dari Bunda. Apa yah tantangannya?

[15/2 19.54] LELY SURYANI: Ikuuut...💪💪😂

[15/2 19.55] Sim Chung Wei Mr: Bunda mau kasih tantangan sekarang?

[15/2 19.56] E Hasanah Mrs: Iya, nanti dikasih tantangan ya. Tantangannya membuat puisi bebas saja. Temanya bebas, pokoknya yang ada di hati dikeluarin dengan diksi yang indah.

[15/2 19.56] Sim Chung Wei Mr: wah, bukan hanya perserta ternyat TSo juga semangat kalau ada hadiah buku

[15/2 19.57] E Hasanah Mrs: Hanya sebelumnya Koko, kalau ada pertanyaan dipersilahkan dulu ya.

[15/2 19.57] Sim Chung Wei Mr: siap kita lanjut dengan sesi pertanyaan dulu

[15/2 19.57] Sim Chung Wei Mr: siaap2 mungkin peserta bisa sambil cari2 ide menulis puisi

[15/2 19.58] Sim Chung Wei Mr: ini, sudah ada beberpa pertanyaan Bunda

[15/2 19.58] E Hasanah Mrs: Iya sambil saya menjawab pertanyaan, peserta boleh mengirim puisi dadakannya ya.

[15/2 19.58] Sim Chung Wei Mr: luar biasa antusiaskan pesertanya

[15/2 19.58] Sim Chung Wei Mr: P1

Selamat malam Pak Sim.ijim bertanya kepada Bu Hasanah.


Endang Ratna Juwita,Bogor.

Ijin bertanya:


1.Bagaimana cara menulis puisi yg baik dan benar?

2.Adakah batasan baris puisi seperti pantun?

3.Bagaimana cara mencari istilah atau kata 2 kiasan yang bisa kita pakai untuk membuat puisi agar terdengar lebih tersentuh ?

Terima kasih Bapak dan ibu🙏

[15/2 19.58] DAIL MARUF YASALAM: Rintik hujan di malam yg gelap

Tak surutkan tekadku untuk menangkap

Ilmu puisi ya diberikan dengan lengkap

Semoga kita bisa siap

[15/2 19.59] DAIL MARUF YASALAM: 😍

[15/2 19.59] Sim Chung Wei Mr: cakep

[15/2 20.00] Sim Chung Wei Mr: silahkan Bnda pertanyaan pertama 1

[15/2 20.04] E Hasanah Mrs: J: 

1. Cara menulis yang baik yang sesuai dengan kaidah2 yang disebutkan di atas ya, misalnya memperhatikan diksi, Rima, irama, larik, bait dan lainnya. Sesuai dengan jenisnya 

2. Pantun itu jenis puisi lama Bun. 

3. Cara mencari istilah/kata kiasan itu ... dengan banyak membaca dan bisa buka kamus diksi.

Mudah2an tidak puas, biar kita sama2 belajar bareng ya🙏

[15/2 20.04] E Hasanah Mrs: Keren sohibku👍

[15/2 20.05] Sim Chung Wei Mr: *N*

[15/2 20.05] Sim Chung Wei Mr: P2

Selamat malam, saya Dewi dari Seruyan Kalteng, mau tanya sama bunda bagaimana kiatnya biar kita bisa menulis puisi yang katanya itu bisa indah sehingga rima nya menjadi menarik, karena selama ini saya merasa puisi saya masih kurang menarik dalam pemilihan katanya🙏, apa ada tips dan triknya. Terimakasih bunda🙏

[15/2 20.09] E Hasanah Mrs: J2

Trik yang saya lakukan adalah memilih tema sebagai acuan, menentukan kata kunci, memilih diksi yang tepat, menggunakan Rima atau majas misalnya, terus mengembangkannya dengan rasa/selera estetika kita.

[15/2 20.12] Sim Chung Wei Mr: N

[15/2 20.13] E Hasanah Mrs: Kadang saya kumpulkan kata2 indah dulu Bunda Dewi. Misalnya menemukan kata *Bagaskara* untuk matahari/mentari, *Bimantara* atau langit, misalnya.

[15/2 20.14] Sim Chung Wei Mr: maaf Bunda, saya kira sudah selesai

[15/2 20.15] E Hasanah Mrs: Iya lanjut pertanyaan Ko🙏

[15/2 20.15] E Hasanah Mrs: Atau ada yang sudah masuk puisi tantangannya.

[15/2 20.16] Sim Chung Wei Mr: sudah banyak yg masuk ke saya Bunda Puisinya

[15/2 20.17] E Hasanah Mrs: Pertanyaan dulu saja.

[15/2 20.17] Sim Chung Wei Mr: P3

Saya -Evridus Mangung- Peserta KBMN 28. Pertanyaaan saya: Dalam struktur fisik puisi (unsur wujud puisi disebutkan salah satu point yaitu tentang diksi. Bagaimana cara untuk memilih kata-kata indah dan memiliki kekuatan makna, bu?

[15/2 20.17] E Hasanah Mrs: Nanti Koko kumpulkan puisinya, kemudian pilihkan 3 puisi ya.

[15/2 20.18] Sim Chung Wei Mr: iya bUnda, tolong nanti peserta bisa posting pusinya di group ini setelah say bka , kita selesaikan dulu yah sesi tanya jawabnya

[15/2 20.18] Sim Chung Wei Mr: sepertinya mereka sudah tak sabar ingin memiliki buku kumpulan pUisinya Bunda

[15/2 20.21] E Hasanah Mrs: J3

Diksi itu pilihan kata-kata yang akan kita gunakan dalam puisi, hasil pemilihan secara cermat dengan pertimbangan makna, susunan bunyi, ataupun hubungan kata itu dgn kata2 lainnya dalam larik atau bait.

[15/2 20.23] E Hasanah Mrs: Seperti ini kan terasa indah menggunakan kata *gelap, menangkap, lengkap, siap*

[15/2 20.24] Sim Chung Wei Mr: P4

Ada tamu bernama Pak Kasim,

Makan bersam adengan rendang,

Selamat malam Koko Sim,

Perkenalkan saya Elok Dewi dari 

Padang.


Hari ini begitu gerah,

Lalu Ayah melepaskan dasi,

Senang belajar bersama bunda E Hasanah,

Jangonya menulis dan 

berpuisi.


Pertanyaannya:

Assalammualiakum Bunda E Hasanah . 

Senang belajar bersama bunda. Elok mau bertanya Bun 

bagaimana langkah kita atau cara kita biar puisi kita penuh 

dengan diksi dan majas. Elok suka menulis puisi tapi 

puisinya masih datar Bun mohon krisannya🙏🙏🙏


Daun rambutan 

dan daun selasih 

Sekian dan terima kasih.

[15/2 20.24] Sim Chung Wei Mr: keren kan pertanyaan ada pantunya dulu

[15/2 20.28] Sim Chung Wei Mr: kode malam ini ternyata Krisan yah

[15/2 20.34] E Hasanah Mrs: J4

Salam, Elok yang pintar berpuisi juga. Sudah berapa buku antologi kita tulis puisi bersama. 

Kyknya ini mau nyoba aku nih hi hi hi.

Sy coba jawab dech.

Jika puisinya ingin penuh diksi dan majas ya itu kumpulkan dulu diksinya bisa buka kamus diksi ya. Perhatikan irama atau bunyi diksinya, kadang aku memilih kata yg sulit dipahami pembaca hi hi hi. Mencari kata dgn mengacu pada sumber terpercaya dan baku, atau diksi yg sering digunakan penyair, terus mengembangkan puisinya.

[15/2 20.35] Sim Chung Wei Mr: N

[15/2 20.35] Sim Chung Wei Mr: Assalamu alaikum wr wb

Ibu Samsinar_Jakarta

Izin bertanya.

Dalam membuat puisi kita harus memperhatikan nilai estetik 

dan diksi dalam puisi agar indah dan enak dibaca.

Bagaimana 

cara/tips dalam menentukan diksi yang tepat dalam puisi?

Terima kasih

[15/2 20.37] Sim Chung Wei Mr: P5

[15/2 20.40] Sim Chung Wei Mr: sepertinya pertanyan ke-5 ini hampir sama kan yang Bun dengan sebelumnya

[15/2 20.41] E Hasanah Mrs: J5

Cara menentukan diksi yang tepat dalam puisi itu harus memperhatikan *ketepatan kata dengan maknanya, kebenaran, kecermatan, keserasian kata, dan kelaziman digunakan dalam puisi* Sebenarnya diksi yang tepat itu ya kata yg sesuai dan mengikuti kaidah bahasa.

[15/2 20.44] Sim Chung Wei Mr: P6

Farida dari Musi Rawas


Assalamualaikum Bunda 🙏 selamat malam 

Koko SIM 🙏

Saya juga penikmat puisi, saya suka puisi baru yg 

tidak terikat bait dan baris, namun tetap memperhatikan 

diksi, majas dan estetika.

Pertanyaan saya, apakah yang 

dimaksud dengan estetika pada puisi? Contohnya? 

Terima kasih 

🙏

[15/2 20.45] E Hasanah Mrs: Koko waktunya tinggal 15 menit lgi, buka sj gemboknya, biar kita nikmati puisi2 dari ibu bapak ya. Pertanyaannya diinventarisir ya.

[15/2 20.48] Sim Chung Wei Mr: siap Bunda

[15/2 20.49] Sim Chung Wei Mr: Silahkan posting puisi spontan rekan -rekan

[15/2 20.49] +62 898-0910-211: Puisi


Semilir angin mendesah lirih

sayup sayup terdengar di telinga

jeritan hati terhampar nyata

menanti impian yang tak teraih


Yang tersisa hanya wajahmu

disudut relung hati sanubari

Dan sejumput kisah luka

yang bersemayam di kalbu


Wahai hati yang rapuh

kuatkah menanggung lara dikalbu

hanya isak tertahan lirih

dihamparan sajadah jatuh tersungkur


Ya ilahi...

Kuatkan hati ini

biar bisa berdiri

diatas kaki lemah ini


Kota hujan,

15 Februari 2023

Endang Ratna Juwita

[15/2 20.49] Sim Chung Wei Mr: Group saya buka

[15/2 20.49] +62 895-0310-1305: Genta Literasi

Karya Rismalasari


Gelanggang literasi telah dibuka

Endapan gagasan biar membuncah

Nantikan karya spekta

Titik balik pencapaian 

Ada dan tiada dirimu yang tentukan 


Lihatlah semua sedang berpacu

Inspirasi dan motivasi hadirkan nyawa

Tetapkan hati terus berkarya 

Enyahkan keraguan 

Raih kemenangan dengan karya nyata

Asa mu harus diwujudkan 

Sesuatu yang berasal dari mimpi 

Inspirasi terindah jadi Genta literasi 


#puisi akrostik

Bandung, 8 februari 2023

[15/2 20.49] +62 823-7776-2028: *TINGGAL NAMA*

Karya: Farida Lisanti


Makan buah simalakama

Mendulang garam termakan asam

Dalam jantung mengorek luka

Pilih ibu, ayah tenggelam


Tanpa gumaman tanpa pesan 

Tinggal sepenggal sakral diucap

Hilang waktu hilang kesan

Hajat tak terlaksana sudah menancap


Senyum bisa terlintas 

Tapi batin tak terima

Hati tertambat hanya seutas

Hilang nyawa tinggal nama


Biarlah haru kini menderu

Biarlah hitam kini tenggelam

Yang merona biarlah biru

Masa lalu biarlah kelam


Lah kepalang buah kepayang 

Dimakan mabuk dibuang sayang  

Jangan ragu jangan bimbang

Kirim doa yang telah hilang

[15/2 20.50] +62 821-7159-1055: Air Mata


Kutahu persahabatan di antara kita begitu indah 

Seindah pelangi di angkasa 

Membias rona di saat ada rasa

Kutahu rindu itu tak bisa dikhianati 

Walau waktu terus merayap mesra

Mengukir relung kalbu tak tertawar harga

Jauh itu pasti

Sahabat selalu di hati

Biarlah mutiara menyusuri pipi yang jelita

Sebagai suatu bukti kita pernah sama merajut asa


Rustia Warnida


🥰🥰🥰

[15/2 20.50] ED Evridus Mr: *Kuiklaskan dirimu pergi*

Sudah beberapa kali kita di bawah empat mata

Membicarakan hubungan yang tak pernah terurai

Selalu kusut merangkai

Terkadang tak tesambung dalam beberapa waktu

Lantas terkait kembali

Kuikhlaskan dirimu pergi sekarang

Kuharap engkau mengambil keputusan yang bijak

Apakah kita melanjutkan perjalanan ini

Dengan segala kekusutan yang tidak pernah terusai habis

[15/2 20.50] +62 812-1071-2990: Penantianku 


Senja telah berlalu

Matahari telah bersembunyi di balik langit malam

Bintang malu untuk menunjukkan wajahnya

Bulanpun enggan untuk mengintip

Malam ini .....sunyi

Jiwaku mengolah rasa untuk esok pagi

Membayangkan apa yang akan terjadi

Seolah hati ini penuh rasa 

Menanti sebuah jawaban yang pasti

Harapan cerah di masa mendatang

Doapun kupanjatkan

Hanya kepada Allah saja aku serahkan

Segala harapan dan impian

Semoga Tuhan mendengar 


Elizabeth Kanserita

Jakarta Barat

[15/2 20.50] +62 812-5972-3641: TERAS SENJA 

oleh: Moh. Ali Husni


Senja temaram di ufuk barat 

Terduduk di teras kunikmati senja 

Ditemani candi ala memerah redup

Menapak senja berganti petang 


Sayup kudengar panggilan Sang Maha 

Memanggil menggema bersautan 

Dari penjuru barat hingga timur 

Dari penjuru utara hingga selatan 


Sayup suara celoteh anak bersautan

Terdengar dari corong surau tua 

Di ujung jalan terjal tak beraspal

Sepi penghuni ramai binatang malam 


Kupaksakan kakiku melangkah 

Menelusuri jalan terjal tak beraspal 

Mencari celoteh anak bersautan 

Memenuhi panggilan-Mu mengharap ridho-Mu

[15/2 20.50] Emutwae: Mutmainah


 *Bersimpuh dalam doa* 


Larung dalam balutan dosa

Senandika meronta

Memohon ampunan sang Maha Kuasa


Disaat lembayung tertatih, aku dalam kubangan kelam

Hara laksana cahaya terangi malam

Butiran dosa tenggelam

Berbaur menjadi bait bait doa terdalam. 


Saat dalu kubersimpuh 

Mengadu Amarta penuh peluh

Melangitkan segala rasa gundah

Berharap yang Esa memberi kasih

Kembali padaNya penuh kinasih


Cipanas 15 Februari 23


[15/2 20.50] +62 811-660-766: *Padang*


 _Elok Dewi_


 *P* ertama mengenalmu dikala kita duduk di bangku SMA

 *A* ku menyukaimu karena engkau sahabat yang baik

 *D* irimu selalu memperhatikanku dan selalu mengingatkan akan sholat jika kita berpergian bersama Samagat lainnya

 *A* ku Dan kamu. Kita adalah sahabat karib

 *N* amun seiring waktu berjalan ketika kita sudah menyelesaikan bangku kuliah, ada yang beda dari dirimu, ternyata aku benar. Engkau pun menyatakan kepadaku bahwa engkau ingin menjadi lebih dari sahabatku. Aku pun terpana dan aku pun menggelengkan kepala dan ucapkan engkau adalah teman baikku

 *G* alaupun membersamaimu, lalu engkau menjauhi dari kehidupanku. Ada rasa yang hilang, ada rasa yang hampa dan resah di hati, perhatianmu, kepedulianmu ku rindu. Kerinduan dalam balutan doaku "Jika jodohku pertemukan aku dan jika tidak jauhi aku darinya". Tetiba kau datang ketika ulang tahunku. I feel surprise and happy. So you talk to me that you love me. I was shy and just smile. It's mean that I love you too. Sekarang kau menjadi imamku, ayah dari anak-anakku. Raja di kerajaan samaraku. Together till Jannah. Sehidup sesurga adalah janji kita. Insya Allah Amin Allahumma Amin



#baitijannati

#kerajaansamaraelok

#sehidupsesurga


Padang, 15 Februari 2023.

[15/2 20.50] +62 823-3072-1813: Munjawab puisi tantangan.


*PENULIS*

_By. Kang Khasan_


Menyusun kata membentuk kalimat

Mengeluarkan semua gagasan

Berharap menjadi 

Penulis

Buku

Mahkota impian

Menjadi angan terbesar

Memotivasi setiap jejak langkah.


Biarkan otak bekerja keras

Mencari kata terselip

Untuk menentukan

Tema

Biarkan jemari menari lincah

Mencari kata indah

Dalam menemukan 

Judul.

[15/2 20.50] +62 811-660-766: *E. HASANAH*


 _Elok Dewi_


 *E*  ngkau sangat pandai merangkai kata kat indah menjadi puisi


 *H*  adirmu dalam KBMN malam ini sangat ku nantikan

 *A*  ku sangat mengagumimu

 *S*  angkat menginpirasi pembelajaran darimu

 *A* ku ingin bisa merangkai  puisi sepertimu

 *N*  amun puisiku masih datar karena ku masih belajar

 *A*  da asa yang hebat menyentuh kalbuku setelah belajar darimu

 *H* arapan yang selalu membersamaiku tuk menjadi seorang penulis puisi yang baik, Insya Allah Aamiin.


Padang, 15 Februari 2023

[15/2 20.50] +62 822-4368-4034: Niat Berilmu


Sepinya malam menemaniku

Mencari ilmu yang baru

Baru ketemu di malam syahdu

Bersama ibu Hasanahku


Kawan hatiku semakin memburu

Ingin meraih sesuatu yang baru

Kenapa KBM menjadi pilihanku

Disitu banyak guru berilmu


Bahagia rasa hatiku

Bertemu komunitas yang maju

Selalu ingin menambah ilmu

Agar mampu memajukan negeriku


Sri Rahayu

[15/2 20.50] +62 813-6893-5862: Puisi Untuk Aril

                 By: Miss Ezi

Nak....

Tahukah engkau

Bahwa suaramu mengguncang dunia?

Menggetarkan setiap jiwa 

Yang mendengarnya

Menghapuskan lara

Saat ia menggema


Nak...

Tahukah engkau

Berapa kali sudah 

Harapan ini akan anugrah yang kau punya

Menggaungkan ke setiap rongga udara

Sebagai ucap Syukur Kepada Ilahi

Betapa istimewanya dirimu


Nak...

Tahukah engkau

Ada masa orang percaya

Ada masa orang lupa

Ketika harapan diabaikan

Saat itulah...sukma kan pergi dan menjauh


Nak...

Tahukah engkau

Saat ini aku terluka

Pedih yang tak terbilang

Karena kau 

Telah torehkan

Untuk kesekian kalinya

Padaku

Yang selalu mangharapmu.

[15/2 20.50] E Hasanah Mrs: J6

Waalaikumsalam Bunda Farida, salam kenal ya. Nanti satu buku yuk puisinya🙏🙏

Estetika itu nilai-nilai yang dirasakan indah, bernilai seni jg. Baik dari unsur bahasa, bentuk, ataupun penampilannya. Keindahan yang membentuk satu keutuhan, keselarasan, dan keterpaduan makna. Semisal dalam indahnya puisi jenis telelet.

[15/2 20.50] Helwiyah Mrs. KBMN: Cakeeep 👍


[15/2 20.50] +62 813-2136-8970: Cinta Tak Terkendali


Cinta adalah anugerah Ilahi

Cinta adalah berkah

Cinta adalah kebutuhan

Cinta adalah hawa nafsu


Cinta adalah keinginan atas sesuatu benda

Cinta adalah keinginan atas seseorang


Keinginan memiliki

Keingina mengakui

Keinginan mengeksploitasi

Keinginan karena hawa nafsu


Cinta jadi berkah jika sesuai porsinya

Cinta jadi musibah jika operdosisnya

kecuali cinta kepada sang maha pemilik hati cinta sang khalik


Cita harus sesuai kondisi

Cinta harus sesuai kebutuhan

Cinta harus sesuai situasi

Cinta harus sesuai peruntukan


Cinta terkendali karena hati yang memposisikan sesuai aturan-Nya

Cinta tak terkendali karena hanya mengikuti si hawa nafsu


Wahai hati pemilik cinta

Sungguh engkau penentu, pemilih, penimbang, pemberi cinta

Tetaplah pemilik cinta sejati

Cinta tak terkendali oleh waktu dan kondisi


Semoga hati ini selalu memiliki cinta tak terkendali 

Kepada pemilik jiwa dan raga Allah Maha Memiliki

[15/2 20.51] +62 852-2365-8110: AKU, KAU, TIADA  ...

(Rosjida Ambawani)


Aku, siapa

Kau, siapa 

Aku, kau, bukan siapa-siapa


Aku, tiada ada dan tiada punya

Kau pun, tiada ada dan tiada punya

Kita, aku dan kau, tanpa punya adanya ...

[15/2 20.51] Prihastri Septianingsih Mrs. Makassar: mentari

bersinar menerangi alam

bak lentera di tengah malam

menerangi gelapnya hati yang temaram

[15/2 20.51] +62 823-3072-1813: Kejadian nulis puisi bertepapat waktu menyemak materi.

Maaf jika kurang sopan


Hanya suara tanpa wujud

Semuanya menutup hidung

Sembari berteriak 

Kentut

Bau

Mereka berpaling

Ada diantaranya  melangksh

Membubarkan diri sambil mengumpat

[15/2 20.52] +62 812-3768-677: DUA DELAPAN



Dua delapan sekolahku


Untuk anak anak menuntut ilmu


Amanah dan jujur bapak dan ibu guru


Dengan penuh semangat menggebu gebu


Elok dan indah ciri sekolahku


Lingkungan bersih serta sejuk tak berdebu


Alangkah senangnya hatiku


Pandai dan cerdas generasiku


Antusias kami selalu setiap waktu


Niatan ikhlas tidak pernha jemu.

[15/2 20.52] ED Evridus Mr: terima kasih bund

[15/2 20.52] Pak_Guru_Luthfi: ☝️.... saya suka ini...

[15/2 20.52] +62 853-1387-4461: Malam


Malam untuk kembali kepadamu

Almaku terkunci lagi 

Serayu malam meninggalkan makna

Di dekatmu aku hanya perlu   rasa 

Perlu dama


Malam

Agar tangan kita kembali berpaut.

Percaya dama tak pernah pudar


Malam berwara tiba- tiba

Hanya karena mendengarmu tertawa

Bukankah aku harsamu?


Malam saat kau gata

Aku menjadi milikmu

Tanpa pulasan


Tangerang, 15022023

Ratna Komala Juwita

[15/2 20.54] Sulistiyani Mrs. Madura: *SENIN CERIA*




Secercah harapan menggugah angan


Energi berkolaborasi penuh intuisi


Nirmala cahaya berkelebat penuh canda


Indah penuh aroma kesucian hakiki


Netra menyala membawa asa untuk terus berjaga




Candu rindu terus menjelma


Enyahkan rasa nan trus mendera


Rindu bersama untuk bahagia


Indah bekolaborasi dalam aksi nyata


Apalah artinya kita tanpa bersama dalam riuh barisan kata




by. Soelistijani

KBMN 28

[15/2 20.54] +62 878-6374-4485: Mengenalmu mendatangkan asa

Asa yang senantiasa ku langitkan

Rindu tak bertepi tercurah untukmu

Linangan bulir bening mewakili hatiku

Itulah ketulusanku untukmu

Namun, rindu dan asa tak jua bersua

Akhirnya, takdirlah pemangku segalanya

[15/2 20.54] +62 821-2262-3448: Pelukan Hangat Ibu

Oleh Lesterina Purba


Ibu


Di dalam daksa

Ada rasa enggan di dada

Dekapan hangat tak pernah kurasa

Tiada waktu untuk bercanda tawa


Ibu


Engkau selalu menjauh dan sibuk

Beribu alasan terucap dari bibir

Namun aku tak pernah benci 

Senyuman hangatmu tertutup awan kelabu

Penyebabnya adalah aku


Ibu


Kita dekat tapi terasa jauh

Engkau selalu berusaha menghindar

Agar tidak bertemu muka denganku

Aku merasa bersalah dan terasing


Ibu

Banyak hal yang ingin aku ceritakan

Dalam kekurangan aku pasti bisa memberikanmu bahagia

Aku rindu pelukan hangat dan senyum bahagia darimu


Bekasi, 16022023

[15/2 20.55] +62 813-1951-1851: Hadirmu yang ditunggu

Meregang jiwaku tanpamu.

Tempat curahan hati yang tak pernah bisu

Selalu menenangkan jiwaku .

Mendamaikan batinku

Mengundang kesadaranku untuk selalu dekat dengan mu

Ya Alloh ya Tuhanku.

Hadirmu dalam jiwaku selalu kutunggu


Dalam hening malam,  dingin dan sepi 

Engkau mengundangku untuk bertemu.

Melepas rindu

Aku yang selalu pengap dengan kesibukan dunia 

Aku ingin bertemu

Hadirmu dalam jiwaku selalu kutunggu

[15/2 20.55] Pak_Guru_Luthfi: ☝️.... saya juga suka ini..

[15/2 20.55] +62 812-2565-6251: Hujan Tak Kunjung Reda


Awan hitam bersama gelapnya awan

Di kejauhan terdengar gemuruh bersahutan

Pertanda airmu akan turun ke bumi


Tetes demi tetes membasahi

Bumi yang tak lelah menerima

Setiap guyuranmu


Kupandangi setiap sudut halaman

Tak tersisa aliran airmu

Hanya puring-puring yang menari 

Menyambut tetesanmu


Dibalik kaca kulihat rata tak tersisa 

Banjir mengalir menggenangi

Halaman rumahku ini


Gunungkidul, 15 Pebruari 2023

Siti Maunah

[15/2 20.55] mcandra1840 Mr: Harapan

pelangi itu belum hilang selama mendung bergelantung 

   warna nya akan tetap sama 

Selama belum terkena sang surya 

  Biar ku lukis nama ku di sana 

mungkin masih ada yg tersisa


candra 2023

[15/2 20.55] +62 818-466-541: Belajar dalam Sunyi

Oleh Dyah Ku


Malam mulai menarik selimutnya

Terdengar merdu nyanyian hujan

Sunyi binatang dalam tidurnya

Bulan pun ikut berselimut awan


Tak tik terdengar suara asing

Seorang murid sedang asik mengetik

Membaca dan kemudian menulis lagi

Belajar dalam keheningan suara keyboard yang ditekan


Mari kawan tetap semangat meneladan

Walaupun letih dan lelah badan

Mari terus berkarya

Untuk mengekspresikan diri kita

[15/2 20.56] Sim Chung Wei Mr: wah saya buka beberpa menit saja langsng banyak pusi bertebaran

[15/2 20.57] +62 812-3768-677: *SEMARAK*

     Karya : Nurfatuh

S - imfoni mengalun begitu syahdu

E - engkau dan aku masih meramu sebuah rindu

M - alam berganti namun rasa semakin candu

A - ada hasrat terdalam ingin segera menatap dirimu

R -asa yg terpatri mustahil menjadi jemu

A - langkah jenaka ikatan antara aku dan kamu

K - arena penawar rindu hanya sebuah kata Temu.

[15/2 20.57] Helwiyah Mrs. KBMN: Keren yha 👍

[15/2 20.57] Eka Agisty Mrs. Puisi Akr: Diksiku Terbelenggu


Pertemuan diujung waktu

Membuat lidahku kelu

Rangkaian kalimatku terbelenggu

Meninggalkan sesak dan senyum sayu


Lembayung menyapa malam

Meninggalkan senja temaram

Dan sesalpun tak kunjung padam

Diksiku hanyalah renjana muram


Eka Yulia

Seruyan, 2023.

[15/2 20.57] Sim Chung Wei Mr: nah, suatu saat mungkin group ini perlu di bersihkan karena memori HP kita sudah tidak cukup, sayangkan puisinya hilang

[15/2 20.57] +62 857-2425-0361: Hisab


Karya : Hasbi Aprizal


Rintikan malam membawa berita

Mengisahkan kabar dari utara

Riuhnya bersapa dengan pancaindra

Membalut kata dengan cerita


Angin malam seperti berkata

Menyimak makna dibalik kata

Derasnya terasa hingga dada

Ada apakah dengan dunia 




Mari merenungkan nasib kita

Sudahkah siap untuk semuanya

Tarikan nafas yang tersisa

Akan menjadi sebuah tanda



Sukabumi, 2023

[15/2 20.57] Pak_Guru_Luthfi: ☝️.... ini juga bagus..

[15/2 20.57] E Hasanah Mrs: Wawww... Keren keren kerennn, terima kasih banyak ibu bapak atas karya2nya, sy bakalan dimanjakan dengan puisi ibu bapak. Saya pasti baca berulang kali ini.

[15/2 20.57] +62 823-3858-3851: Hawa dingin menerpa kalbu

Menyengat lentera netra.

Menyembulkan riak yang berarak turun 


Hati terisak 

Hampa tapi sesak


Tekanan melesak 

Mencerai rasa dari raga. 

Sensasi dikhianati

Sukma mati tanpa hati


Manado, 15 Februari 2023

Helny Untu

[15/2 20.57] +62 823-7404-7872: Bersyukur 

By Milma

...

[15/2 20.57] +62 838-4345-1116: Tantangan puisi


Kiki#Grobogan Jawa tengah🙏😊


*Aku lelah*


Sebentar saja...

Kan kulepaskan sakit di dada

Kan kuhempaskan lara di jiwa

Aku lelah...

Perih namun tak terluka

Tersayat namun tak tergores

Nurani tak mengerti kata hati

Riang namun tak senang

Aku lelah...

Ingin kulari...

Namun sedikitpun raga tak mampu beranjak

Ingin kuteriak...

Namun bibir menolak

Aku lelah..

Anganku semakin menderu

Seperti langit yang kelabu

Sinar cahaya pun tak mampu menembus bumiku

Ya Allah....

inikah ujianMu?

Inikah jalan hidupku?

Kupejamkan mata ini

Kubuka tangan ini 

Berharap...

agar Engkau memberi satu celah sisi 

Harapan yang pasti

Hidupku Kehendak illahi Robbi

[15/2 20.57] Pak_Guru_Luthfi: ☝️... ini mantap...

[15/2 20.58] ED Evridus Mr: betul pak Sim. keren semua puisinya...

[15/2 20.58] Sim Chung Wei Mr: mari kita buku kan puisi2 ini

[15/2 20.58] +62 823-7404-7872: Aku tak biasa berpuisi

Tapi aku merasa ingin berbagi

Perasaanku kali ini

Menemani malam sunyi


[15/2 20.58] +62 811-1311-314: Selaksa Hayati

Buah pena: Ellabasri


Setiap langkah hidup yang kulalui


Penuh makna yang berarti 


Menapaki hidup penuh misteri 


Menjadikanku melangkah tak bertepi


Hidup bak fatamorgana 


Hilang timbul bersama 


Hitam putih merah jingga


Datang silih menyapa


Dosa, sesal, asa jiwa


Berkelebat selaksa sukma


Riuh resah hati


Tak kan diam selama


Sesak jiwa terasa


Timbul tenggelam


Bersama waktu semesta

[15/2 20.59] +62 896-8115-3053: BALADA SENJA oleh: Lucy


Aku ingin menjadi dia

Yang kau kata cantik

Aku ingin menjadi dia

Yang selalu kau lindungi

Aku ingin menjadi dia

Yang selalu dalam rindumu

Aku ingin menjadi dia

Yang jadi sebab kau tundukkan pandang 

Kuingin menjadi dia

Yang kan kau beri sgala kehangatan

Aku ingin menjadi dia

Penyebab senyummu yang menawan

Kuingin menjadi dia 

Yang slalu dalam cintamu


Senyummu terukir di kalbu

Kaulah yang kurindu

Jadikanlah ku senja dan lautmu

[15/2 20.59] Sim Chung Wei Mr: saya tutup sebentar yah group nya

[15/2 21.00] *Berhitam Boutique* 🍁 Yuni Akbar Mrs. SMK 4 Smg: Karena saya guru b Inggris, saya coba puisi dlm b Inggris ya ☺️


*A bird with broken wings*


I am like a bird with broken wings

perches in a broken twig

in the middle of empty desert

of being ignored

of being lonesome

wind blowing worsens all


Then suddenly

rain pours heavily

growing grass and trees

giving fragrant on dried soil

healing my broken wings


Now I can fly again

high in the sky

seeing the green land

under the horizon lane


Dear,

thanks for bringing the rain

by the words you are saying

and longing you are delivering


Yuniati Akbariah, 2023.

[15/2 21.00] Sim Chung Wei Mr: Karena waktu juga yang memisahkan kita

[15/2 21.01] Sim Chung Wei Mr: untk pertanyaan2 yang belum terjawab, Insya Allah bunda Hasanah akan jawab melalui blog beliau

[15/2 21.01] E Hasanah Mrs: Keren Bun. Diksi bagus2. Tinggal ngasih judul ya.

[15/2 21.03] Sim Chung Wei Mr: keren2 kan bunda

[15/2 21.03] Sim Chung Wei Mr: sebagai pentup materi kita malam hari ini, mngkin ada closing statment dari Bunda HAsanah

[15/2 21.03] E Hasanah Mrs: Bundaaaa... Aku jadi malu. Ini bunda penulis hebat. Puisi akrostiknya keren juga.Terima kasih ya

[15/2 21.05] E Hasanah Mrs: Waw indah nian diksinya. Terima kasih bunda. Titi mangsanya jangan lupa ya.

[15/2 21.06] Sim Chung Wei Mr: ada titipan Puisi nih dari TSO

[15/2 21.06] Sim Chung Wei Mr: Semangatku


Semangatku menyala bagai mentari

Yang menghujani bumi tiada henti

Dengan kasih suci nan murni

Kemilau menyambar hati nurani.


Semangatku mengembara

Ke seluruh belantara

Juga menyusuri padang gersang di sana

Kutemui asa - asa membahana

Bagai membawaku ke nirwana

Yang selalu nikmat terasa


Semangatku terbang ke angkasa

Bersama sang ternama

Yang selalu  memberikan rangkulan mesra

Terbuai aku dibuatnya

Hilang sudah sepi merana

Yang ada hanya

Semangatku yang terus menggelora



Banjarnegara, 15 Februari 2023


Lely Suryani

[15/2 21.07] Dra. Sri Sugiastuti M. Pd: Keren

[15/2 21.07] E Hasanah Mrs: Ini juga keren, diksi ok.

Nama penulis biasanya disimpan di bawah judul, diakhiri Titi mangsa ya.

[15/2 21.10] E Hasanah Mrs: Indah, curahan hati yang lgi galau nampaknya. Puisinya bagus. Hanya tambahkan judul, nama penulisnya dan diakhiri Titi mangsa ya.

[15/2 21.10] +62 858-0342-4099: NELANGSA

#bu kanjeng


terkulai

dilanda kecewa

getir

menguyah derita

kesepian

menyelimuti 

malam panjang

dalam penantian

kerontang raga

dendam dibawa

ke pangkuan ilahi


Surakarta Hadiningrat 15022023

#P.2.0

#58

[15/2 21.12] Sim Chung Wei Mr: sambil menikmati puisi2 yang luar biasa dan membai angan

[15/2 21.12] Sim Chung Wei Mr: ingat yah untuk mengisi presensi malam ini di tautan berikut:


https://forms.gle/ohJESNTapq9q7RKM6

[15/2 21.12] E Hasanah Mrs: Ini juga keren, menggambarkan suasana sore yg indah. Tambahkan Titi mangsa ya.

[15/2 21.14] +62 858-0342-4099: Bungkus

[15/2 21.14] Helwiyah Mrs. KBMN: Kaya diksi 👍

[15/2 21.16] E Hasanah Mrs: Keren, majasnya dapat. Hanya nama penulis disimpan di bawah judul ya. Titi mangsa; tempat dan tanggal. Misal: Jakarta, 15 Februari 2023


[15/2 21.16] Sim Chung Wei Mr: Seandainya Mereka Tau

Kasmin


Sunyi,senyap kadang kurasakan.

Bising, Riuh sering menghampri setiap aktivitasku

Kadang aku heran disetiap ku ada diperjalan 

Dikota yang penuh dengan sesak kendaraan 

Penuh dengan polusi asap.

Kutatap banyak orang begitu cepat

Cepat melajukan kendaraan 

Tampa menghiraukan diri sendiri

Apalagi menghiraukan orang sekeliling

Kadang ku bertanya

Apa yang mereka kejar

Apa yang mereka inginkan

Ketika Azan berkumandang

Jarang orang lari secepat kilat

Seperti saat mereka mengendarai kendaraan

Ketika suara azan terdengan ditelingga 

Jarang dan sedikit dari mereka yang mendengar panggilan

Panggilan Yang Maha Kuasa

Untuk selalu taat Padanya

Padahal…

Jika mereka sadar

Hidup ini hanya sementara

Kepastian hanyalah Kematian

Tampa Harta dan Tahta,

[15/2 21.16] Sim Chung Wei Mr: jadi binggng pilih yg mana nih 3 pemenangnya

[15/2 21.17] E Hasanah Mrs: Ini juga kerennn bunda, jadi emut wae abdi. Kin tepang deui di Jogja ya, insya Allah.

[15/2 21.18] E Hasanah Mrs: Tuh kan benar, puisi Elok luar biasa indah.

[15/2 21.19] Sim Chung Wei Mr: Pasir di dahi

karya M. Zain Widodo

Perjalanan panjang hidup kulalui


Sekedar mampir untuk minum


Dahaga hilang terobati sejenak


Tak terbendung rasa hati ingin bersujud


Lama aku sujud tanpa alas


Banyak pasir di dahi


Sebagai bukti sujud pada Ilahi

[15/2 21.20] E Hasanah Mrs: Insya Allah impiannya cepat terwujud. Ini tulisannya sudah bagus. Tinggal mengumpulkan dan dibukukan.

[15/2 21.20] Sim Chung Wei Mr: ayo Bunda mau ada closing statment dulu

[15/2 21.21] E Hasanah Mrs: Waw Elok benar-benar keren ini. Terima kasih ya 2 puisi akrostik nya.

[15/2 21.21] LELY SURYANI: Bunda  @⁨E Hasanah Mrs⁩ ...


Hehee... 

Ini puisi tak bermakna.


😂😂

[15/2 21.22] E Hasanah Mrs: Wah ini calon penulis produktif nih. Tetap di komunitas ya.

[15/2 21.25] E Hasanah Mrs: Wah sy ikut terbawa bersedih ini. Puisinya bagus Miss.

[15/2 21.25] Emutwae: Asyiiik InsyaAllah tepang deui bunda di jogja🙏

[15/2 21.30] E Hasanah Mrs: Oh iya, saya closing statement dulu ya. Terima kasih untuk semuanya terutama bapak ibu hebat. Saya merasa mengajarkan terbang ke burung atau mengajar renang ke ikan. Betapa bahagianya saya, karena yakin akan banyak penulis yang muncul dari kegiatan ini, yang akhirnya akan mendongkrak literasi. Literasi negeri akan bangkit.

[15/2 21.32] E Hasanah Mrs: Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan ya. Puisi2nya mohon dikumpulkan ya Koko. Terima kasih atas segala perhatiannya.

[15/2 21.32] Sim Chung Wei Mr: iya bunda, bagus2 diksi  nya

[15/2 21.33] Sim Chung Wei Mr: Terima kasih Untk Bunda E. Hasana yang sudah memaparkan materi tentang Penulisan puisi malam ini.


Terima kasih juga untuk OmJay dan smeua Tim Solid OmJay yang selalu kompak

Terima kasih untuk peserta KBMN 28 yang masih terus antusias

Mohon maaf atas kekurangan dan  kesalahan

[15/2 21.33] Sim Chung Wei Mr: Saya Sim Chung Wei undur diri dari kelas malam ini.

[15/2 21.34] Sim Chung Wei Mr: group akan saya buka kembali

[15/2 21.35] Dail Mr. Alser: F1 segera balapan resume

[15/2 21.35] Sim Chung Wei Mr: PUISI BERCERITA

Kupandangi Pandan wangi

Teringat ketika dulu kita di sini

Duhai Kembara peraih cinta

Masih adakah sedikit rasa pelantun jiwa


Nun, Duhai Kanda

Lihatlah goyang rumput berdendang di halaman

Sembuhkan hati gulana

Menanti kanda tak pulang jua


Ketika itu Kanda senyum sendu

Menatap bijak seribu sembilu

Aih..., kenapa Kanda tak jua temui

Meski hanya menyapa di mimpi


Kanda, tlah kuikhlaskan kau kembali

Ke Haribaan Maha Suci

Melati kan tetap bersunyi diri

Sampai tiba masa itu kembali  



Semarang di Sunyi tak bertepi,

Medio Februari

HARI. Utami



[15/2 21.36] Ahmad Fatch Mr: Menulis Puisi Mengasyikkan

Oleh : Ahmad Fatch


👇Menulis puisi mengasyikkan

👇Ungkapan makna yang tersirat di dalam dada, dapat kita ungkapkan dalam untaian kata

👇Dengan bentuk bait-bait dan larik-larik yang indah

👇Mewakili ungkapan hati dengan makna


👇Menulis puisi sangat mengasyikkan

👇Kutulis puisi ini sebagai makna di dalam jiwa

Melahirkan deretan untaian kata

👇Berbaris dalam keniscayaan yang nyata


👇Menulis puisi memang mengasyikkan

👇Indah nian rangkaian makna

Dapat mewakili perasaan di dalam dada

👇Bahkan terkadang perasaan jiwa dapat diungkapkan dengan baris-baris kata


👇Menulis puisi sungguh mengasyikkan

👇Indah berbagi di dalam kata

👇Dengan makna-makna tersembunyi ditampilkan dalam baris-baris cinta

👇Dirangkai dengan kata indah mempesona


👇Menulis puisi mengasyikkan

👇Sangat mengasyikkan

👇Memang mengasyikkan

👇Sungguh mengasyikkan


Bekasi, 15 Februari 2023

[15/2 21.36] +62 898-0910-211: Puisi


Ngelangutkan Jiwa


Semilir angin mendesah lirih

sayup sayup terdengar di telinga

jeritan hati terhampar nyata

menanti impian yang tak teraih


Yang tersisa hanya wajahmu

disudut relung hati sanubari

Dan sejumput kisah luka

yang bersemayam di kalbu


Wahai hati yang rapuh

kuatkah menanggung lara dikalbu

hanya isak tertahan lirih

dihamparan sajadah jatuh tersungkur


Ya ilahi...

Kuatkan hati ini

biar bisa berdiri

diatas kaki lemah ini


Kota hujan,

15 Februari 2023

Endang Ratna Juwita

[15/2 21.36] +62 898-0910-211: maaf ketinggalan judulnya🙏

[15/2 21.36] +62 823-3072-1813: Yang pertama, sudah beberapa kali digeser.

He, he, He...

[15/2 21.37] mcandra1840 Mr: Bang dail mohon di susun resume nya biar kaga tumpang tindih...cape ngetiknya

[15/2 21.44] Sim Chung Wei Mr: Semangat Menulis

Karya : Sim Chung Wei


Meski angan terbuai dalam diksi

keindahan kata tiada akhir

tak lupa mengisi persensi

meski malam ini kelas telah berakhir


Jiwaku kini merindu

bertemu, pererat silaturahmi 

satu kelas yang seru

meski malam sudah bersemi


Mataku mengajakku rebah

namun semangatku tetap menyala

memberi harapan cerah

untuk menjadi jembatan cakrawala


Jakarta,  15 Februari 2023

[15/2 21.46] +62 812-8235-4005: Cinta dan Cemburu

Oleh Teguh Wiyono


Jangan kau katakan cinta kalau tak ada rindu

Jangan kau katakan rindu kalau tak ada cemburu

Dalam Cinta itu ada rindu

Dalam Rindu itu ada cemburu


Cinta ungkapan rasa dalam hati

Rindu wujud cinta dalam kalbu

Jika cintamu tak ada rindu

Boleh jadi cintamu semu


Rindu ungkapan rasa, karna tak bertemu

Cemburu, rasa  cinta berbalut rindu 

Dalam cinta itu ada rindu

Dalam rindu itu ada cemburu


Tak  usah jengah ungkapkan cinta

Tak perlu malu ungkapkan rindu

Dalam cinta itu ada rindu

Dalam rindu itu ada cemburu

******

[15/2 21.47] +62 812-8235-4005: Kalo ini puisi apa bukan ya bu 🙏 asal nulis bu mohon dikomen kalo g tega komen digroup.japri ajah 😀😀😀🙏

[15/2 21.36] Ahmad Fatch Mr: Menulis Puisi Mengasyikkan

Oleh : Ahmad Fatch


👇Menulis puisi mengasyikkan

👇Ungkapan makna yang tersirat di dalam dada, dapat kita ungkapkan dalam untaian kata

👇Dengan bentuk bait-bait dan larik-larik yang indah

👇Mewakili ungkapan hati dengan makna


👇Menulis puisi sangat mengasyikkan

👇Kutulis puisi ini sebagai makna di dalam jiwa

Melahirkan deretan untaian kata

👇Berbaris dalam keniscayaan yang nyata


👇Menulis puisi memang mengasyikkan

👇Indah nian rangkaian makna

Dapat mewakili perasaan di dalam dada

👇Bahkan terkadang perasaan jiwa dapat diungkapkan dengan baris-baris kata


👇Menulis puisi sungguh mengasyikkan

👇Indah berbagi di dalam kata

👇Dengan makna-makna tersembunyi ditampilkan dalam baris-baris cinta

👇Dirangkai dengan kata indah mempesona


👇Menulis puisi mengasyikkan

👇Sangat mengasyikkan

👇Memang mengasyikkan

👇Sungguh mengasyikkan


Bekasi, 15 Februari 2023

[15/2 21.36] +62 898-0910-211: Puisi


Ngelangutkan Jiwa


Semilir angin mendesah lirih

sayup sayup terdengar di telinga

jeritan hati terhampar nyata

menanti impian yang tak teraih


Yang tersisa hanya wajahmu

disudut relung hati sanubari

Dan sejumput kisah luka

yang bersemayam di kalbu


Wahai hati yang rapuh

kuatkah menanggung lara dikalbu

hanya isak tertahan lirih

dihamparan sajadah jatuh tersungkur


Ya ilahi...

Kuatkan hati ini

biar bisa berdiri

diatas kaki lemah ini


Kota hujan,

15 Februari 2023

Endang Ratna Juwita

[15/2 21.36] +62 898-0910-211: maaf ketinggalan judulnya🙏

[15/2 21.36] +62 823-3072-1813: Yang pertama, sudah beberapa kali digeser.

He, he, He...

[15/2 21.37] mcandra1840 Mr: Bang dail mohon di susun resume nya biar kaga tumpang tindih...cape ngetiknya

[15/2 21.44] Sim Chung Wei Mr: Semangat Menulis

Karya : Sim Chung Wei


Meski angan terbuai dalam diksi

keindahan kata tiada akhir

tak lupa mengisi persensi

meski malam ini kelas telah berakhir


Jiwaku kini merindu

bertemu, pererat silaturahmi 

satu kelas yang seru

meski malam sudah bersemi


Mataku mengajakku rebah

namun semangatku tetap menyala

memberi harapan cerah

untuk menjadi jembatan cakrawala


Jakarta,  15 Februari 2023

[15/2 21.46] +62 812-8235-4005: Cinta dan Cemburu

Oleh Teguh Wiyono


Jangan kau katakan cinta kalau tak ada rindu

Jangan kau katakan rindu kalau tak ada cemburu

Dalam Cinta itu ada rindu

Dalam Rindu itu ada cemburu


Cinta ungkapan rasa dalam hati

Rindu wujud cinta dalam kalbu

Jika cintamu tak ada rindu

Boleh jadi cintamu semu


Rindu ungkapan rasa, karna tak bertemu

Cemburu, rasa  cinta berbalut rindu 

Dalam cinta itu ada rindu

Dalam rindu itu ada cemburu


Tak  usah jengah ungkapkan cinta

Tak perlu malu ungkapkan rindu

Dalam cinta itu ada rindu

Dalam rindu itu ada cemburu

******

[15/2 21.47] +62 812-8235-4005: Kalo ini puisi apa bukan ya bu 🙏 asal nulis bu mohon dikomen kalo g tega komen digroup.japri ajah 😀😀😀🙏


Rindu Tak Berujung

By. Rahmawati S


Malam begitu sunyi sepi terasa

Gelap gulita tiada rupa

Hampa terasa dunia

Aku teringat sosok ibunda

Terbaring kaku disana

Hanya doa kupanjatkan

Semoga beliau tenang di bawah bunga kamboja


Hari demi hari berlalu

Rindu itu tetap menggebu

Tak lekang termakan waktu

Oh ibu kau selalu ada di hatiku

Sampai waktu kelak bertemu


Lombok, 15 Februari 2023



Maaf malam tadi tidak bisa sampai selesai menyimak materi karena sakit kepala 🙏

Mau ikut setor puisinya juga walaupun telat. Karena saya guru geografi jadi puisinya masih berkaitan dengan geografi juga


Kiamatkah Ini?

Oleh Dewi Indria, S.Si


Rintik hujan nimbustratus

Gemuruh gelegar cumulusnimbus

Siklon berputar bergerak menghempas 

Elnino datang keringkan bumi kerontang tandus


Bumi terguncang gerakkan lempeng divergen

Vulkano bergetar muntahkan lava dan gas beracun

Stunami menerjang bumi terhempaskan 

La Nina datang banjir menenggelamkan


Apa gerangan yang terjadi?

Apakah kiamat telah datang menghampiri?

Akankah ini hanya sebuah mimpi?

Atau memang kiamat yang datang tak permisi?


Manusia merintih memilu sedih

Menangis pilu bermandi peluh

Mencekam raga tak tentu arah

Mengharap pertolongan Maha Pengasih


Maaf malam tadi tidak bisa sampai selesai menyimak materi karena sakit kepala 🙏

Mau ikut setor puisinya juga walaupun telat. Karena saya guru geografi jadi puisinya masih berkaitan dengan geografi juga


Kiamatkah Ini?

Oleh Dewi Indria, S.Si


Rintik hujan nimbustratus

Gemuruh gelegar cumulusnimbus

Siklon berputar bergerak menghempas 

Elnino datang keringkan bumi kerontang tandus


Bumi terguncang gerakkan lempeng divergen

Vulkano bergetar muntahkan lava dan gas beracun

Stunami menerjang bumi terhempaskan 

La Nina datang banjir menenggelamkan


Apa gerangan yang terjadi?

Apakah kiamat telah datang menghampiri?

Akankah ini hanya sebuah mimpi?

Atau memang kiamat yang datang tak permisi?


Manusia merintih memilu sedih

Menangis pilu bermandi peluh

Mencekam raga tak tentu arah

Mengharap pertolongan Maha Pengasih


[16/2 17.24] +62 877-3778-7688: SELALU BERGERAK


Karya : devi zainyliany


Kami guru penggerak

Terinspirasi dari konsep gerak benda

Berpindah posisi hingga energi potensial menjadi energi kinetik.

Maka kami bertekad berpindah posisi dari tidak tahu menjadi tahu

Dari sudah tahu menjadi lebih tahu

Dari kurang baik menjadi baik

Dari baik menjadi lebih baik

Dari potensi menjadi karya nyata.


Kami adalah guru penggerak 

Terinspirasi dari bumi yang selalu berputar pada porosnya

Dari benda langit yang selalu bergerak pada lintasannya

Hingga tercapai keseimbangan kehidupan

Maka kami bertekad

Selalu melakukan pergerakan dalam jalurnya untuk mencapai keseimbangan peradaban manusia.


Kami adalah guru penggerak

Terinspirasi dari siklus air

Dari laut kembali ke laut, berubah wujud untuk manfaat bagi kehidupan.

Maka kami bertekad apapun peran kami sebagai warga sekolah, warga masyarakat dan warga negara, kami harus selalu memberikan manfaat untuk keluarga, masyarakat, bangsa, agama dan negara.


Kami adalah guru penggerak

Yang menjadi agen perubahan menuju kebaikan

Menjadi agen pembelajar yang menularkan keilmuan

Menjadi agen pendidik yang menumbuhkan karakter.


Kami adalah guru penggerak

Walaupun di penghujung usia

Tak lagi nadi berdenyut

Tak lagi jantung berdetak

Namun amal jariyah kami semoga tetap bergerak menggapai JannahNya


Bekasi, 5 Desember 2022

[16/2 19.17] +62 857-3631-9082: Hujan


Hujan...

Tetesan airmu sangat kunantikan,

Mengisi relung hati yang sepi,

Keberkahan dan kebaikan kuharapkan,

Berharap bisa menyirami sanubari.

Hujan.... 

Hadirmu tak bisa ku pastikan,

Sepanjang waktu engkau memberi salam.

Kadang medung, panas, dan hujan,

Tetesanmu membawa kesejukan untuk alam.

Hujan...

Jiwa jiwa kering, kosong tersegarkan,

Hijau damai memberikan warna,

Tetesan airmu kian menyejukan,

Memberikan bekas penuh makna.


































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Grobak

 https://maps.app.goo.gl/hRME7Mg4oyupSczYA grobak d.a.w.aa