BAGAIMANA CARA MEMBUAT CERITA FIKSI YANG CANTIK DAN MENARIK?
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN)
Pertemuan : Ke-10
Gelombang : Ke-28
Tema : Kiat Menulis Cerita Fiksi
Hari/Tanggal : Senin, 30 Januari 2023
Narasumber : Sudomo, S.Pt.
Moderator: Bambang Purwanto, S. Kom., Gr. (Mr. Bams)
Hari terus berganti tanpa henti, tak terasa malam ini sudah malam pertemuan yang ke-10 kegiatan KBMN di gelombang ke-28.
Pertemuan kali ini dipandu oleh Mr. Bams sapaan akrab pak Bambang Purwanto, S. Kom., Gr. Beliau salah satu dari banyak orang yang pandai menuliskan puisi berandanya di Kompasiana.com spesial puisi yang diterbitkan, berbagai macam puiso beliau tuliskan.
Narasumber malam ini menghadirkan bapak Sudomo, S. Pt. beliau salah satu yang pandai menulis cerita fiksi, naah malam ini penulis pun turut menyimak pembelajaran malam ini yang akan disampaikan oleh beliau...
Yuuk kita simak
Bagaimana siih cara membuat cerita fiksi yang cantik dan menarik pembaca?
Sebelumnya Mr. Bams menyapa peserta dengan berucap salam kemudian menyambut hangat kehadiran narasumber hebat kita malam ini bapak Sudomo, S. Pt.
Pak Sudomo menguraikan materinya dimulai dengan menggunakan alur MERDEKA, yaitu Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, dan Aksi Nyata.
Assalamualaikum w.w.
Salam sejahtera untuk kita semua. Salam Literasi
Puji dan syukur semoga selalu dipanjatkan kepada Allah SWT, Tuhan YME.
Bapak Ibu guru yang hebat di nusantara, malam ini akan menjadi malam yang luar biasa dengan materi yang mengasikan.
[30/1 19.05] Bambang Mr. Bams: Sebelum dimulai pastikan gawai dalam gemgam, atau laptop di depan mata. Sapa kiri kanan yang ada disekitar. Sisipkan senyum manis untuk orang terdekat. Air minum bisa menjadi sahabat selama 2 jam ke depan.
[30/1 19.05] Bambang Mr. Bams: Kita akan sambut pa Sudomo, S.Pt yang biasa kita sapa Mazmo
[30/1 19.05] Bambang Mr. Bams: Apakah Mazmo sudah berada di ruangan maya ini ? ππ
[30/1 19.06] +62 817-5701-827: InsyaAllah siap, Mr Bams
[30/1 19.06] Bambang Mr. Bams: Alhamdulillah, bagaimana kabar hari ini ? ππ
[30/1 19.07] +62 817-5701-827: Alhamdulillah sehat. Luar biasa!
[30/1 19.08] Bambang Mr. Bams: Nah....sambil saya lanjutkan aturan malam ini. Silahkan disimak dulu profile narasumber malam ini.
[30/1 19.08] Bambang Mr. Bams: https://s.id/ProfilSudomoSPt
[30/1 19.08] Bambang Mr. Bams: Nah malam ini kita akan menyimak materi sampai pukul 20.00 WIB.
[30/1 19.09] Bambang Mr. Bams: Tanya jawab akan dilaksanakan mulai 20.01 - 20.55 WIB
[30/1 19.09] Bambang Mr. Bams: Kirim pertanyaan ke 088809405468 mulai pukul 19.50 WIB.
[30/1 19.10] Bambang Mr. Bams: Mari kita simak materi malam ini ;
*KIAT MENULIS CERITA FIKSI*
bersama Mazmo
πππ
[30/1 19.11] +62 817-5701-827: Terima kasih untuk waktu dan kesempatan yang diberikan, Mr. Bams
[30/1 19.11] +62 817-5701-827: Assalamu'alaikum Wr. Wb. Salam dan bahagia!
[30/1 19.12] +62 817-5701-827: Bapak/Ibu Guru Hebat... Pada kesempatan malam ini kita akan sama-sama belajar menulis dengan topik sesuai yang sudah disampaikan oleh Mr. Bams, yaitu Kiat Menulis Cerita Fiksi.
[30/1 19.13] +62 817-5701-827: Malam ini saya akan berbagi dengan menggunakan alur MERDEKA, yaitu Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, dan Aksi Nyata.
[30/1 19.16] +62 817-5701-827: 1 | Mulai dari Diri. Pada alur ini, saya ingin kita bisa berbagi tentang pengalaman Bapak/Ibu dalam menulis cerita fiksi. Bapak/Ibu bisa mengirimkan cerita singkat terkait pengalaman. Bisa pengalaman mengalami kendala memulai menulis cerita fiksi. Bisa juga tantangan yang dihadapi saat menulis cerita fiksi. Bisa juga mungkin pengalaman telah menerbitkan buku fiksi. Silakan Bapak/Ibu ceritakan singkat ke nomor 088809405468. Waktunya sampai 19.30 WIB, ya.
[30/1 19.19] +62 817-5701-827: Bapak/Ibu tidak perlu ragu, ya. Tuliskan saja pengalaman terkait menulis fiksi. Jika memang belum pernah menulis fiksi, tidak apa-apa juga dituliskan belum pernah.
[30/1 19.20] Bambang Mr. Bams: Menulis cerita fiksi, tak terlintas sedikitpun dibenak saya. Kalau membaca cerita fiksi, itu saya suka. Jaman saya usia SMP, uang jajan lebih sering saya gunakan untuk menyewa novel daripada jajan makanan. Tetapi untuk membuat sendiri cerita fiksi.. hhmm.. tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
*Alfiyah Hidayatun*
[30/1 19.22] +62 817-5701-827: Mantap, Bu. Semoga setelah kelas ini bisa tertarik menulis cerita fiksi.
[30/1 19.22] Bambang Mr. Bams: Belum pernah, tetapi sering menceritakan untuk selingan pelajaran di kelas, sesuai budaya lokal
[30/1 19.22] +62 817-5701-827: Ini juga mantap. Apalagi jika dituliskan, akan lebih mantap lagi.
[30/1 19.22] Bambang Mr. Bams: Hai
[30/1 19.22] Bambang Mr. Bams: Saya Milma
[30/1 19.23] Bambang Mr. Bams: Menulis fiksi ...ah....saya kadang mencoba menulis fiksi dsri pengalaman pribadi, temn curhat, dan sebagainya...
[30/1 19.23] +62 817-5701-827: Baik pak. saya Imro'atus Sholihah, asal Jombang Jatim. dalam menulis fiksi saya belum mempunyai pengalaman sama sekali. tapi saya sangat ingin bisa menulis fiksi pak dan disini saya masih bingung ide seperti apa yang bagus dalam menulis fiksi. dan masih bingung juga bagaimana cara membuat fiksi yang baik.
[30/1 19.23] Bambang Mr. Bams: Saya Afida dari Sampang,
Saya pernah menulis di FB, cerita fiksi. Namun, saya rasa ceritanya kurang renyah. Di tengah-tengah penulisan ceritanya mbulet, alur maju mundur, campur sariπ€.
Kejelasan watak tokoh bisa diragukan. Bahasa sepertinya kaku..
Hmmmm,,,, belajar lebih giat lagi harusπͺπͺπͺπͺ
[30/1 19.23] +62 817-5701-827: Keren, Bu. Ini merupakan salah satu alasan menulis fiksi, menyembunyikan dan menyembuhkan luka. π
[30/1 19.24] Bambang Mr. Bams: Saya suka baca cerita fiksi, tetapi saya seringnya menulis tentang kejadian nyata yang saya alami. Lebih mudah mengalir tulisannya kalau saya menuliskan apa yang benar-benar terjadi.
*Deasy*
[30/1 19.24] +62 817-5701-827: Semangat belajar, Bu! InsyaAllah dengan niat dan komitmen kuat merupakan salah satu cara agar bisa menulis fiksi dengan baik.
[30/1 19.25] Bambang Mr. Bams: Assalamu'alaikum πsaya. Farida peserta KBMN 28ππ
[30/1 19.25] Bambang Mr. Bams: Saya pernah ikut iven menulis antologi cerpen dan antologi puisi. Namun belum pernah ikut membuat novel, insa Allah lagi proses. ππ
[30/1 19.25] Bambang Mr. Bams: Menulis fiksi berdasarkan pengalaman nyata yg penulis alami, tapi belum bisa membuat klimak yang baik
[30/1 19.25] Bambang Mr. Bams: Assalamu'alaikum. Pengalaman menulis Fiksi ada banyak sekali. Pertama, susah membuat kalimat pembuka karena baru pemula. Kedua, pengalaman menulis cerpen yang semrawut. Baik di akur cerita dan penempatan tanda bacanya. Tapi menulis fiksi itu asyik seperti bermimpi terbang tinggi diangkasa bersama bidadari cantik. πππ»
Rahman Sumenep-Madura
[30/1 19.25] Bambang Mr. Bams: Menulis cerita fiksi memang seru meski saya belum.lihai memilih diksi. Namun, saya beranikan diri layaknya faksi, fakta tapi dipoles dengan gaya fiksi.
Pengalaman menulis diary dan surat-menyurat masa kanak, remaja hingga kuliah, menjadi modal untuk menulis fiksi.
Hanya saja, saya harus meruntuhkan mental block saat mengolah konflik menjadi cerita yang menarik.
Konflik adalah bumbu cerita. Tanpa konflik ceeita menjadi hambar.
Nah, saya sebagai manusia biasa, tidak suka konflik, lebih menghindari darilada berhadapan.
Sebagai pembaca, ausah pasti saya tertarik karena ada konflik dalam aebuah cerita.
Sebagai penulis, naaaaah, mengulik konflik adalah pekerjaan rumah yang masih perlu saya asah untuk bisa mencitpakannya dalam sebuah cerita.
_Eh, padahal hidup kita rame riuh rendah karena ada bumbu konflik begini ya?_
[30/1 19.26] +62 817-5701-827: Tetap semangat, Bu. Ibu bisa kembali mencari referensi tentang outline/kerangka karangan sebagai strategi menulis fiksi agar cerita tetap pada jalurnya.
[30/1 19.26] Bambang Mr. Bams: Menulis cerita fiksi sangatlah sulit bagi saya. Kesulitan mau memulai dari mana, trus alur ceritanya bagaimana. Karena susah berkhayal berimajinasi akhirnya keinginan menulis fiksi ini masih sekedar cita cita. Beberapa waktu yang lalu sempat tergabung dengan sahabat pena yang berkeinginan menulis buku Antologi fiksi bertemakan Ibu Hebat. Tapi sampai saat ini tulisan itu belum kunjung selesai juga. Bahkan baru dapat satu paragraf. Trus berhenti tidak menemukan ide lagi.
[30/1 19.26] Bambang Mr. Bams: Saya sangat ingin bisa menulis cerita fiksi, karena membaca dongeng dan komik adalah hobiku sejak SD. Semua buku yang ada disekolah kulahap habis dan ada beberapa cerita yg masih menempel hingga saat ini. Namun selalu ada keraguan untuk mulai menulis, baik itu dalam pemilihan judul, tema dan aturan penulisannya. Sehingga sampai detik ini belum satu ceritapun yang berhasil kutulis.
Azizah Fahmi
[30/1 19.26] Bambang Mr. Bams: Assalammualaikum.
Saya Endang dari Bogor.
Sy pernah menulis fiksi,terutama tentang kisah 2 masa lalu yg telah sy alami.Lebih terasa mudah nulisnya karena pernah mengalami sendiri.
[30/1 19.26] +62 817-5701-827: Tetap semangat, Bu Farida
[30/1 19.27] +62 817-5701-827: Harus terus menulis serta membaca karya fiksi orang lain untuk memperkaya pemahaman dan keterampilan.
[30/1 19.27] Bambang Mr. Bams: _Tidak seperti kebanyakan orang dalam menulis fiksi khususnya pemula, banyak mengalami hambatan. Tapi tidak dengan aku, karena memang aku belum pernah menulis fiksi apalagi non-fiksi......_
Begitu sepenggal cerita seseorang nun jauh di sana...ingin rasanya aku menjadikan dia sebagai teman diskusikan, tapi apalah daya tangan tak sampai.....
[30/1 19.27] Bambang Mr. Bams: Cerita fiksi saya tidak pernah membuat cerita fiksi karena ya tidak pernah mencobanya, andaikan dibiasakan atau dilatih membuat ya bisa jadi ada gambaran bahkan bisa jadi saya ahli dibidang ini. Kadang dalam penjelasan materi suka ada penjelasan yang diambil dari cerita fiksi itu. Ya suka juga baca bacaan fiksi buat hiburan
[30/1 19.27] +62 817-5701-827: Alhamdulillah, Pak Rahman. Ada jalan untuk memperbaiki kesemerawutan. Konsisten menulis fiksi akan membuat terbiasa.
[30/1 19.28] Bambang Mr. Bams: Jendela kisahku dimulai saat harus terpisah dengan sang pujaan hati. Hidup merantau hanya dengan anak pertama dan anak kedua yang masih dalam kandungan adalah pengalaman yang tidak terlupakan. Usia kehamilan memasuki 7 bulan ketika aku menempati bilik itu. Hembusan angin malam begitu terasa hingga membuat tubuhku menggigil kedinginan. Kondisi daerah pegunungan dan daerah terpencil membuat diri terisolasi dari dunia luar. Aku tak kuasa menahan bulir putih itu. Yang kian lama semakin membasahi kedua pipiku.
[30/1 19.28] +62 817-5701-827: Selama ada niat dan komitmen memulai dan menyelesaikan tulisan, maka jadilah sebuah cerita fiksi.
[30/1 19.28] Bambang Mr. Bams: Menulis fiksi berdasarkan pengalaman nyata yg penulis alami, tapi belum bisa membuat klimak yang baik
[30/1 19.28] Bambang Mr. Bams: Saya, Moh. Ali Husni-Trenggalek
[30/1 19.28] Bambang Mr. Bams: Saya Lucy, Awal mula saya menulis cerita fiksi adalah ketika saya menulis buku antologi dongeng dan cerpen. Cara yang saya gunakan dengan cara menentukan dulu unsur intrinsiknya; tokoh, latar, penokohan, alur, sudut pandang, dan amanat. Tujuan akhir memberikan amanat/nilai yang berkesan bagi pembaca. Dibumbui konflik pada setiap komplikasinya. Begitu sedikit pengalaman saya.
[30/1 19.29] Bambang Mr. Bams: Ujungan secara history merupakan sebuah legenda lahirnya Desa Gumelem, Susukan, Banjarnegara, sebuah desa perdikan dari Kraton Mataram, yang menceritakan bahwa datangnya utusan dari Kraton yang mengembangakan desa Gumelem menjadi sebuah Kademangan yang diakui oleh Mataram.
Kekeringan dan rebutan air menjadi embrio lahirnya tradisi Ujungan untuk meminta hujan, yang sekarang menjadi tradisi budaya dan tatanan sosial, yang masa sekarang dikemas menjadi daya tarik wisata.
Sekarang ujungan dan desa Gumelem merupakan satu kesatuan tradisi dan tatanan kehidupan yang ada di masyarakat Kabupaten Banjarnegara.
[30/1 19.29] Bambang Mr. Bams: saya bu Raihan dari Aceh. sebenarnya pingin sekali tulis fiksi bernuansa Islami yang bisa membangun pemahaman bagi anak remaja. kendala yang saya hadapi antara lain belum pernah menulis. Tidak tau harus mulai dari mana, bagaimana menghadirkan konflik dan sebagainya
[30/1 19.29] Bambang Mr. Bams: Assalamualaikum pengalaman cerita fiksi saat ikut menulis cerpen mini,yg bercerita ttg kebiasaan di kelas tetapi lebih diperluas lagi,dengan judul Bu Susan Terlalu,yang menceritakan seorang guru yang bernama Susan yang menikah dengan orang tua murid yg ada di kelas tempat Bu Susan mengajar
[30/1 19.29] +62 817-5701-827: Ada baiknya Bapak/Ibu membuat outline/kerangka karangan terlebih dahulu
[30/1 19.30] Bambang Mr. Bams: Assalamualaikum. Cerita fiksi. Itu adalah bagian dari mapel yang aku ajarkan. Harusnya aku bisa menulis. Tetapi ternyata belum sampai sekarang. untuk menulis belum. Aku orangnya suka menulis yang mengarah pada karya ilmiah. Bagiku menulis fiksi sangat sulit. Gak tahu harus memulai dari mana. Benar-benar berat
[30/1 19.30] +62 817-5701-827: Betul sekali, Bu Endang. Bagaimanapun juga salah satu tips menulis cerita fiksi adalah mengambil tema yang kita sukai dan kuasai
[30/1 19.32] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Wah! Ternyata luar biasa sekali pengalaman Bapak/Ibu Guru Hebat dalam menulis cerita fiksi. Dari beberapa yang telah masuk, bisa kita garis bawahi terkait adanya niat/komitmen, outline/kerangka karangan, tema, memulai menulis, dll.
[30/1 19.33] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Dari pengalaman-pengalaman Bapak/Ibu tersebut, selanjutnya mari kita bersama-sama memasuki alur kedua, yaitu Eksplorasi Konsep.
[30/1 19.35] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: 2 | Eksplorasi Konsep. Pada alur ini, Bapak/Ibu saya persilakan mempelajari secara mandiri materi yang telah saya siapkan dalam bentuk cerita pendek. Bapak/Ibu bisa membaca dan membuat catatan/pertanyaan terkait materi yang ingin digali lebih dalam lagi. Silakan membaca di tautan ini https://s.id/MateriSudomo
[30/1 19.36] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Sisihkan waktu Bapak/Ibu untuk membaca selama maksimal 10 menit.
[30/1 19.41] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Garis besar materi dari cerpen tersebut adalah alasan mengapa harus menulis cerita fiksi, syarat bisa menulis cerita fiksi, bentuk-bentuk cerita fiksi, unsur-unsur pembangun cerita fiksi, dan tips menulia cerita fiksi.
[30/1 19.41] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: *menulis
[30/1 19.42] Aam Nurhasanah S. Pd Mrs: Dari sebuah cerpen, bisa menyisipkan materi cerita fiksi. Keren besanπππ Bu Ayu makin pintar deh.
[30/1 19.44] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Baiklah, Bapak/Ibu. Sambil terus membaca, saya akan membagikan beberapa poin penting materi kita malam ini. Terutama untuk hal-hal yang mungkin baru bagi Bapak/Ibu.
[30/1 19.47] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: *fiksimini*, yaitu fiksi singkat yang hanya terdiri dari beberapa kata saja. Berikut adalah contoh fiksimini yang terkenal _For sale: baby shoes, never worn._
Ernest Hemingway
[30/1 19.47] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Jika diperhatikan, secuil kalimat itu memiliki maknanya luas dan dalam.
[30/1 19.48] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: *flash fiction*, yaitu cerita kilat dengan kekhususan jumlah kata. Biasanya mengandung plot twist.
[30/1 19.49] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Selanjutnya adalah terkait unsur pembangun cerita fiksi yang perlu ditambahkan adalah *premis*. Premis adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat.
[30/1 19.50] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Contoh premis: Seorang anak yang berjuang melawan penyihir jahat demi kedamaian dunia.
[30/1 19.51] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Itu adalah premis dari novel Harry Potter. Kekuatan premis adalah mampu menggambarkan novel yang tebal hanya dalam satu kalimat saja. Premis mengandung unsur, yaitu tokoh, tantangan, tujuan tokoh, dan resolusi.
[30/1 19.51] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Sudah selesai membaca, kan, Bapak/Ibu? Mari kita lanjut alur belajar selanjutnya, yaitu...
[30/1 19.52] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: 3 | Ruang Kolaborasi. Pada alur ini saya berikan beberapa kalimat, silakan Bapak/Ibu lanjutkan sendiri menjadi satu paragraf nanti di dalam resume, ya.
[30/1 19.53] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Berikut ini adalah kalimat yang bisa Bapak/Ibu lanjutkan:
_Perlahan suara-suara itu menghilang. Dalam gulita aku menggigil sendirian. Mendadak bulu kudukku meremang. Terdengar suara di kejauhan. Semakin lama kian mendekat._
[30/1 19.55] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: 4 | Demonstrasi Kontekstual. Pada alur ini silakan Bapak/Ibu menuliskan 5 tema yang paling Bapak/Ibu sukai dan kuasai. Bapak/Ibu boleh menuliskannya di notes HP atau docs atau di mana saja.
[30/1 19.56] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Bapak/Ibu boleh juga menambahkannya di dalam resume nantinya. Tidak dilarang juga, Bapak/Ibu hanya mengingatnya dalam pikiran, kok.
[30/1 19.58] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: 5 | Elaborasi Pemahaman. Pada alur ini kita akan lebih melakukan tanya jawab. Silakan Bapak/Ibu mengirimkan pertanyaan terkait materi terutama menyangkut hal-hal yang ingin diperdalam lagi. Silakan kirim pertanyaan ke nomor 088809405468.
[30/1 19.59] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Untuk sementara saya serahkan kelas kembali kepada Mr Bams untuk tanya jawab. Silakan, Mr. Bams
[30/1 20.00] Bambang Mr. Bams: ππππ
[30/1 20.01] Bambang Mr. Bams: Tanya jawab , dengan format P dan N untuk kode akhir jawaban
[30/1 20.02] Bambang Mr. Bams: P1
[30/1 20.02] Bambang Mr. Bams: saya *Evridus Mangung*, Peserta KBMN 28. cerita fiksi adalah cerita yang didominasi oleh daya imajinasi pengarang. Pertanyaan adalah adakah latihan khusus agar daya imajinasi penulis benar-benar bisa bekerja optimal dalam menyusun sebuah karya fiksi?
[30/1 20.04] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Terima kasih, Pak Evridus. Terima kasih pertanyaannya. Pertanyaan yang luar biasa. Saya pribadi tidak pernah melakukan latihan khusus. Latihan khususnya adalah dengan terus konsisten menulis. Konsistensi ini akan membuat seorang penulis terbiasa nyaman menulis dalam kondisi apa pun.
[30/1 20.04] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: N
[30/1 20.05] Bambang Mr. Bams: P2
[30/1 20.05] Bambang Mr. Bams: Saya Ibu Umatun dari Magelang.sy sudah buat cerita tentang ibuku.juga tentang almarhum ayahku .apakah itu juga sdh betul?
Saya masih pemula.jadi mohon penjelasan tentang bagaimana tips menulis cerita fiksi
[ Maturnuwun
[30/1 20.08] Bambang Mr. Bams: *chat pertanyaan akan saya buka, jika pertanyaan sudah dijawan narasumber*
_mohon bersabar_
[30/1 20.08] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Terima kasih untuk pertanyaannya, Ibu Umatun. Tips menulis cerita fiksi, yaitu menumbuhkan niat, menentukan ide dan genre yang disukai dan kuasai, membaca karya fiksi orang lain, membuat kerangka, dan mulailah menulis kemudian menyelesaikannya.
[30/1 20.08] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: N
[30/1 20.08] Bambang Mr. Bams: P3
[30/1 20.08] Bambang Mr. Bams: Saya telah menulis beberapa cerpen dan sebagian sudah saya ikutkan antologi bersama. Pernah ikut tantangan menulis cerpen bergenre rumah tangga, dapat separo dari yg dirargetkan, akhirnya mandeg di tengah jalan.
Ketika menulis cerpen seringkali saya melenceng dari keinginan awal. Ketika saya ingin menulis cerpen untuk remaja atau dewasa, eh, melenceng ke cerpen anak. Kok bisa ya Mr π
(Nanang Musafa', Trenggalek)
[30/1 20.10] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Banyak yang mengalami hal sama, Pak. Itulah pentingnya membuat outline/kerangka karangan dengan tujuan agar tulisan tetap berada di jalurnya. Istilahnya sebagai pengingat bagi kita ketika akan melanggar jalur.
[30/1 20.10] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: N
[30/1 20.10] Bambang Mr. Bams: P4
[30/1 20.10] Bambang Mr. Bams: Assalamualaikum
Rinrin Siti Maemunah_Bandung Barat
Pertanyaan: Bagaimana cara membuat outline?
[30/1 20.12] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Walaikumsalam, Bu Rinrin. Berikut penjelasan terkait outline:
- Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi
- Menentukan tema agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi kita
- Membuat premis sesuai tema
- Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya
- Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak tokoh dengan baik
- Menentukan latar/setting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail
- Memilih sudut pandang penceritaan yang unik
[30/1 20.12] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: N
[30/1 20.13] Bambang Mr. Bams: P5
[30/1 20.13] Bambang Mr. Bams: Saya Ibu Umatun dari Magelang.sy sudah buat cerita tentang ibuku.juga tentang almarhum ayahku .apakah itu juga sdh betul?
[30/1 20.13] Bambang Mr. Bams: Saya masih pemula.jadi mohon penjelasan tentang bagaimana tips menulis cerita fiksi
[30/1 20.13] Bambang Mr. Bams: Maturnuwun
[30/1 20.13] Bambang Mr. Bams: Demonstrasi kontekstual maksudnya bagaimana Bapak?
Mohon penjelasan.
[30/1 20.15] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Agar menjadi cerita fiksi, cerita tentang ayah dan ibu bisa ditambahi bumbu penyedap, Bu. Jadi kisah nyata menjadi dasar menulis saja. Selanjutnya dikembangkan agar lebih menarik lagi.
[30/1 20.15] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Sudah dijawab sebelumnya
[30/1 20.18] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Jadi, pada alur belajar ini, Ibu bisa menuliskan 5 tema apa saja yang bisa dijadikan cerita nantinya. Pilihlah tema yang disukai dan kuasai.
[30/1 20.18] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: N
[30/1 20.18] Bambang Mr. Bams: Sebelum P6, sekilas info ya
[30/1 20.19] Bambang Mr. Bams: P6
[30/1 20.19] Bambang Mr. Bams: Imro'atus Sholihah_ Jombang Jatim Bagaimana kiat mudah membangun alur atau plot cerita fiksi?
[30/1 20.22] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: 1. Tentukan dulu jenis alur/plot yang ingin digunakan;
2. Memahami unsur-unsur alur/plot yang meliputi Pengenalan cerita, Awal konflik, Menuju konflik, Konflik memuncak/klimaks, Penyelesaian/ending.
[30/1 20.22] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: N
[30/1 20.23] Bambang Mr. Bams: P7
[30/1 20.23] Bambang Mr. Bams: Hesti Anshor_Makassar
T:
Apakah sebuah kisah nyata boleh difiksikan dan bagaimana prosesnya?
[30/1 20.26] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Bisa. Prosesnya sama seperti menulis fiksi pada umumnya. Kisah nyata hanya dijadikan sebagai ide dasar saja. Pengembangan dilakukan dengan menambah bumbu misalnya konflik, tantangan tokoh, dll.
[30/1 20.26] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: N
[30/1 20.26] Bambang Mr. Bams: P8
[30/1 20.26] Bambang Mr. Bams: Assalamualaikum,
1)
Bagaimana menulis fiksi berangkat dari kisah nyata yang apik?
2) Bagaimana membuat / menciptakan karakter tokoh cerita.
Bagaimana bisa membuat masing2 tokoh punya karakter yang kuat?
3) Bagaimana menerapkan POV 1 tanpa ego kita muncul disana?
Puspa Wijayanti, Tangerang Selatan
[30/1 20.30] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Walaikumsalam, Bu Puspa.
1. Kuncinya tambahkan bumbu berupa konflik, hambatan/tantangan yang dihadapi tokoh, ending yang menyentuh, dll;
2. Memberikan penjelasan selangkah demi selangkah terkait detail karakter, sifat, watak dengan metode _show don't tell_. Kemudian gambarkan tokoh melalui gaya bahasa, lingkungan tokoh, perilaku
3. Kunci menjaga netralitas penulis POV 1 adalah jangan baper. Tempatkan diri sebagai penulis, bukan tokoh.
[30/1 20.30] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: N
[30/1 20.31] Bambang Mr. Bams: P9
[30/1 20.31] Bambang Mr. Bams: Assalamualaikum pak selamat malam perkenalkan nama saya Hasbi Aprizal dari Kab. Sukabumi
Pertanyaanya...
Di dalam membuat cerita fiksi akan selalu ada dialog bagaimana kiat sukses membuat dialog yang menarik, terkadang suka disisipi dengan tanda baca, agar pembaca bersemangat melanjutkan bacaannya?
[30/1 20.32] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Walaikumsalam, Pak Hasbi. Kuncinya adalah buatlah dialog yang 'hidup'. Ciri-ciri dialog yang hidup itu tidak kaku, sesuai setting tempat cerita, dan ada aktivitas tokoh menyertai dialog.
[30/1 20.32] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: N
[30/1 20.33] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Sampai 20.45, ya, Mr, Bams
[30/1 20.36] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Jika masih ada pertanyaan. Jika tidak ada saya lanjut ke alur belajar selanjutnya.
[30/1 20.37] Bambang Mr. Bams: P10
[30/1 20.38] Bambang Mr. Bams: Assalamualaikum.
Saya Rosjida Ambawani dari Ciamis.
Ingin bertanya :
1. Bolehkah dalam 1 cerita fiksi menggunakan kombinasi jenis alur/plotnya? Misal saat awal cerita menggunakan alur mundur (flashback) lalu menggunakan alur maju?
2. Apa syarat atau ketentuan Premis? Dan di cerita fiksi ditempatkan di bawah judul?
Sekian.
Terima kasih
[30/1 20.38] Bambang Mr. Bams: π
[30/1 20.38] Bambang Mr. Bams: Pertanyaan nyusul japri yaππ
[30/1 20.39] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Walaikumsalam, Bu Rosjida.
1. Boleh
2. Syarat premis memenuhi unsur-unsur, yaitu tokoh, tujuan tokoh, tantangan, dan resolusi. Tidak perlu dituliskan di bawah judul, Bu. Premis adalah garis besar cerita yang akan tulis.
[30/1 20.39] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: N
[30/1 20.39] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Siap, Mr. Bams
[30/1 20.43] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Baiklah, Bapak/Ibu. Izin saya lanjutkan sedikit dulu alur belajar kita malam ini, ya. Pertanyaan lain boleh dituliskan di kolom komentar https://s.id/MateriSudomo
[30/1 20.46] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: 6 | Koneksi Antarmateri. Pada alur belajar ini, silakan Bapak/Ibu menuliskan kesimpulan dari materi belajar malam ini. Kesimpulan belajar malam ini, silakan Bapak/Ibu tuliskan di resume yang Bapak/Ibu buat.
[30/1 20.47] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: 7 | Aksi Nyata. Alur belajar ini, yaitu terkait dengan penerapan materi malam ini dalam bentuk tulisan, yaitu resume hasil belajar. Silakan Bapak/Ibu membuat resume hasil belajar malam ini di blog masing-masing. Bentuk resume bebas ya.
[30/1 20.49] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Materi lebih lengkap bisa Bapak/Ibu tonton di channel Youtube saya di https://youtu.be/dXX9RWxT_u8
[30/1 20.50] mazmo™ Mr. Sudomo S. Pt: Demikian materi dari saya. Mohon maaf untuk kesalahan dan kekurangan. Terima kasih untuk peran aktifnya dalam berbagi. Saya kembalikan kepada Mr. Bams. Silakan, Mr. Bams
[30/1 20.58] Bambang Mr. Bams: ππππ
[30/1 20.59] Bambang Mr. Bams: Masih banyak pertanyaan , nanti disusulkan ya
[30/1 20.59] Bambang Mr. Bams: Mazmo boleh berikan kalimat penutup malam ini ππ


Tidak ada komentar:
Posting Komentar